UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

Judul Permasalahan fatwa majelis ulama Indonesia tentang syiah: telaah kritis melalui maqāṣid syarī'ah Jasser Auda = The issue of the Ulama Council's fatwa on Indonesia Shia: critical analysis through maqāṣid syarī'ah Jasser Auda
Nomor Panggil S700196
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan 2017
Program Studi
Kata Kunci Maq · id syar'ah · fatwa · Majelis Uuama Indonesia · shias · madhhab-sentris ·
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media unmediated (rdamedia); computer )rmedia)
Tipe Carrier volume (rdecarrier); online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik xvii, 148 pages ; 30 cm
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI. Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Membership)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S700196 14-18-959508747 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20469188
ABSTRAK
Studi skripsi ini membahas tentang fatwa yang dikeluarkan
oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang aliran pemikiran Syiah. Penelitian ini
menggunakan teori maqāṣid syarī'ah yang dirumuskan oleh Jasser Auda
dalam mengeksplorasi masalah-masalah yang terkandung dalam fatwa MUI tentang Syiah.
Maqāṣid syarī'ah yang diformulasikan oleh Jasser Auda bukanlah suatu hal
yang baru. Jasser Auda merekonstruksi maqāṣid syarī'ah
melalui integrasi antara ushul fiqh dengan teori sistem. Rekonstruksi
kemudian menghasilkan enam prinsip yang harus dipertimbangkan untuk hukum
Islam dapat menekankan sisi maqāṣid syarī'ah. Keenam prinsip itu
adalah hirarki kognitif, holistik, berpikiran terbuka, saling terkait,
multidimensi dan bermakna. Belajar melalui maqāṣid syarī'ah
menunjukkan bahwa fatwa MUI tentang Syiah sedang berlangsung
tahap epistemologi. Epistemologi berkaitan dengan fundamental
penetapan fatwa MUI, yaitu sumber hukum dan metode penentuan fatwa.
Masalahnya adalah bahwa MUI cenderung menggunakan sudut pandang
yang madhhab-sentris, sudut pandang yang hanya merujuk
di satu sekolah tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
maqāṣid syarī'ah tidak hanya berperan dalam pemeriksaan, tetapi juga
berperan penting dalam merekonstruksi penentuan dasar fatwa MUI tentang Syiah.


ABSTRACT
his thesis study discusses about the fatwa issued
by the Indonesian Ulema Council (MUI) on the flow of Shia thought. This research
using the maqāṣid syarī'ah theory formulated by Jasser Auda
in exploring the issues contained in the MUI fatwa on Shias.
Maqāṣid syarī'ah formulated by Jasser Auda is not a thing
the new one. Jasser Auda reconstructed maqāṣid syarī'ah
through integration between ushul fiqh with system theory. Reconstruction
then produce six principles that must be considered for the law
Islam can emphasize the maqāṣid syarī'ah side. The six principles
is a cognitive, holistic, open-minded, interrelated hierarchy,
multidimensional and meaningful. Learn through maqāṣid syarī'ah
shows that the MUI fatwa issue about Shias is ongoing
epistemology stage. Epistemology deals with the fundamentals
the determination of the MUI fatwa, namely the source of the law and the method of determining the fatwa.
The problem is that MUI tend to use the point of view
the madhhab-centric, point of view that simply refers
in one particular school. The results of this study indicate that
maqāṣid syarī'ah not only plays a role in checking, but also
was instrumental in reconstructing the basic determinations of MUI's fatwa on Shias.
004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[14-18-959508747]
053[14-18-959508747]
082
090S700196
100Naufal Syahrin Wibowo, author
110
111
240
245|a Permasalahan fatwa majelis ulama Indonesia tentang syiah: telaah kritis melalui maqāṣid syarī'ah Jasser Auda = The issue of the Ulama Council's fatwa on Indonesia Shia: critical analysis through maqāṣid syarī'ah Jasser Auda |c
246
250
260
260|a |b |c 2017
270
300xvii, 148 pages ; 30 cm
310
321
336text (rdacontent)
337unmediated (rdamedia); computer )rmedia)
338volume (rdecarrier); online resource (rdacarrier)
340
362
490
500
502Skripsi
504pages 134-141
515
520ABSTRAK
Studi skripsi ini membahas tentang fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang aliran pemikiran Syiah. Penelitian ini menggunakan teori maqāṣid syarī'ah yang dirumuskan oleh Jasser Auda dalam mengeksplorasi masalah-masalah yang terkandung dalam fatwa MUI tentang Syiah. Maqāṣid syarī'ah yang diformulasikan oleh Jasser Auda bukanlah suatu hal yang baru. Jasser Auda merekonstruksi maqāṣid syarī'ah melalui integrasi antara ushul fiqh dengan teori sistem. Rekonstruksi kemudian menghasilkan enam prinsip yang harus dipertimbangkan untuk hukum Islam dapat menekankan sisi maqāṣid syarī'ah. Keenam prinsip itu adalah hirarki kognitif, holistik, berpikiran terbuka, saling terkait, multidimensi dan bermakna. Belajar melalui maqāṣid syarī'ah menunjukkan bahwa fatwa MUI tentang Syiah sedang berlangsung tahap epistemologi. Epistemologi berkaitan dengan fundamental penetapan fatwa MUI, yaitu sumber hukum dan metode penentuan fatwa. Masalahnya adalah bahwa MUI cenderung menggunakan sudut pandang yang madhhab-sentris, sudut pandang yang hanya merujuk di satu sekolah tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa maqāṣid syarī'ah tidak hanya berperan dalam pemeriksaan, tetapi juga berperan penting dalam merekonstruksi penentuan dasar fatwa MUI tentang Syiah.
ABSTRACT
his thesis study discusses about the fatwa issued by the Indonesian Ulema Council (MUI) on the flow of Shia thought. This research using the maqāṣid syarī'ah theory formulated by Jasser Auda in exploring the issues contained in the MUI fatwa on Shias. Maqāṣid syarī'ah formulated by Jasser Auda is not a thing the new one. Jasser Auda reconstructed maqāṣid syarī'ah through integration between ushul fiqh with system theory. Reconstruction then produce six principles that must be considered for the law Islam can emphasize the maqāṣid syarī'ah side. The six principles is a cognitive, holistic, open-minded, interrelated hierarchy, multidimensional and meaningful. Learn through maqāṣid syarī'ah shows that the MUI fatwa issue about Shias is ongoing epistemology stage. Epistemology deals with the fundamentals the determination of the MUI fatwa, namely the source of the law and the method of determining the fatwa. The problem is that MUI tend to use the point of view the madhhab-centric, point of view that simply refers in one particular school. The results of this study indicate that maqāṣid syarī'ah not only plays a role in checking, but also was instrumental in reconstructing the basic determinations of MUI's fatwa on Shias.
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Deposit]
650Maq;id syar;'ah; fatwas; Majelis Ulama Indonesia; Shias; madhhab-centric
653Maq;id syar'ah; fatwa; Majelis Uuama Indonesia; shias; madhhab-sentris
700Naupal, supervisor; Muhammad Fuad, examiner; Siti Rohmah Soekarba, examiner
710Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI. Lantai 3
856
866
900
902
903[]