UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

Judul Dampak serangan bom bali 12 oktober 2002 pada bursa efek jakarta ditinjau dari sisi abnormal return, volume activity dan value at risk
Nomor Panggil T-pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan 2003
Program Studi
Kata Kunci
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik iii, 101 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Membership)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
T-pdf 15-17-736183502 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20461032
ABSTRAK
Ada dua jenis resiko yang mempengaruhi kinerja dari perusahaan, yaitu resiko yang disebabkan oleh aktifitas bisnis dan resiko yang disebabkan oleh aktifitas yang bukan karena aktifitas bisnis. Dimana resiko yang bukan karena aktifitas bisnis tersebut bisa berupa event risk maupun financial risk

Penelitian kali ini merupakan penelitian yang membahas resiko yangN diakibatkan oleh event risk, yang dalam hal ini berupa disaster risk, yaitu peristiwa peledakan boM di Bali pada tanggal 12 oktober 2002. Penelitian ini berbentuk event study. Dimana metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan analisa deskriptif terhadap seluruh sektor yang ada di Bursa Efek Jakarta dan membandingkannya antara periode estimasi, pre-event dan post-event. Kemudian dihitung abnormal return dari masing-masing sektor dan dilanjutkan dengan menghitung VaR dari masing-masing sektor tersebut selama periode estimasi, prevent maupun post-event, dimana tujuannya adalah untuk melihat sektor-sektor yang mengalami peningkatan VaR yang paling tinggi dari seluruh sektor tersebut Langkah terakhir adalah melakukan pengujian antara rata-rata return periode pre-event dengan post-event dan penguji varian dari kedua periode tersebut

Penulis juga melakukan penelitian terhadap volume perdagangan. Dimana volume perdagangan ini dikelompokkan kepada dua besaran yaitu aktifitas perdagangan penjualan (sell) maupun pembelian (buy) yang dilakukan oleh investor domestik maupun aktifitas perdagangan yang dilakukan oleh investor asing. Tujuan dari penelitian volume perdagangan ini adalah untuk melihat pola reaksi daripada investor terhadap kejadian peledakan born di Bali pada tanggal 12 oktober 2002 tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan sektor yang mengalami peningkatan VaR adalah sektor Manufacture yang VaR nya meningkat sebesar 3,66 kali lebih besar jika dibandingkan dengan VaR sebelum kejadian tersebut. Diikuti oleh sektor Trade, Services & Investment yang merupakan sektor dari subsektor pariwisata yang diperkirakan mengalarni peningkatan V aR yang paling tinggi, justru berada dibawah sektor Manufacture, dimana peningkatanVaR dari sektor ini adalah sebesar 3,61 kali lebih besar jika dibandingkan dengan V aR sebelum kejadian tersebut. Selanjutnya diikuti oleh sektor Consumer Goods Industry yang mengalarni peningkatan VAR mencapai 3,43 kali.

Jika dilihat dari VaR masing-masing sektor setelah kejadian peristiwa peledakan bom di Bali tersebut, sekior Infrastructure, Utility & Transportasi-lah yang mempunyai VaR tertinggi yaitu sebesar 10,69%. Sedangkan sektor Manufacture berada diurutan ke 10 dengan VaR sebesar 5,41%. Masih lebih baik daripada sektor Trade, Services & Investment yang mempunyai VaR sebesar 6,02% dan berada di urutan ke 8 dari 13 sektor yang diteliti.

Dengan melakukan uji hipotesa terhadap rata-rata return sebelum dan sesudah peristiwa, dihasilkan nilai t0 untuk semua sektor berada pada area H0 (Accept H0) yang berarti tidak ada perbedaan antara rata-rata return periode pre-event dengan periode post-event Sedangkan kalau dilakukan pengujian hipotesa terhadap varian
dari seluruh sektor antara sebelum dan setelah peristiwa diketahui hanya 3(tiga) sektor yang menghasilkan nilai F0 yang berada diluar area H0 (Reject H0) yang berarti terdapat perbedaan varian antara pre-event dengan post-event. Adapun sektor-sektor tersebut adalah Sektor Manufacture, Sektor Trade, Service & Investment serta sektor Consumer Goods Industry.

Berdasarkan penelitian terhadap volume perdagangan yang dilakukan oleh investor domestik maupun investor asing terhadap transaksi pembelian (buy) maupun transaksi penjualan (sell), diketahui investor asing melakukan transaksi penjualan justru sebelurn peristiwa peledakan born di Bali tersebut yaitu pada t-6 sebesar 31,9 kali lebih besar daripada transaksi perdagangan hari sebelumnya Sedangkan setelah terjadinya peristiwa peledakan born tersebut, investor asing malah melakukan pembelian terhadap saharn di Bursa Efek Jakarta Dimana peningkatan transaksi pembelian tersebut terjadi pada t+8 yaitu sebesar 245,6 kali lebih besar jika
dibandingkan dengan transaksi pembelian yang dilakukan investor asing pada hari sebelumnya. Untuk investor domestik, masih berlalu teori bad news akan meningkatkan transaksi penjualan dan good news akan meningkatkan transaksi pembelian. Dimana transaksi penjualan untuk investor domestik mengalami peningkatan hampir 2 kali lipat pada t+ 1.

