UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership)

Strategi pengelolaan kredit bermasalah identifikasi masalah inti dan penentuan strategi pemecahan masalah

Nomor Panggil T-pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Subjek
Penerbitan 1997
Program Studi
Kata Kunci Kredit · Credo ·
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resources (rdamedia)
Deskripsi Fisik xv, 104 pages : illustration ; 30 cm + appendix
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
T-pdf 15-18-307599053 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20471692
ABSTRAK
Perbankan adalah suatu lembaga yang terdiri dan beroperasi berdasarkan kepercayaan. Oleh sebab itu memelihara kepercayaan tersebut dengan sebaik mungkin merupakan faktor penting bagi lembaga ini

pemberian kredit merupakan salah satu kegiatnn utama dari
lembaRa perbankan yang timbul karena manusia sebagai makhluk sosial berusaha memenuhi kebutuhnnnya yang beraneka ragam sementara kemampuannya terbatas.

Untuk menjembatani perbedaan tersebut dibutuhkan bantuan
pe rmodalan yang disebut kredit dari suatu lembaga yang memiliki
kelebihan dana sebagai hasil pemupukan dana dari pihak ketiga.
Sesungguhnya kata kredit itu sendiri berasal dari kata latin
yaitu Creditum atau kata Yunani yaitu Credo yang artinya adalah
kepercayaan. Namun tidak selalu kepercayaan yang mendasari suatu
pemberian kredit tersebut terjaga. seringkali terjadi pelanggaran
sehingga timbul kredit bermasalah.

Dalam pemberian kredit terdapat suatu tingkat resiko
oleh karenanya Bank perlu mengambil langkah pengamanan
menghilangkan atau setidaknya memperkecil resiko yang mungkin timbul. Selain melakukan pengamanan secara hukum seperti
tan Perjanjian Kredit, Penguasaan dan Pengikatan Agunan
berupa jaminan kebendaan atau non kebendaan yang diberikan oleh
debitur untuk menjamin kredit yang diterimanya dari Bank, perlu
pula dilakukan pemantauan secara teratur dan terus menerus terhadap
pemenuhan kewajiban-kewajiban kredit.

Hal Pcnting lainnya yang perlu d1lakukan oleh Bank aclalah memantau
kondJsi perusahaan penerima kredit agar dapat mendeteksi
secara dini semua gejala-gejala timbulnya kredit bermasalah bank dapat mengatasinya .

Sebagai ilustrasi dalam karya akhir ini penulis menguraikan
dan memperbandingkan 2 dua buah perusahaan yang dalam
perjalanannya
usahanya mengalami permasalahan dalam pemenuhan kewajiban
kreditnya .

Disini dilakukan analisa analisa dimulai dari analisa atas
laporan keuangan yang walaupun merupakan suatu Analisa yang naif.
namun tetap merupakan langkah awal yang dilakukan bank terhadap
kondisi pe rusahaan debitur.
Tehnik yang akan digunakan disini dalam analisa laporan keuangan
adalah 1. Analisa Trend
Membandingkan ratio ratio dari laporan keuangan 3 tahun
terakhir untuk melihat kecenderungan kondisi usaha debitur
apakah membaik atau memburuk.
2. Analisa Sumber dan penggunaan
Meneliti pos pos dalam neraca guna mengetahui darimana
dana bersumber dan kemana penggunaannya .
Hal ini perlu dilakukan guna mengerti arti yang sebenarnya
dari perubahan Neraca dan Laporan Rugi Laba debitur dengan
mempelajari penyebab dari perubahan tersebut. Setiap peningkatan
dari suatu asset berarti ada penurunan atau peningkatan
dari asset lainnya atau hutang atau modal.
3. Analisa atas Rencana Anggarn Debitur meliputi suatu anallsa
atas rencana usahanya untuk periode tertentu dimasa
datang dan bagaimana pengaruhnya terhadap keuangan debitur.
Setelah dari analisa diatas kita memperoleh data mengenai
masalah keuangan yang ada pada perusahaan debitur. selanjutnya
kita me lakukan analisa lebih lanjut mengenai penyebab dari masalah
keuangan tersebut dengan mencari hubungannya dengan kondisi
non keuangan di pe rusahaan tersebut yaitu dengan melakukan analisa
strategi manajemen sebagai berikut
4. Analisa Internal Perusahaan
Analisa atas kekuatan dan kelemahan internal perusahaan
dengan mempe rhatikan faktor faktor kunci dari kekuatan dan
kelemahan tersebut yaitu
Pemasaran
PRoduksi dan atau operasi perusahaan secara keseluruhan
Modal Kerja dan atau masalah keuangan lainnya.
5. Analisa Lingkungan Eksternal Perusahaan
Analisa atas faktor - faktor eksternal yaitu faktor faktor
diluar kendali control perusahaan yang me rupakan ancaman.
menimbulkan kesulitan dalam menjalankan usaha perusahaan,
mengakibatkan suatu lingkungan industri menjadi sakit.
Dilain pihak juga perlu dianalisa faktor faktor eksternal
yang memberikan peluang bagi perusahaan untuk menyelamatkan
usahanya.

