UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

Judul Strategi hidup masyarakat betawi dalam menghadapi pengembangan lingkungan : studi kasus Desa Rumbut, Pasir Gunung Selatan perbatasan Jakarta-Bogor, Jawa Barat
Nomor Panggil T-pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan 1993
Program Studi
Kata Kunci lingkungan hidup · pemukiman · manusia ·
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik xxi, 179 pages: illustration; 30 cm + appendix
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
T-pdf 15-18-783942333 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20470889
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di Dusun I di Desa
Rumbut Pasir Gunung Selatan di perbatasan Jakarta
Bogor, Jawa Barat Secara administratif, desa Rumbut,
Pasir Gunung Selatan sebagian besar wilayahnya terletak
diperbatasan Ibu. Kota Jakarta Propinsi Jawa Barat , sedangkan
bagian lain berbatasan dengan desa Tugu.
Secara fisik dusun ini dikelilingi pinggiran sungai
Ciliwung di sebelah barat, Sungai Cigantung di sebeluh
timur, oleh desa Kalisari di sebelah utara, sedangkan
di sebelah selatan oleh pinggiran daerah Kelapa Dua.
Dusun I luasnya 144.4 ha. terdiri dari 10 RT/RW dan 269
Kepala Keluarga. Dalam penelitian mi dipilih 40 Kepala Keluarga Betawi
yang terdapat di RT/RW 001/01 dan R.T/RW 002/01 dari 85
Kepala Keluarga Betawi.


Sebagai akibat dari pesatnya perluasan dan pengembangan
lingkungan, masyarakat Betawi terdesak dari desanya dan
tersebar : di berbagai bagian dari kota Jakarta. Arti
kata, Betawi Ora dimaksudkan untuk masyarakat Betawi
yang tinggal di pusat kota Jakarta. Betawi pinggiran
dimaksudkan untuk masyarakat Betawi yang tinggal di
pinggiran kota Jakarta. Akibat dari perkembangan kehidupan
sosial ekonomi dari penduduk dusun ini terlihat
dalam keputusan mereka bersama. Mereka menjual tanah
mereka kepada para pendatang di lingkungannya untuk kepentingan
pengembangan lingkungan desa: wilayah industri,
pemukiman, gedung-gedung perkantoran, lernbaga-lembaga
pemerintah dan sektor-sektor swasta.

Hasilnya terlihat dalani asimilasi kebudayaan antara
budaya Betawi dan budaya pendatang. Hal ini rnenimbulkan
pertanyaan, apakah interaksi budaya tersebut membuat
rnasyarakat Betawi bersikap lebih terbuka terhadap sistem-
sistem nilai yang baru dan mau menerimanya ke dalarn
kehidupan keagamaan sehari-hari, dan diharapkan dapat
berkembang menjadi strategi hidup.

Tujuan dari penelitian ini adalah mencari faktor-aktor
penyebab yang mempengaruhi kebiasaan dan watak masyarakat Betawi secara bersamaan meref1eksikan strategi
hidup mereka terhadap pengembangan wilayah dan untuk
mendapatkan alternatif-alternatif yang sesuai untuk
mendapatkan pemecahan masalah. Studi nonparametrik dilakukan
terhadap aspek-aspek religi, kondisi ekonorni,
kesempatan bekerja, pendidikan, hubungan sosial dan Sebagainya.

Penelitian ini disusun dengan bantuan metode deskriptif
kualitatif, berdasarkan data-data kuantitatif dikumpulkan
melalui studi kasus dengan menggunakan observasi
terlibat dengan responden pilihan berdasarkan kriteria-kriteria
tertentu. Penelitian pertama terdiri dari 40
Kepala Keluarga dengan penyebaran kuesioner. Selanjutnya,
40 responden tersebut diacak dan diambil sebagai
sampel perwakilan terdiri dari angkatan bersenjata
(ABRI), pendidik, karyawan pemerintah, pedagang, pengusaha
swasta, ibu rumah tangga, remaja, petani, buruh.
Analisis data dari keempat puluh responden menunjukkan
bahwa ada semacam hubungan antara pekerjaan dengan
pengembangan lingkungan termasuk pemilihan lahan,
status tanah, rencana jual tanah, masa depan anak, kemungkinan
digusur untuk kepentingan pengerubangan lingkungan, sikap dan tingkah laku penduduk desa terhadap pendatang, rencana jangka pendek dan jangka panjang
dalam pengembangan lingkungan dan juga persiapan mereka dalam menghadapinya.

Kesimpulan yang didapat:

1 Agama adalah salah satu penyebab terpenting bagi
masyarakat Betawi dalarn menghadapi pesatnya perubahan
dalarn Pengembangan lingkungan masyakarat Betawi adalah
pemeluk agama Islam yang taat dengan cara hidup orang Islam.

2 Pendidikan agama merupakan tonggak dalam pendidikan
keluarga, dibandingkan dengan pendidikan formal,
yaitu pendidikan Islam adalah hal yang terpenting di
dalarn pendidikan keluarga.

3 Para responden mempunyai keterampilan sendiri untuk
dapat mengatasi kesulitan ekonominya, dengan mengerjakan
pekerjaan sambilan.

4 Mereka tidak punya keinginan untuk menghalang-halangi
pengembangan lingkungan yang pesat, dengan dalih bahwa
agama Islam menganjurkan untuk hidup dengan damai
dengan keadaan lingkungannya. Mereka mendidik anak-anak
untuk rnengikuti cara hidup orang tua mereka.

