UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

Judul Konflik dan integrasi dalam komuniti islam : kasus di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Propinsi Dati I Bali
Nomor Panggil T-pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan 1995
Program Studi
Kata Kunci lingkungan alam · kehidupan ekonomi · kehidupan keagamaan ·
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik xii, 217 pages: illustration; 30 cm + appendix
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
T-pdf 15-18-378163896 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20470887
ABSTRAK
Program-program pembangunan nasional jangka panjang dua puluh lima tahun pertama telah berlalu dan kini mulai memasuki dua puluh lima tahun kedua, telah membawa dampak perubahan masyarakat dan kebudayaan yang cukup berarti. Perubahan tersebut dapat dibedakan antara wilayah perkotaan dan pedesaan , hal ini terjadi karena dalam hal penerimaan dan tanggapan masyarakat dan kebudayaan setempat.

Untuk masyarakat dan kebudayaan di pedesaan yang masih berciri tradisi onal, dorongan untuk berubah lebih dikarenakan oleh faktor dari luar dari pada dorongan yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan setempat. Akibatnya perrnasalahan yang berlangsung akan lebih merupakan kekacauan atau disorganisasi pada sistem sosial dan sistem budayanya. Hal ini meru pakan suatu adaptasi sistem untuk mencapai keseirnbangan baru. Sebagaimana komuniti Islam di desa Pegayaman , Kecarnatan Sukasada, kabupaten Buleleng, Dati I -Bali .

Disamping dorongan kuat dari p rogram-program pernbangunan
melalui pemerintahan desa, dorongan perubahan yang berasal dari
dalam kumuniti itu sendiri mendesakkan adanya suatu perubahan
adaptif dari bertambahnya komposisi dan jumlah penduduk yang
berakibat terjadinya perubahan struktur pemilikkan atas lahan perkebunan dan sawah-ladang mereka. Keadaan tersebut terjadi karena tradisi waris yang masih tetap berlangsung, sementara luas lahan tidak pernah bertambah.

Kombinasi dorongan perubahan dari luar maupun dari dalam
tersebut berdampak secara lebih jauh dalam kehidupan politik
lokalnya, sebagai sub--sistem politik nasional yang berkaitan
dengan kehidupan ekonomi subsisten. Sehingga setiap akses ke arah
perbaikan mutu kehidupan menjadi peluarig-peluang yang kompetitif.
Selanjutnya kelompok-kelornpok kepentingan diantara bilarga, komuniti
terbentuk dalarn upayanya memperebutkan sumber-sumber daya alarn
dan sosial-budaya yang terbatas.

Keberadaan setting komuniti Islam di desa Pegayarnan sebagai
minonitas dari mayonitas komuniti-komuniti Hindu memang berkaitan
enat dengan séjarah rriasuknya agarna Islam di Buleleng khususnya
dan Bali pada urnumnya. Aspek kesejarahan mi mempengaruhi cmi
kebudayan yang berlaku dalam kotnuniti Islam di desa Pegayaman
tersebut, yaitu agama (Islam) sebagai cetak bi ru hagi kehidupan
meraka, sebagaimana yang terwujud melalui pranata--pranata so
sialnya, tradisi dan upacara-upacara keagamaannya - Secara tersamar
tetapi mantab sistem keyakinarinya itu menyelimuti etos dan
pandangari hidup mereka, sebagaimana yang diperlihatkan dalam
kehidupan sosial mereka sehani-hari.

Akhirnya hila ditil:ik dalam kehidupan .sosial mereka seharihari
melaiui data empirik yang dikumpulkan dari penelitian mi,
perrnasalahan disorganisasi sistem sosial dan sistem budaya me'arnai
corak interaksi sosialnya (konflik dan integrasi). Semua hal itu ber1angsung tidak lain dalam rangka sebagai upaya-upaya atau
strategi strategi untuk memenuhi kebutuhan-kebUtUhafl hidup mereka, melalui berbagai perebutan akses pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kehidupannya.