Sebelum masuk kepada pemberian formulasi yang tepat untuk
penyelamatan dan atau penyelesaian kredit be rmasalah, langkah
pe rtama yang harus dilakukan adalah menemukan masalah
inti yang di hadapi perusahaan berdasarkan analisa - analisa
di atas. Dalam hal ini perlu dilakukan koordinasi yang baik
antara pihak perusahaan dengan pihak bank .
Setelah masalah inti perusahaan ditemukan maka langkah
selanjutnya adalah penentuan formulasi yang tepat oleh Bank untuk
perusahaan termaksud guna penyelamatan dan atau penyelesaian
kredit bermasalah.

Penentuan formulasi tersebut didahului dengan
penggolongan debitur dalam kriteria kriteria sebagai berikut
Prospek Usaha
Itikad Debitur
Agunan kredit

Secara umum kepada debitur yang memiliki kredit bermasalah,
Bank memberikan formulasi penyelamatan
sebagai berikut
penyelesaian kreditI. Formulasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk
debitur - debitur dengan kondisi dibawah ini
a. Usaha debitur masih memiliki Prospek yang positif.
b . Debitur memiliki itikad positif
c. Agunan kredit yang diberikan positif,
adalah sebagai berikut

t. Ucschcdullng
Yang dimak sud disinl adalah pemberian
terhadap jadwal pembayaran kredit
kelonggaran
2. llcstructurlng
memberikan keringanan-keringanan dalam pemenuhan kewajiban kredit scbagai berikut
a. Penurunan tingkat suku bunga.
b. Pengurangan jumlah bunga yang harus dibayar.
c. Keringanan berupa penghapusan atas denda yang dikenakan
karena menunggak.
d. Penundaan pembayaran bunga baik atas bunga yang
tertunggak maupun atas bunga yang berjalan.
3. Pemberian Tambahan Kredit Modal Kerja
Tambahan Modal Kerja dapat diberikan apabila dipandang
perlu. Oalam hal ini Bank sepakat bahwa penyebab kesulitan
keuangan debitur adalah kurangnya modal kerja
untuk mendukung kelancaran usahanya.
4.Pemberian Tambahan Kredit Investasi
Seperti halnya tambahan Kredit Modal Kerja, Bank dapat
pula memberikan tambahan Kredit Investasi bila Bank
sepakat bahwa untuk dapat memperbaiki kondisi usaha
debitur diperlukan kelengkapan sarana, tambahan mesinmesin,
peningkatan teknologi dan Investasi-investasi
1ainnya.
Formulasi
C. Dana investasi sesuai kebutuhan perusahaan gak ke baca

II . Formaulasi penyelaaatan dan atau penyelesaian kredit untuk
debitur debitur dengan kondisi dibawah ini
a. Usaba debitur masih memlliki Prospek yang positif
b. Debitur memilikl itikad positif
c. Agunan kredit yang diserahkan negatif,
adalah sebagai berikut
1. Sama dengan butirdiatas.
2. Peningkatan agunan baik dari jenis, nilai maupun pengikat
an
diatas .

