UI - Skripsi (Open) :: Kembali

UI - Skripsi (Open) :: Kembali

Judul Perubahan Iklim dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2000-2009 =Climate Change and The Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) Cases in East Jakarta Administrative City 2000-2009 / Sri Gusni Febriasari
Nomor Panggil S-PDF
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan 2011
Program Studi
Kata Kunci perubahan Iklim · Demam Berdarah Dengue (DBD) · Jakarta Timur ·
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik xix, 118 pages : illustration ; 23 cm + appendix
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Open)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S-PDF 14-17-637264364 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20440940
ABSTRAK
Perubahan iklim global sebagai implikasi dari pemanasan global telah
mengakibatkan ketidakstabilan atmosfer di lapisan bawah terutama yang dekat
dengan permukaan bumi. Pemanasan global disebabakan oleh meningkatnya gas
rumah kaca yang dominan ditimbulkan oleh industri-industri. Salah satu dampak
perubahan iklim adalah peningkatan insiden penyakit yang ditularkan melalui
nyamuk seperti demam berdarah dengue (DBD). Indonesia merupakan negara
dengan kategori A untuk kasus DBD. Sejak pertama kali ditemukan di Indonesia,
sejumlah kasus telah menunjukkan peningkatan, baik dari segi jumlah dan total
area yang terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara perubahan iklim dengan kejadian DBD di Jakarta Timur tahun
2000-2009. Penelitian ini menggunakan disain studi ekologi dengan analisis
korelasi dan regresi linier sederhana. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-
Juni 2011 dengan menggunakan data sekunder. Hasil yang didapatkan adalah
terdapat hubungan yang signifikan antara kelembaban dan curah hujan dengan
kejadian DBD di Jakarta Timur selama kurun waktu 10 tahun (2000-2009).
Sementara itu, didapatkan hubungan yang tidak signifikan antara suhu udara, hari
hujan, dan kecepatan angin dengan kejadian DBD di Jakarta Timur tahun 2000-
2009. Untuk analisis pertahun, didapatkan hubungan yang signifikan antara suhu
udara pada tahun 2006 dengan kejadian DBD. Selain itu, pada tahun 2004 dan
2006 didapatkan hubungan yang signifikan antara kelembaban dan kejadian DBD.
Pada tahun 2004 dan 2007 didapatkan hubungan yang signifikan antara curah
hujan dan hari hujan dengan kejadian DBD. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
kelembaban dan curah hujan sebagai faktor perubahan iklim memiliki hubungan
yang signifikan dengan kejadian DBD di Jakarta Timur tahun 2000-2009. Selain
itu, untuk analisis pertahun didapatkan hubungan yang signifikan antara suhu
udara tahun 2006, kelembaban udara tahun 2004 dan 2006, serta curah hujan dan
hari hujan tahun 2004 dengan kejadian DBD di Jakarta Timur.