004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[15-17-736183502]
053[15-17-736183502]
082
090T-pdf
100Mastrialdi, author
110
111
240
245|a Dampak serangan bom bali 12 oktober 2002 pada bursa efek jakarta ditinjau dari sisi abnormal return, volume activity dan value at risk |c
246
250
260
260|a |b |c 2003
270
300iii, 101 pages : illustration ; 28 cm + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resource (rdacarrier)
340
362
490
500
502Tesis
504pages 101-102
515
520ABSTRAK
Ada dua jenis resiko yang mempengaruhi kinerja dari perusahaan, yaitu resiko yang disebabkan oleh aktifitas bisnis dan resiko yang disebabkan oleh aktifitas yang bukan karena aktifitas bisnis. Dimana resiko yang bukan karena aktifitas bisnis tersebut bisa berupa event risk maupun financial risk

Penelitian kali ini merupakan penelitian yang membahas resiko yangN diakibatkan oleh event risk, yang dalam hal ini berupa disaster risk, yaitu peristiwa peledakan boM di Bali pada tanggal 12 oktober 2002. Penelitian ini berbentuk event study. Dimana metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan analisa deskriptif terhadap seluruh sektor yang ada di Bursa Efek Jakarta dan membandingkannya antara periode estimasi, pre-event dan post-event. Kemudian dihitung abnormal return dari masing-masing sektor dan dilanjutkan dengan menghitung VaR dari masing-masing sektor tersebut selama periode estimasi, prevent maupun post-event, dimana tujuannya adalah untuk melihat sektor-sektor yang mengalami peningkatan VaR yang paling tinggi dari seluruh sektor tersebut Langkah terakhir adalah melakukan pengujian antara rata-rata return periode pre-event dengan post-event dan penguji varian dari kedua periode tersebut

Penulis juga melakukan penelitian terhadap volume perdagangan. Dimana volume perdagangan ini dikelompokkan kepada dua besaran yaitu aktifitas perdagangan penjualan (sell) maupun pembelian (buy) yang dilakukan oleh investor domestik maupun aktifitas perdagangan yang dilakukan oleh investor asing. Tujuan dari penelitian volume perdagangan ini adalah untuk melihat pola reaksi daripada investor terhadap kejadian peledakan born di Bali pada tanggal 12 oktober 2002 tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan sektor yang mengalami peningkatan VaR adalah sektor Manufacture yang VaR nya meningkat sebesar 3,66 kali lebih besar jika dibandingkan dengan VaR sebelum kejadian tersebut. Diikuti oleh sektor Trade, Services & Investment yang merupakan sektor dari subsektor pariwisata yang diperkirakan mengalarni peningkatan V aR yang paling tinggi, justru berada dibawah sektor Manufacture, dimana peningkatanVaR dari sektor ini adalah sebesar 3,61 kali lebih besar jika dibandingkan dengan V aR sebelum kejadian tersebut. Selanjutnya diikuti oleh sektor Consumer Goods Industry yang mengalarni peningkatan VAR mencapai 3,43 kali.

Jika dilihat dari VaR masing-masing sektor setelah kejadian peristiwa peledakan bom di Bali tersebut, sekior Infrastructure, Utility & Transportasi-lah yang mempunyai VaR tertinggi yaitu sebesar 10,69%. Sedangkan sektor Manufacture berada diurutan ke 10 dengan VaR sebesar 5,41%. Masih lebih baik daripada sektor Trade, Services & Investment yang mempunyai VaR sebesar 6,02% dan berada di urutan ke 8 dari 13 sektor yang diteliti.

Dengan melakukan uji hipotesa terhadap rata-rata return sebelum dan sesudah peristiwa, dihasilkan nilai t0 untuk semua sektor berada pada area H0 (Accept H0) yang berarti tidak ada perbedaan antara rata-rata return periode pre-event dengan periode post-event Sedangkan kalau dilakukan pengujian hipotesa terhadap varian dari seluruh sektor antara sebelum dan setelah peristiwa diketahui hanya 3(tiga) sektor yang menghasilkan nilai F0 yang berada diluar area H0 (Reject H0) yang berarti terdapat perbedaan varian antara pre-event dengan post-event. Adapun sektor-sektor tersebut adalah Sektor Manufacture, Sektor Trade, Service & Investment serta sektor Consumer Goods Industry.

Berdasarkan penelitian terhadap volume perdagangan yang dilakukan oleh investor domestik maupun investor asing terhadap transaksi pembelian (buy) maupun transaksi penjualan (sell), diketahui investor asing melakukan transaksi penjualan justru sebelurn peristiwa peledakan born di Bali tersebut yaitu pada t-6 sebesar 31,9 kali lebih besar daripada transaksi perdagangan hari sebelumnya Sedangkan setelah terjadinya peristiwa peledakan born tersebut, investor asing malah melakukan pembelian terhadap saharn di Bursa Efek Jakarta Dimana peningkatan transaksi pembelian tersebut terjadi pada t+8 yaitu sebesar 245,6 kali lebih besar jika dibandingkan dengan transaksi pembelian yang dilakukan investor asing pada hari sebelumnya. Untuk investor domestik, masih berlalu teori bad news akan meningkatkan transaksi penjualan dan good news akan meningkatkan transaksi pembelian. Dimana transaksi penjualan untuk investor domestik mengalami peningkatan hampir 2 kali lipat pada t+ 1.
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Deposit]
650Risk management; Investments; Country risk; Capital market -- Indonesia
653firm-wide risks; International Financial Management;
700Manurung, Adler Haymans, supervisor
710Universitas Indonesia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856
866
900
902
903[]