UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

Judul Analisis persepsi konsumen terhadap co-branding sony ericsson
Nomor Panggil T-pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan 2003
Program Studi
Kata Kunci brand equity · brand management · co-branding ·
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik xv, 91 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Membership)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
T-pdf 15-17-175154420 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20453857
ABSTRAK
Dewasa ini handphone sebagai salah satu piranti telekomunikasi telah berubah
fungsi bukan saja sebagai alat untuk berkomunikasi, handphone juga bisa berfungsi
sebagai ternan pendamping para penggunanya dalam melakukan kegiatan sehari-hari
Semakin ketatnya diferensiasi produk dalam industri handphone dewasa ini telah
mengarah kepada trend penggabungan aspek multimedia ke dalam fungsi handphone
yang telah ada pada saat ini. Selain itu perlu adanya suatu brand/merek yang berisikan
image dan asosiasi positif yang dapat membantu kinerja dari tiap kualitas dan performa
produk yang ditawarkan ke dalam pasar, sehingga produk yang akan dan atau sudah
ditawarkan kepada pasar dapat memiliki faktor pembeda dengan produk yang ditawarkan
oleh pemain lain, meskipun secara fisik jenis, kualitas dan kemampuan produk yang
ditawarkan sama.
Untuk menjawab keadaan pasar di atas, Sony dan Ericsson sebagai dua
perusahaan besar dunia yang telah cukup lama berada di dalam industri handphone, sejak
tanggal 1 Oktober 2001 bergabung untuk menyatukan dua kekuatannya kedalam satu
buah perusahan di bawah satu merek yang sama yaitu Sony Ericsson. Alasan lain yang
melatarbelakangi penggabungan di atas, dikarenakan semakin merosotnya image dan
asosiasi positif serta dimensi kemampuan produk dari kedua merek Sony dan Ericsson
dalam persaingan di industri handphone.
Dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun setelah proses penggabungan, temyata
bukan terjadi penambahan baik dalam image dan asosiasi positif dalam merek meskipun
secara kualitas produk dan kemampuan sudah terlihat mengalami peningkatan secara
signifikan, melainkan merosotnya peringkat merek Sony Ericsson yang berasal dari
posisi ke 3 menjadi berada pada posisi ke 4 berurutan dibawah Nokia, Siemen dan
Motorola.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kemudian dilakukan penelitian untuk
melihat keadaan bagaimana sebenamya brand awareness dan brand image, brand
associations yang terdapat pada merek Sony Ericsson serta faktor-faktor yang menjadi
bahan pertimbangan konsumen dalam memilih jenis handphone.
Desain penelitian berbentuk penelitian kuantitatif, dengan objek penelitian dan
unit analisis adalah tentang persepsi konsumen tentang brand awareness, brand image,
brand associations terhadap co-branding Sony Ericsson saat ini jika dibandingkan
dengan kedua merek Sony dan Ericsson sebelum bergabung, serta faktor-faktor yang
dijadikan pertimbangan konsumen dalam memilih jenis handphone. Dalam pemilihan
responden digunakan metode non probability sampling dan convinience sampling.
Penelitian dilakukan dengan melibatkan 120 responden pengguna handphone baik
user/non user merek Sony Ericsson yang masing-masing diberikan pertanyaan dalam
bentuk brand awareness, brand association apa yang melekat pada Sony Ericsson, dan
tingkat pengetahuan konsumen terhadap co-branding Sony Ericsson.
Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan;
Pertama bahwa walaupun tingkat awareness terhadap Sony Ericsson tidaklah buruk,
namun Sony Ericsson hanya menduduki urutan kedua (unaided awareness) setelah Nokia
yang menempati top of mind pada konsumen pengguna handphone. Hal ini disebabkan
karena sudah semakin dekat dan kuatnya hubungan yang dijalin oleh Nokia dengan
konsumen pengguna handphone melalui produk-produk yang menarik dan memiliki user
friendly terhadap pemakainya.
Kedua, dari 11 (sebelas) asosiasi yang dikaitkan dengan Sony Ericsson, terdapat 3 (tiga)
asosiasi kuat yang menempel pada merek Sony Ericsson, yaitu: Gabungan Dua
Perusahaan Besar Dunia, Nama Besar dan Teknologi Ericsson dan
Multimediaphone.
Ketiga, asosiasi-asosiasi di atas telah menjadi salah satu faktor penentu dalam
pertimbangan konsumen untuk memilih jenis dan handphone yang akan digunakan
(dimiliki), selain karakteristik kualitas dan kemampuan dari tiap jenis handphone yang
dikeluarkan oleh Sony Ericsson. Konsumen sudah cukup terpuaskan atas kinerja dan
performa Sony Ericsson sampai dengan saat ini, terbukti dengan adanya nilai
pembobotan yang berada di interval "agak puas" cenderung mengarah ke statement
"puas".
Keempat, image yang melekat pada merek Sony Ericsson saat ini adalah: merek Sony
Ericsson lebih menjanjikan, merek Sony Ericsson memiliki faktor pembeda dengan
merek lain, dan merek Sony Ericsson memiliki personalitas tertentu.
Kelima, meskipun sempat mengalami penurunan dari kesuluruhan aspek merek, saat ini
image dan asosiasi positif Sony Ericsson telah bertambah baik dibandingkan dengan saat
kedua perusahaan tersebut sebelum waktu penggabungan pada tanggal 1 Oktober 2001.
Dari keseluruhan analisa dapat disimpulkan bahwa Sony Ericsson telah
melakukan peningkatan baik dari aspek brand management dan aspek inovasi produknya,
hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu indikator dalam penerapan strategi perusahaan
pada saat yang akan datang guna mencapai goals perusahan sebagai pemain nomor satu
pada industri "multimedia bergerak" dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.
004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[15-17-175154420]
053[15-17-175154420]
082
090T-pdf
100Nurman Sumantri, author
110
111
240
245|a Analisis persepsi konsumen terhadap co-branding sony ericsson |c
246
250
260
260|a |b |c 2003
270
300xv, 91 pages : illustration ; 28 cm + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resource (rdacarrier)
340
362
490
500
502Tesis
504pages 91-92
515
520ABSTRAK


