Deskripsi Lengkap :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership)

Evaluasi kebijakan kenaikan tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan bermotor beroda dua yang tergolong mewah = Policy evaluation of luxury tax rate for luxury two wheel vehicle

Nomor Panggil S63024
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2016
Program Studi
Kata Kunci :  
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media unmediated (rdamedia); computer (rdamedia)
Tipe Carrier volume (rdacarrier); online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik xv, 73 pages : illustration ; 29 cm + appendix
Catatan Bibliografi pages 73-75
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Membership)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S63024 14-18-694936159 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20471304
ABSTRAK
Pemerintah membuat kebijakan kenaikan tarif PPnBM kendaraan bermotor tergolong mewah sebagai salah satu bentuk intensifikasi pajak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kebijakan kenaikan tarif PPnBM kendaraan bemotor beroda dua yang tergolong mewah ditinjau dari evaluasi hasil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data survei dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini adalah kebijakan kenaikan tarif PPnBM kendaraan bermotor beroda dua yang tergolong mewah berhasil dalam mencapai tujuannya yaitu mengendalikan tingkat konsumsi masyarakat atas barang mewah. Namun, ada dampak negatif yang muncul, yaitu banyaknya kegiatan penyelundupan kendaraan bermotor beroda dua mewah secara ilegal.


ABSTRACT
DGT enacted a policy of luxury tax rate increases for luxury two-wheel vehicle as one of tax intensification. This research is aimed to evaluate the policy of luxury tax rate for luxury vehicle in aspect of outcomes evaluation. The research was conducted by using quantitative approach with surveys and in-depth interview as data collection method. As the result, the policy succeed in achieving its objectives to control people's consumption of luxury goods. But, there are luxury two-wheel vehicle smuggling activities came up as the negative impact.