004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[15-18-783942333]
053[15-18-783942333]
082
090T-pdf
100Ataswarin Kamariah Muwardi Bambang Sarah
110
111
240
245|a Strategi hidup masyarakat betawi dalam menghadapi pengembangan lingkungan : studi kasus Desa Rumbut, Pasir Gunung Selatan perbatasan Jakarta-Bogor, Jawa Barat |c
246
250
260
260|a |b |c 1993
270
300xxi, 179 pages: illustration; 30 cm + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resource (rdacarrier)
340
362
490
500
502Tesis
504pages 174-179
515
520ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di Dusun I di Desa Rumbut Pasir Gunung Selatan di perbatasan Jakarta Bogor, Jawa Barat Secara administratif, desa Rumbut, Pasir Gunung Selatan sebagian besar wilayahnya terletak diperbatasan Ibu. Kota Jakarta Propinsi Jawa Barat , sedangkan bagian lain berbatasan dengan desa Tugu. Secara fisik dusun ini dikelilingi pinggiran sungai Ciliwung di sebelah barat, Sungai Cigantung di sebeluh timur, oleh desa Kalisari di sebelah utara, sedangkan di sebelah selatan oleh pinggiran daerah Kelapa Dua. Dusun I luasnya 144.4 ha. terdiri dari 10 RT/RW dan 269 Kepala Keluarga. Dalam penelitian mi dipilih 40 Kepala Keluarga Betawi yang terdapat di RT/RW 001/01 dan R.T/RW 002/01 dari 85 Kepala Keluarga Betawi.



Sebagai akibat dari pesatnya perluasan dan pengembangan lingkungan, masyarakat Betawi terdesak dari desanya dan tersebar : di berbagai bagian dari kota Jakarta. Arti kata, Betawi Ora dimaksudkan untuk masyarakat Betawi yang tinggal di pusat kota Jakarta. Betawi pinggiran dimaksudkan untuk masyarakat Betawi yang tinggal di pinggiran kota Jakarta. Akibat dari perkembangan kehidupan sosial ekonomi dari penduduk dusun ini terlihat dalam keputusan mereka bersama. Mereka menjual tanah mereka kepada para pendatang di lingkungannya untuk kepentingan pengembangan lingkungan desa: wilayah industri, pemukiman, gedung-gedung perkantoran, lernbaga-lembaga pemerintah dan sektor-sektor swasta.

Hasilnya terlihat dalani asimilasi kebudayaan antara budaya Betawi dan budaya pendatang. Hal ini rnenimbulkan pertanyaan, apakah interaksi budaya tersebut membuat rnasyarakat Betawi bersikap lebih terbuka terhadap sistem- sistem nilai yang baru dan mau menerimanya ke dalarn kehidupan keagamaan sehari-hari, dan diharapkan dapat berkembang menjadi strategi hidup.

Tujuan dari penelitian ini adalah mencari faktor-aktor penyebab yang mempengaruhi kebiasaan dan watak masyarakat Betawi secara bersamaan meref1eksikan strategi hidup mereka terhadap pengembangan wilayah dan untuk mendapatkan alternatif-alternatif yang sesuai untuk mendapatkan pemecahan masalah. Studi nonparametrik dilakukan terhadap aspek-aspek religi, kondisi ekonorni, kesempatan bekerja, pendidikan, hubungan sosial dan Sebagainya.

Penelitian ini disusun dengan bantuan metode deskriptif kualitatif, berdasarkan data-data kuantitatif dikumpulkan melalui studi kasus dengan menggunakan observasi terlibat dengan responden pilihan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Penelitian pertama terdiri dari 40 Kepala Keluarga dengan penyebaran kuesioner. Selanjutnya, 40 responden tersebut diacak dan diambil sebagai sampel perwakilan terdiri dari angkatan bersenjata (ABRI), pendidik, karyawan pemerintah, pedagang, pengusaha swasta, ibu rumah tangga, remaja, petani, buruh. Analisis data dari keempat puluh responden menunjukkan bahwa ada semacam hubungan antara pekerjaan dengan pengembangan lingkungan termasuk pemilihan lahan, status tanah, rencana jual tanah, masa depan anak, kemungkinan digusur untuk kepentingan pengerubangan lingkungan, sikap dan tingkah laku penduduk desa terhadap pendatang, rencana jangka pendek dan jangka panjang dalam pengembangan lingkungan dan juga persiapan mereka dalam menghadapinya.

Kesimpulan yang didapat:

1 Agama adalah salah satu penyebab terpenting bagi masyarakat Betawi dalarn menghadapi pesatnya perubahan dalarn Pengembangan lingkungan masyakarat Betawi adalah pemeluk agama Islam yang taat dengan cara hidup orang Islam.

2 Pendidikan agama merupakan tonggak dalam pendidikan keluarga, dibandingkan dengan pendidikan formal, yaitu pendidikan Islam adalah hal yang terpenting di dalarn pendidikan keluarga.

3 Para responden mempunyai keterampilan sendiri untuk dapat mengatasi kesulitan ekonominya, dengan mengerjakan pekerjaan sambilan.

4 Mereka tidak punya keinginan untuk menghalang-halangi pengembangan lingkungan yang pesat, dengan dalih bahwa agama Islam menganjurkan untuk hidup dengan damai dengan keadaan lingkungannya. Mereka mendidik anak-anak untuk rnengikuti cara hidup orang tua mereka.

533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[deposit]
650Environmental Management and Development in Indonesia
653lingkungan hidup; pemukiman; manusia
700M. Junus Melalatoa, supervisor; Soerjanto Poespowardojo, supervisor
710Universitas Indonesia. Program Pascasarjana
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, lantai 3
856
866
900
902
903[]