Dewasa ini handphone sebagai salah satu piranti telekomunikasi telah berubah fungsi bukan saja sebagai alat untuk berkomunikasi, handphone juga bisa berfungsi sebagai ternan pendamping para penggunanya dalam melakukan kegiatan sehari-hari Semakin ketatnya diferensiasi produk dalam industri handphone dewasa ini telah mengarah kepada trend penggabungan aspek multimedia ke dalam fungsi handphone yang telah ada pada saat ini. Selain itu perlu adanya suatu brand/merek yang berisikan image dan asosiasi positif yang dapat membantu kinerja dari tiap kualitas dan performa produk yang ditawarkan ke dalam pasar, sehingga produk yang akan dan atau sudah ditawarkan kepada pasar dapat memiliki faktor pembeda dengan produk yang ditawarkan oleh pemain lain, meskipun secara fisik jenis, kualitas dan kemampuan produk yang ditawarkan sama.

Untuk menjawab keadaan pasar di atas, Sony dan Ericsson sebagai dua perusahaan besar dunia yang telah cukup lama berada di dalam industri handphone, sejak tanggal 1 Oktober 2001 bergabung untuk menyatukan dua kekuatannya kedalam satu buah perusahan di bawah satu merek yang sama yaitu Sony Ericsson. Alasan lain yang melatarbelakangi penggabungan di atas, dikarenakan semakin merosotnya image dan asosiasi positif serta dimensi kemampuan produk dari kedua merek Sony dan Ericsson dalam persaingan di industri handphone.

Dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun setelah proses penggabungan, temyata bukan terjadi penambahan baik dalam image dan asosiasi positif dalam merek meskipun secara kualitas produk dan kemampuan sudah terlihat mengalami peningkatan secara signifikan, melainkan merosotnya peringkat merek Sony Ericsson yang berasal dari posisi ke 3 menjadi berada pada posisi ke 4 berurutan dibawah Nokia, Siemen dan Motorola.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kemudian dilakukan penelitian untuk melihat keadaan bagaimana sebenamya brand awareness dan brand image, brand associations yang terdapat pada merek Sony Ericsson serta faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan konsumen dalam memilih jenis handphone.

Desain penelitian berbentuk penelitian kuantitatif, dengan objek penelitian dan unit analisis adalah tentang persepsi konsumen tentang brand awareness, brand image, brand associations terhadap co-branding Sony Ericsson saat ini jika dibandingkan dengan kedua merek Sony dan Ericsson sebelum bergabung, serta faktor-faktor yang dijadikan pertimbangan konsumen dalam memilih jenis handphone. Dalam pemilihan responden digunakan metode non probability sampling dan convinience sampling.

Penelitian dilakukan dengan melibatkan 120 responden pengguna handphone baik user/non user merek Sony Ericsson yang masing-masing diberikan pertanyaan dalam bentuk brand awareness, brand association apa yang melekat pada Sony Ericsson, dan tingkat pengetahuan konsumen terhadap co-branding Sony Ericsson.

Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan;

Pertama bahwa walaupun tingkat awareness terhadap Sony Ericsson tidaklah buruk, namun Sony Ericsson hanya menduduki urutan kedua (unaided awareness) setelah Nokia yang menempati top of mind pada konsumen pengguna handphone. Hal ini disebabkan karena sudah semakin dekat dan kuatnya hubungan yang dijalin oleh Nokia dengan konsumen pengguna handphone melalui produk-produk yang menarik dan memiliki user friendly terhadap pemakainya.

Kedua, dari 11 (sebelas) asosiasi yang dikaitkan dengan Sony Ericsson, terdapat 3 (tiga) asosiasi kuat yang menempel pada merek Sony Ericsson, yaitu: Gabungan Dua Perusahaan Besar Dunia, Nama Besar dan Teknologi Ericsson dan Multimediaphone.

Ketiga, asosiasi-asosiasi di atas telah menjadi salah satu faktor penentu dalam pertimbangan konsumen untuk memilih jenis dan handphone yang akan digunakan (dimiliki), selain karakteristik kualitas dan kemampuan dari tiap jenis handphone yang dikeluarkan oleh Sony Ericsson. Konsumen sudah cukup terpuaskan atas kinerja dan performa Sony Ericsson sampai dengan saat ini, terbukti dengan adanya nilai pembobotan yang berada di interval "agak puas" cenderung mengarah ke statement "puas".

Keempat, image yang melekat pada merek Sony Ericsson saat ini adalah: merek Sony Ericsson lebih menjanjikan, merek Sony Ericsson memiliki faktor pembeda dengan merek lain, dan merek Sony Ericsson memiliki personalitas tertentu.

Kelima, meskipun sempat mengalami penurunan dari kesuluruhan aspek merek, saat ini image dan asosiasi positif Sony Ericsson telah bertambah baik dibandingkan dengan saat kedua perusahaan tersebut sebelum waktu penggabungan pada tanggal 1 Oktober 2001.

Dari keseluruhan analisa dapat disimpulkan bahwa Sony Ericsson telah melakukan peningkatan baik dari aspek brand management dan aspek inovasi produknya, hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu indikator dalam penerapan strategi perusahaan pada saat yang akan datang guna mencapai goals perusahan sebagai pemain nomor satu pada industri "multimedia bergerak" dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Deposit]
650Marketing -- Management; Marketing Strategy & Planning; Consumer behavior; Sony Ericsson Mobile Communications
653brand equity; brand management; co-branding
700Adi Zakaria Afiff, supervisor
710Universitas Indonesia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856
866
900
902
903[]