UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

Judul Kelompok sandiwara Maya (1943-1950)
Nomor Panggil S12351
Subjek
Penerbitan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1997
Program Studi
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan none
Tipe Konten none
Tipe Media none
Tipe Carrier none
Deskripsi Fisik vii, 84 lembar : ill. ; 28 cm.
Naskah Ringkas none
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S12351 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20157016
Skripsi ini membahas mengenai kelompok sandiwara Maya yang lahir masa pendudukan Jepang, kegiatan-kegiatannya hingga bubarnya dan lakon-lakon sandiwara yang pernah dimainkannya selama tahun 1943-1950. Kelompok sandiwara Maya tampil beda dengan kelompok sandiwara lainnya. Mereka menggunakan teori-teori teater Barat, mempunyai naskah sandiwara dan fungsi sutradara yang jelas. Pemain-pemain Maya bukanlah anak wayang, mereka adalah intelektual muda saat itu dan mempunyai pekerjaan, mereka yang ingin mencoba hal baru yang lain dalam kehidupan kesehariannya. Lakon-lakon yang dipentaskan Maya menggambarkan kehidupan masyarakat saat itu. Walaupun isi lakonnya terpengaruh propaganda Jepang, namun pengarangnya tidak lupa menyuarakan juga cita-cita kemerdekaan Indonesia.
004
020
022
040
041ind
049
053
082
090[S12351]
100
110
111
240
245|a Kelompok sandiwara Maya (1943-1950) |c
246
250
260
260|a |b Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia |c 1997
270
300vii, 84 lembar : ill. ; 28 cm.
310
321
336
337
338
340
362
490
502Skripsi
504Lembar: 71-75
515
520Skripsi ini membahas mengenai kelompok sandiwara Maya yang lahir masa pendudukan Jepang, kegiatan-kegiatannya hingga bubarnya dan lakon-lakon sandiwara yang pernah dimainkannya selama tahun 1943-1950. Kelompok sandiwara Maya tampil beda dengan kelompok sandiwara lainnya. Mereka menggunakan teori-teori teater Barat, mempunyai naskah sandiwara dan fungsi sutradara yang jelas. Pemain-pemain Maya bukanlah anak wayang, mereka adalah intelektual muda saat itu dan mempunyai pekerjaan, mereka yang ingin mencoba hal baru yang lain dalam kehidupan kesehariannya. Lakon-lakon yang dipentaskan Maya menggambarkan kehidupan masyarakat saat itu. Walaupun isi lakonnya terpengaruh propaganda Jepang, namun pengarangnya tidak lupa menyuarakan juga cita-cita kemerdekaan Indonesia.
533
534
536
546
590[Deposit]
650Theater -- Indonesia -- History--1943-1950
653
700
710
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI
856
866
900
902
903