sebagai syarat pemberian fasilitas

debitur debitur dengan kondisi dibawah ini
k . Prospek yang positif
a. usaha debitur masih memiliki
b. Debitur memiliki itikad negatif
c. Agunan kredit yang diserahkan positif
adalah sebagai berikut
t. Meminta debitur untuk menyerahkan usahanya kepada
ketiga secara sukarela atau dengan prosedur hukum
li hkan usaha tersebut kepada pihak ketiga yang
Handal Capable.
pihak
mengadinilai
2 . meminta debitur untuk menjual agunannya secara sukarela
atau melalui prosedur hukum sita dan lelang .
IV . Formulasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk
debitur debitur dengan kondisi dibawah ini
a . Usaha debitur masih memiliki Prospek yang positif
b . Debitur memiliki itikad negatif
c. Agunan kredit yang diserahkan negatif
adalah sebagai berikut
1 . Meminta debitur untuk menyerahkan usahanya kepada pihak
ketiga secara sukarela atau dengan prosedure hukum mengalihkan
usaha tersebut kepada pihak ketiga
handal Capable.
yang
2. Peningkatan agunan baik dari jenis, nilai maupun
katan sebagai syarat pengalihan tersebut .

meminta debitur untuk mengupayakan dana untuk menyelesaikan
kred i tnya dari sumber sumber lain .
III.Populasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk
debitur - debitur dengan kondisi dibawah ini
a. Usaha debitur memiliki Prospek yang negatif
b. Debitur memiliki itikad negatif
c. Agunan kredit yang diserahkan negatif
adalah sebagai berikut

Mengupayakan penyelesaian kredit melalui prosedur hukum
melalui pengadilan.
Selain pemberian fasilitas-fasilitas Rescheduling, Restructambahan
kredit modal kerja ataupun tambahan kredit
investasi bagi debitur yang kondisi usahanya masih memiliki
prospek yang positif, hal yang terpenting adalah pembenahan
masalah inti yang menyebabkan debitur mengalami kesulitan untuk
memenuhi kewajibannya kepada Bank.
Selanjutnya adalah penentuan strategi yanng tepat untuk
penyimpangan tersebut sesuai masalahnya.

VI.
penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk
debitur debitur dengan kondisi dibawah ini
a. Csaha debitur memiliki Prospek yang negatif
b . Debitur memlliki itikad positif
c . Agunan kredit yang diberikan positif
adalah sebagai berikut
Meminta debitur menjual asset perusahaannya
serta anggaran lainnya yang di gunakan untuk menyelesaikan
seluruh kewajiban kreditnya.

Formulasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk
debitur - debitur dengan kondisi dibawah ini
a. Usaha debitur memiliki Prospek yang negatif
b . Debitur memiliki itikad negatif
c. Agunan kredit yang diserahkan positif
adalah sebagai berikut
Meminta debitur untuk menjual agunannya secara sukarela atau
melalui prosedur hukum sita dan lelang melalui pengadilan
atau suatu badan yang berwenang dalam hal tersebut yaitu
Badan Urusan dan Piutang Negara BUPLN

VII. Formulasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk
debitur debitur dengan kondisi dibawah ini
a. Usaha debitur memiliki Prospek yang negatif
b. Debitur memiliki itikad positif
c. Agunan kredit yang diserahkan negatif
adalah sebagai berikut
meminta debitur untuk mengupayakan dana untuk menyelesaikan
kreditnya dari sumbersumber lain .

VIII. formulasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk
debitur debitur dengan kondisi dibawah ini
a. Usaha debitur memiliki Prospek yang negatif
b. Debitur memiliki itikad negatif
c. Agunan kredit yang diserahkan negatif
adalah sebagai berikut
Mengupayakan penyelesaian kredit melalui prosedur hukum
melalui pengadilan.
Selain pemberian fasilitas fasilitas Rescheduling, Restructambahan
kredit modal kerja ataupun tambahan kredit
investasi bagi debitur yang kondisi usahanya masih memiliki
prospek yang positif, hal yang terpenting adalah pembenahan
masalah inti yang menyebabkan debitur mengalami kesulitan untuk
memenuhi kewajibannya kepada Bank.

