UI - Makalah dan Kertas Kerja :: Kembali

UI - Makalah dan Kertas Kerja :: Kembali

Judul Efektivitas kombinasi konseling dan farmakoterapi pada program berhenti merokok di RS. Persahabatan Jakarta (Proceeding The 1st Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH))
Nomor Panggil MK-Pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan 2014
Kata Kunci WHO · no smoking campaign · kampanye anti merokok ·
 Info Lainnya
Sumber Pengatalogan LibUI eng rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik 10 pages
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
MK-Pdf 10-17-199350968 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20461581
ABSTRAK
Offer help to quit atau memberikan bantuan untuk berhenti merokok merupakan salah satu komponen MPOWER dari WHO dalam penanggulangan masalah tembakau. Berhenti merokok pada sebagian besar orang sulit dilakukan. Hal ini disebabkan karena faktor adiksi/ketagihan, withdrawal effect, perilaku dan lingkungan. Hanya sekitar 3-5% orang yang berupaya sendiri tanpa bantuan berhasil berhenti merokok. Berbagai modalitas tersedia yang bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan berhenti merokok. Kombinasi konseling dan farmakoterapi di berbagai guideline di luar negeri terbukti meningkatkan keberhasilan berhenti merokok sekitar 35%. Program kegiatan yang telah dilakukan terdiri atas 2 kegiatan penelitian yang bertujuan untuk menilai efektivitas kombinasi konseling dan farmakoterapi yaitu varenicline untuk berhenti merokok di RS Persahabatan, Jakarta. Dua kegiatan penelitian terkait program berhenti merokok dilakukan di klinik berhenti merokok RS Persahabatan. Pertama penelitian mengenai program berhenti merokok terstruktur pada agustus 2009 sampai Februari 2010 yang melibatkan 18 peserta. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan dengan design kuasi eksperimental. Setiap responden menjalani program berhenti merokok terstruktur yang terdiri atas konseling individu, farmakoterapi (varenicline) dan konseling kelompok. Total waktu terapi berhenti merokok yang diperlukan setiap responden adalah 12 minggu. Kegiatan kedua adalah penelitian uji klinis, random, single blind yang dilakukan antara bulan Juli 2012 sampai dengan Desember 2012 yang melibatkan 80 perokok laki-laki. Terapi berhenti merokok dilakukan dalam waktu 12 minggu dan dilanjutkan 4 minggu waktu pengamatan. Subjek penelitian dibagi kedalam kelompok kombinasi konseling dan farmakoterapi sebanyak 40 orang dan kelompok konseling plus plasebo sebanyak 40 orang. Konseling diberikan setiap minggu dan farmakoterapi yang diberikan adalah varenicline. Pada penelitian pertama, 18 peserta dapat mengikuti terapi berhenti merokok sampai selesai. Sebanyak 8 peserta ( 44,4%) berhenti merokok pada bulan pertama. Sebanyak 6 peserta (33,3%) berhenti merokok pada bulan ke-2 dan sebanyak 4 peserta (22,2%) berhenti merokok pada bulan ke-3. Beberapa Withdrawal effect atau gejala putus nikotin yang ditemukan pada peserta adalah ingin merokok kembali/ketagihan (55,56%), nafsu makan meningkat (50%), mudah marah (38,89%) dan tidak sabar (38,89%). Pada penelitian ke dua setelah pengamatan 4 minggu (minggu 1-4) setelah 12 minggu terapi menunjukkan 55% peserta kelompok kombinasi konseling dan farmakoterapi (varenicUne) dapat berhenti merokok
dibandingkan kelompok konseling plus plasebo sebesar 27,5%. Kombinasi konseling dan farmakoterapi meningkatkan keberhasilan program berhenti merokok di RS Persahabatan
004
020
022
040LibUI eng rda
041eng
049[10-17-199350968]
053[10-17-199350968]
082
090MK-Pdf
100Agus Dwi Susanto, author
