UI - Tesis (Open) :: Kembali

UI - Tesis (Open) :: Kembali

Judul Sikap pengusaha korea terhadap infrastruktur hukum ekonomi di Indonesia / Cheon-Ho,Lee
Nomor Panggil T36513
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Penerbitan 2001
Program Studi
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media unmediated (rdamedia); computer (rdamedia)
Tipe Carrier volume (rdacarrier); online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik ix, 136 pages : illustration ; 28 cm
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
T36513 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20440580
ABSTRAK
Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia mempunyai
keinginan yang kuat untuk melaksanakan pembangunan ekonomi.
Akan tetapi, keinginan ini tidak didukung oleh tersedianya
sumber-sumber dana dari dalam negeri, mengingat Indonesia
masih dihadapkan pada situasi, yang disebut dengan istilah
"lingkaran kemiskinan." Dalam mendapatkan dana tersebut,
pemerintah Indonesia telah banyak menerbitkan kebijakankebijakan
serta mengeluarkan hukum-hukum ekonomi. Salah satu
penyebabnya dalam mengeluarkan berbagai kebijakan ekonomi
adalah semakin banyaknya pesaing yang menawarkan berbagai
kemudahan dan insentif yang lebih menarik terhadap para
penanam modal asing daripada Indonesia, misalnya negara
Vietnam dan Cina. Disisi lain kebijaksanaan investasi yang
dikeluarkan pemerintah Indonesia kurang menarik bagi
penanaman modal asing. Untuk mengatasi keadaan tersebut,
pemerintah Indoensia telah mempermudah prosedur penanaman
modal, memberikan berbagai fasilitas dan insentif serta
menetapkan peraturan-peraturan yang mendukung bagi
terciptanya iklim investasi yang lebih baik.
Tetapi di dalam pikiran penulis timbul pertanyaan apakah
kebijakan-kebijakan pemerintah Indoneia selama ini sudah
memadai untuk menyedot modal asing atau tidak. Begitupula
penulis sebagai seorang warganegara Korea terdorong untuk
meneliti bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia itu
terlihat di kaca mata pengusaha Korea, dan apa keluhan mereka
sebagai salah satu investor asing terhadap infrastruktur
hukum ekonomi Indonesia.
Menurut penelitian Penulis, kenyataannya investor Korea
tidak begitu tertarik, bahkan tidak peduli terhadap apa yang
telah dilakukan pemerintah. Perhatian utama mereka adalah
jaminan keamanan terhadap investasi mereka. Sikap mereka
terhadap kebijakan pemerintah sangat ragu-ragu, sebab
kebijakan itu seringkali berubah-ubah dan bertolak belakang.
Oleh karena itu Pemerintah Indonesia harus memiliki strategi
yang berbeda dalam mengundang investor dari Korea. Pendekatan
hukum semata tidak akan memberi output seperti halnya
pengusaha dari dunia Barat.
004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[T36513]
053[]
082
090[T36513]
100Cheon-Ho,Lee, author
110
111
240
245|a Sikap pengusaha korea terhadap infrastruktur hukum ekonomi di Indonesia / Cheon-Ho,Lee |c
246
250
260
260|a |b |c 2001
270
300ix, 136 pages : illustration ; 28 cm
310
321
336text (rdacontent)
337unmediated (rdamedia); computer (rdamedia)
338volume (rdacarrier); online resource (rdacarrier)
340
362
490
500
502Tesis
504pages 137-141
515
520ABSTRAK
Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia mempunyai keinginan yang kuat untuk melaksanakan pembangunan ekonomi. Akan tetapi, keinginan ini tidak didukung oleh tersedianya sumber-sumber dana dari dalam negeri, mengingat Indonesia masih dihadapkan pada situasi, yang disebut dengan istilah "lingkaran kemiskinan." Dalam mendapatkan dana tersebut, pemerintah Indonesia telah banyak menerbitkan kebijakankebijakan serta mengeluarkan hukum-hukum ekonomi. Salah satu penyebabnya dalam mengeluarkan berbagai kebijakan ekonomi adalah semakin banyaknya pesaing yang menawarkan berbagai kemudahan dan insentif yang lebih menarik terhadap para penanam modal asing daripada Indonesia, misalnya negara Vietnam dan Cina. Disisi lain kebijaksanaan investasi yang dikeluarkan pemerintah Indonesia kurang menarik bagi penanaman modal asing. Untuk mengatasi keadaan tersebut, pemerintah Indoensia telah mempermudah prosedur penanaman modal, memberikan berbagai fasilitas dan insentif serta menetapkan peraturan-peraturan yang mendukung bagi terciptanya iklim investasi yang lebih baik. Tetapi di dalam pikiran penulis timbul pertanyaan apakah kebijakan-kebijakan pemerintah Indoneia selama ini sudah memadai untuk menyedot modal asing atau tidak. Begitupula penulis sebagai seorang warganegara Korea terdorong untuk meneliti bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia itu terlihat di kaca mata pengusaha Korea, dan apa keluhan mereka sebagai salah satu investor asing terhadap infrastruktur hukum ekonomi Indonesia. Menurut penelitian Penulis, kenyataannya investor Korea tidak begitu tertarik, bahkan tidak peduli terhadap apa yang telah dilakukan pemerintah. Perhatian utama mereka adalah jaminan keamanan terhadap investasi mereka. Sikap mereka terhadap kebijakan pemerintah sangat ragu-ragu, sebab kebijakan itu seringkali berubah-ubah dan bertolak belakang. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia harus memiliki strategi yang berbeda dalam mengundang investor dari Korea. Pendekatan hukum semata tidak akan memberi output seperti halnya pengusaha dari dunia Barat.
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Deposit]
650
653
700Hikmahanto Juwana, supervisor; Agus Brotosusilo, examiner
710Universitas Indonesia. Fakultas Hukum
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856
866
900
902
903[]