Selanjutnya adalah penentuan strategi yanng tepat untukpenyimpangan tersebut sesuai masalahnya.


004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[15-18-307599053]
053[15-18-307599053]
082
090T-pdf
100Sanila S. Rivai, author
110
111
240
245|a Strategi pengelolaan kredit bermasalah identifikasi masalah inti dan penentuan strategi pemecahan masalah |c
246
250
260
260|a |b |c 1997
270
300xv, 104 pages : illustration ; 30 cm + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337computer (rdamedia)
338online resources (rdamedia)
340
362
490
500
502Tesis
504pages 92-93
515
520ABSTRAK
Perbankan adalah suatu lembaga yang terdiri dan beroperasi berdasarkan kepercayaan. Oleh sebab itu memelihara kepercayaan tersebut dengan sebaik mungkin merupakan faktor penting bagi lembaga ini

pemberian kredit merupakan salah satu kegiatnn utama dari lembaRa perbankan yang timbul karena manusia sebagai makhluk sosial berusaha memenuhi kebutuhnnnya yang beraneka ragam sementara kemampuannya terbatas.

Untuk menjembatani perbedaan tersebut dibutuhkan bantuan pe rmodalan yang disebut kredit dari suatu lembaga yang memiliki kelebihan dana sebagai hasil pemupukan dana dari pihak ketiga. Sesungguhnya kata kredit itu sendiri berasal dari kata latin yaitu Creditum atau kata Yunani yaitu Credo yang artinya adalah kepercayaan. Namun tidak selalu kepercayaan yang mendasari suatu pemberian kredit tersebut terjaga. seringkali terjadi pelanggaran sehingga timbul kredit bermasalah.

Dalam pemberian kredit terdapat suatu tingkat resiko oleh karenanya Bank perlu mengambil langkah pengamanan menghilangkan atau setidaknya memperkecil resiko yang mungkin timbul. Selain melakukan pengamanan secara hukum seperti tan Perjanjian Kredit, Penguasaan dan Pengikatan Agunan berupa jaminan kebendaan atau non kebendaan yang diberikan oleh debitur untuk menjamin kredit yang diterimanya dari Bank, perlu pula dilakukan pemantauan secara teratur dan terus menerus terhadap pemenuhan kewajiban-kewajiban kredit.

Hal Pcnting lainnya yang perlu d1lakukan oleh Bank aclalah memantau kondJsi perusahaan penerima kredit agar dapat mendeteksi secara dini semua gejala-gejala timbulnya kredit bermasalah bank dapat mengatasinya .

Sebagai ilustrasi dalam karya akhir ini penulis menguraikan dan memperbandingkan 2 dua buah perusahaan yang dalam perjalanannya usahanya mengalami permasalahan dalam pemenuhan kewajiban kreditnya .