110
111
240
245|a Efektivitas kombinasi konseling dan farmakoterapi pada program berhenti merokok di RS. Persahabatan Jakarta (Proceeding The 1st Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH)) |c
246
250
260
260|a |b |c 2014
270
30010 pages
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resource (rdacarrier)
340
362
490
500
502Artikel Prosiding
504
515
520ABSTRAK
Offer help to quit atau memberikan bantuan untuk berhenti merokok merupakan salah satu komponen MPOWER dari WHO dalam penanggulangan masalah tembakau. Berhenti merokok pada sebagian besar orang sulit dilakukan. Hal ini disebabkan karena faktor adiksi/ketagihan, withdrawal effect, perilaku dan lingkungan. Hanya sekitar 3-5% orang yang berupaya sendiri tanpa bantuan berhasil berhenti merokok. Berbagai modalitas tersedia yang bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan berhenti merokok. Kombinasi konseling dan farmakoterapi di berbagai guideline di luar negeri terbukti meningkatkan keberhasilan berhenti merokok sekitar 35%. Program kegiatan yang telah dilakukan terdiri atas 2 kegiatan penelitian yang bertujuan untuk menilai efektivitas kombinasi konseling dan farmakoterapi yaitu varenicline untuk berhenti merokok di RS Persahabatan, Jakarta. Dua kegiatan penelitian terkait program berhenti merokok dilakukan di klinik berhenti merokok RS Persahabatan. Pertama penelitian mengenai program berhenti merokok terstruktur pada agustus 2009 sampai Februari 2010 yang melibatkan 18 peserta. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan dengan design kuasi eksperimental. Setiap responden menjalani program berhenti merokok terstruktur yang terdiri atas konseling individu, farmakoterapi (varenicline) dan konseling kelompok. Total waktu terapi berhenti merokok yang diperlukan setiap responden adalah 12 minggu. Kegiatan kedua adalah penelitian uji klinis, random, single blind yang dilakukan antara bulan Juli 2012 sampai dengan Desember 2012 yang melibatkan 80 perokok laki-laki. Terapi berhenti merokok dilakukan dalam waktu 12 minggu dan dilanjutkan 4 minggu waktu pengamatan. Subjek penelitian dibagi kedalam kelompok kombinasi konseling dan farmakoterapi sebanyak 40 orang dan kelompok konseling plus plasebo sebanyak 40 orang. Konseling diberikan setiap minggu dan farmakoterapi yang diberikan adalah varenicline. Pada penelitian pertama, 18 peserta dapat mengikuti terapi berhenti merokok sampai selesai. Sebanyak 8 peserta ( 44,4%) berhenti merokok pada bulan pertama. Sebanyak 6 peserta (33,3%) berhenti merokok pada bulan ke-2 dan sebanyak 4 peserta (22,2%) berhenti merokok pada bulan ke-3. Beberapa Withdrawal effect atau gejala putus nikotin yang ditemukan pada peserta adalah ingin merokok kembali/ketagihan (55,56%), nafsu makan meningkat (50%), mudah marah (38,89%) dan tidak sabar (38,89%). Pada penelitian ke dua setelah pengamatan 4 minggu (minggu 1-4) setelah 12 minggu terapi menunjukkan 55% peserta kelompok kombinasi konseling dan farmakoterapi (varenicUne) dapat berhenti merokok dibandingkan kelompok konseling plus plasebo sebesar 27,5%. Kombinasi konseling dan farmakoterapi meningkatkan keberhasilan program berhenti merokok di RS Persahabatan
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[]
650Smoking -- Prevention
653WHO; no smoking campaign; kampanye anti merokok
700Mirsyam Ratri Wiratmoko, author; Faisal Yunus, author; Ginting, Tribowo Tuahta, author; Feni Fitriani, author; Annisa Dian Harlivasari, author; Asni Kurniati, author; Rani Dwiharjanti, author
710
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856
866
900
902
903