004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[15-18-378163896]
053[15-18-378163896]
082
090T-pdf
100Budi Setiawan, author
110
111
240
245|a Konflik dan integrasi dalam komuniti islam : kasus di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Propinsi Dati I Bali |c
246
250
260
260|a |b |c 1995
270
300xii, 217 pages: illustration; 30 cm + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resource (rdacarrier)
340
362
490
500
502Tesis
504pages 208-217
515
520ABSTRAK
Program-program pembangunan nasional jangka panjang dua puluh lima tahun pertama telah berlalu dan kini mulai memasuki dua puluh lima tahun kedua, telah membawa dampak perubahan masyarakat dan kebudayaan yang cukup berarti. Perubahan tersebut dapat dibedakan antara wilayah perkotaan dan pedesaan , hal ini terjadi karena dalam hal penerimaan dan tanggapan masyarakat dan kebudayaan setempat.

Untuk masyarakat dan kebudayaan di pedesaan yang masih berciri tradisi onal, dorongan untuk berubah lebih dikarenakan oleh faktor dari luar dari pada dorongan yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan setempat. Akibatnya perrnasalahan yang berlangsung akan lebih merupakan kekacauan atau disorganisasi pada sistem sosial dan sistem budayanya. Hal ini meru pakan suatu adaptasi sistem untuk mencapai keseirnbangan baru. Sebagaimana komuniti Islam di desa Pegayaman , Kecarnatan Sukasada, kabupaten Buleleng, Dati I -Bali .

Disamping dorongan kuat dari p rogram-program pernbangunan melalui pemerintahan desa, dorongan perubahan yang berasal dari dalam kumuniti itu sendiri mendesakkan adanya suatu perubahan adaptif dari bertambahnya komposisi dan jumlah penduduk yang berakibat terjadinya perubahan struktur pemilikkan atas lahan perkebunan dan sawah-ladang mereka. Keadaan tersebut terjadi karena tradisi waris yang masih tetap berlangsung, sementara luas lahan tidak pernah bertambah.

Kombinasi dorongan perubahan dari luar maupun dari dalam tersebut berdampak secara lebih jauh dalam kehidupan politik lokalnya, sebagai sub--sistem politik nasional yang berkaitan dengan kehidupan ekonomi subsisten. Sehingga setiap akses ke arah perbaikan mutu kehidupan menjadi peluarig-peluang yang kompetitif. Selanjutnya kelompok-kelornpok kepentingan diantara bilarga, komuniti terbentuk dalarn upayanya memperebutkan sumber-sumber daya alarn dan sosial-budaya yang terbatas.

Keberadaan setting komuniti Islam di desa Pegayarnan sebagai minonitas dari mayonitas komuniti-komuniti Hindu memang berkaitan enat dengan séjarah rriasuknya agarna Islam di Buleleng khususnya dan Bali pada urnumnya. Aspek kesejarahan mi mempengaruhi cmi kebudayan yang berlaku dalam kotnuniti Islam di desa Pegayaman tersebut, yaitu agama (Islam) sebagai cetak bi ru hagi kehidupan meraka, sebagaimana yang terwujud melalui pranata--pranata so sialnya, tradisi dan upacara-upacara keagamaannya - Secara tersamar tetapi mantab sistem keyakinarinya itu menyelimuti etos dan pandangari hidup mereka, sebagaimana yang diperlihatkan dalam kehidupan sosial mereka sehani-hari.

Akhirnya hila ditil:ik dalam kehidupan .sosial mereka seharihari melaiui data empirik yang dikumpulkan dari penelitian mi, perrnasalahan disorganisasi sistem sosial dan sistem budaya me'arnai corak interaksi sosialnya (konflik dan integrasi). Semua hal itu ber1angsung tidak lain dalam rangka sebagai upaya-upaya atau strategi strategi untuk memenuhi kebutuhan-kebUtUhafl hidup mereka, melalui berbagai perebutan akses pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kehidupannya.

533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[deposit]
650Islam
653lingkungan alam; kehidupan ekonomi; kehidupan keagamaan
700Parsudi Suparlan, supervisor; Achmad Fedyani S., supervisor; Iwan Tjiradjaja, examiner; Riga Adiwoso, examiner
710Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, lantai 3
856
866
900
902
903[]