ABSTRACT
Climate change as result of global warming has caused instability in atmosphere
lower layers, especially near the earth surface. Global warming itself was caused
by increasing greenhouse gas dominated mostly by industries. Hence, one of that
climate change effect is an increasing number of mosquito born diseases, such as
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF). Indonesia is then known as one of the ?A
category? countries in matter of DHF occurrence. Since it was first discovered in
Indonesia, DHF cases show an increasing trend number, both in number and total
area affected, also then sporadic outbreaks always happen every year. This
research is aimed to know the relation about climate change and DHF in East
Jakarta Administrative City during 2000-2009. It then uses an ecological study by
correlate and regression method. The research was conducted on April-June 2011
and located in East Jakarta District, also focused in finding secondary data. The
result said provably that there is significant correlation between humidity also
rainfall and DHF cases in East Jakarta during 2000-2009. Meanwhile, there is no
significant correlation between temperature, rainy days, and wind speed with DHF
cases in the same period. For annual analysis, significant correlation between
temperatures and DHF cases is obtained in 2006. In addition, there is significant
correlation between humidity and DHF cases in 2004 and 2006. Then in 2004 and
2007, it is found that significant correlation between rainfalls also rainy days and
DHF cases happened. Ultimately, conclusion of this research is that humidity and
rainfall, as factors of climate change, have a significant correlation to the DHF
cases in East Jakarta during 2000-2009. Therefore, annual analysis in East Jakarta
proved that significant correlation between DHF cases and temperature happened
in 2006, cases and humidity in 2004 and 2006, then cases and rainfall also rainy
days in 2004.
004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[14-17-637264364]
053[14-17-637264364]
082
090S-PDF
100Sri Gusni Febriasari, author
110
111
240
245|a Perubahan Iklim dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2000-2009 =Climate Change and The Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) Cases in East Jakarta Administrative City 2000-2009 / Sri Gusni Febriasari |c
246
250
260
260|a |b |c 2011
270
300xix, 118 pages : illustration ; 23 cm + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resource (rdacarrier)
340
362
490
500
502Skripsi
504page 66
515
520ABSTRAK
Perubahan iklim global sebagai implikasi dari pemanasan global telah mengakibatkan ketidakstabilan atmosfer di lapisan bawah terutama yang dekat dengan permukaan bumi. Pemanasan global disebabakan oleh meningkatnya gas rumah kaca yang dominan ditimbulkan oleh industri-industri. Salah satu dampak perubahan iklim adalah peningkatan insiden penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti demam berdarah dengue (DBD). Indonesia merupakan negara dengan kategori A untuk kasus DBD. Sejak pertama kali ditemukan di Indonesia, sejumlah kasus telah menunjukkan peningkatan, baik dari segi jumlah dan total area yang terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perubahan iklim dengan kejadian DBD di Jakarta Timur tahun 2000-2009. Penelitian ini menggunakan disain studi ekologi dengan analisis korelasi dan regresi linier sederhana. Penelitian ini dilakukan pada bulan April- Juni 2011 dengan menggunakan data sekunder. Hasil yang didapatkan adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kelembaban dan curah hujan dengan kejadian DBD di Jakarta Timur selama kurun waktu 10 tahun (2000-2009). Sementara itu, didapatkan hubungan yang tidak signifikan antara suhu udara, hari hujan, dan kecepatan angin dengan kejadian DBD di Jakarta Timur tahun 2000- 2009. Untuk analisis pertahun, didapatkan hubungan yang signifikan antara suhu udara pada tahun 2006 dengan kejadian DBD. Selain itu, pada tahun 2004 dan 2006 didapatkan hubungan yang signifikan antara kelembaban dan kejadian DBD. Pada tahun 2004 dan 2007 didapatkan hubungan yang signifikan antara curah hujan dan hari hujan dengan kejadian DBD. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelembaban dan curah hujan sebagai faktor perubahan iklim memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian DBD di Jakarta Timur tahun 2000-2009. Selain itu, untuk analisis pertahun didapatkan hubungan yang signifikan antara suhu udara tahun 2006, kelembaban udara tahun 2004 dan 2006, serta curah hujan dan hari hujan tahun 2004 dengan kejadian DBD di Jakarta Timur.
ABSTRACT
Climate change as result of global warming has caused instability in atmosphere lower layers, especially near the earth surface. Global warming itself was caused by increasing greenhouse gas dominated mostly by industries. Hence, one of that climate change effect is an increasing number of mosquito born diseases, such as Dengue Haemorrhagic Fever (DHF). Indonesia is then known as one of the ?A category? countries in matter of DHF occurrence. Since it was first discovered in Indonesia, DHF cases show an increasing trend number, both in number and total area affected, also then sporadic outbreaks always happen every year. This research is aimed to know the relation about climate change and DHF in East Jakarta Administrative City during 2000-2009. It then uses an ecological study by correlate and regression method. The research was conducted on April-June 2011 and located in East Jakarta District, also focused in finding secondary data. The result said provably that there is significant correlation between humidity also rainfall and DHF cases in East Jakarta during 2000-2009. Meanwhile, there is no significant correlation between temperature, rainy days, and wind speed with DHF cases in the same period. For annual analysis, significant correlation between temperatures and DHF cases is obtained in 2006. In addition, there is significant correlation between humidity and DHF cases in 2004 and 2006. Then in 2004 and 2007, it is found that significant correlation between rainfalls also rainy days and DHF cases happened. Ultimately, conclusion of this research is that humidity and rainfall, as factors of climate change, have a significant correlation to the DHF cases in East Jakarta during 2000-2009. Therefore, annual analysis in East Jakarta proved that significant correlation between DHF cases and temperature happened in 2006, cases and humidity in 2004 and 2006, then cases and rainfall also rainy days in 2004.
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Deposit]
650Climate change; Dengue viruses -- (Jakarta) Indonesia
653perubahan Iklim; Demam Berdarah Dengue (DBD); Jakarta Timur
700Dewi Susanna, supervisor; Sri Tjahjani Budi Utami, examiner; Suwito, examiner
710Universitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856
866
900
902
903[]