Disini dilakukan analisa analisa dimulai dari analisa atas laporan keuangan yang walaupun merupakan suatu Analisa yang naif. namun tetap merupakan langkah awal yang dilakukan bank terhadap kondisi pe rusahaan debitur. Tehnik yang akan digunakan disini dalam analisa laporan keuangan adalah 1. Analisa Trend Membandingkan ratio ratio dari laporan keuangan 3 tahun terakhir untuk melihat kecenderungan kondisi usaha debitur apakah membaik atau memburuk. 2. Analisa Sumber dan penggunaan Meneliti pos pos dalam neraca guna mengetahui darimana dana bersumber dan kemana penggunaannya . Hal ini perlu dilakukan guna mengerti arti yang sebenarnya dari perubahan Neraca dan Laporan Rugi Laba debitur dengan mempelajari penyebab dari perubahan tersebut. Setiap peningkatan dari suatu asset berarti ada penurunan atau peningkatan dari asset lainnya atau hutang atau modal. 3. Analisa atas Rencana Anggarn Debitur meliputi suatu anallsa atas rencana usahanya untuk periode tertentu dimasa datang dan bagaimana pengaruhnya terhadap keuangan debitur. Setelah dari analisa diatas kita memperoleh data mengenai masalah keuangan yang ada pada perusahaan debitur. selanjutnya kita me lakukan analisa lebih lanjut mengenai penyebab dari masalah keuangan tersebut dengan mencari hubungannya dengan kondisi non keuangan di pe rusahaan tersebut yaitu dengan melakukan analisa strategi manajemen sebagai berikut 4. Analisa Internal Perusahaan Analisa atas kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dengan mempe rhatikan faktor faktor kunci dari kekuatan dan kelemahan tersebut yaitu Pemasaran PRoduksi dan atau operasi perusahaan secara keseluruhan Modal Kerja dan atau masalah keuangan lainnya. 5. Analisa Lingkungan Eksternal Perusahaan Analisa atas faktor - faktor eksternal yaitu faktor faktor diluar kendali control perusahaan yang me rupakan ancaman. menimbulkan kesulitan dalam menjalankan usaha perusahaan, mengakibatkan suatu lingkungan industri menjadi sakit. Dilain pihak juga perlu dianalisa faktor faktor eksternal yang memberikan peluang bagi perusahaan untuk menyelamatkan usahanya.

Sebelum masuk kepada pemberian formulasi yang tepat untuk penyelamatan dan atau penyelesaian kredit be rmasalah, langkah pe rtama yang harus dilakukan adalah menemukan masalah inti yang di hadapi perusahaan berdasarkan analisa - analisa di atas. Dalam hal ini perlu dilakukan koordinasi yang baik antara pihak perusahaan dengan pihak bank . Setelah masalah inti perusahaan ditemukan maka langkah selanjutnya adalah penentuan formulasi yang tepat oleh Bank untuk perusahaan termaksud guna penyelamatan dan atau penyelesaian kredit bermasalah.

Penentuan formulasi tersebut didahului dengan penggolongan debitur dalam kriteria kriteria sebagai berikut Prospek Usaha Itikad Debitur Agunan kredit

Secara umum kepada debitur yang memiliki kredit bermasalah, Bank memberikan formulasi penyelamatan sebagai berikut penyelesaian kreditI. Formulasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk debitur - debitur dengan kondisi dibawah ini a. Usaha debitur masih memiliki Prospek yang positif. b . Debitur memiliki itikad positif c. Agunan kredit yang diberikan positif, adalah sebagai berikut

t. Ucschcdullng Yang dimak sud disinl adalah pemberian terhadap jadwal pembayaran kredit kelonggaran 2. llcstructurlng memberikan keringanan-keringanan dalam pemenuhan kewajiban kredit scbagai berikut a. Penurunan tingkat suku bunga. b. Pengurangan jumlah bunga yang harus dibayar. c. Keringanan berupa penghapusan atas denda yang dikenakan karena menunggak. d. Penundaan pembayaran bunga baik atas bunga yang tertunggak maupun atas bunga yang berjalan. 3. Pemberian Tambahan Kredit Modal Kerja Tambahan Modal Kerja dapat diberikan apabila dipandang perlu. Oalam hal ini Bank sepakat bahwa penyebab kesulitan keuangan debitur adalah kurangnya modal kerja untuk mendukung kelancaran usahanya. 4.Pemberian Tambahan Kredit Investasi Seperti halnya tambahan Kredit Modal Kerja, Bank dapat pula memberikan tambahan Kredit Investasi bila Bank sepakat bahwa untuk dapat memperbaiki kondisi usaha debitur diperlukan kelengkapan sarana, tambahan mesinmesin, peningkatan teknologi dan Investasi-investasi 1ainnya. Formulasi C. Dana investasi sesuai kebutuhan perusahaan gak ke baca

II . Formaulasi penyelaaatan dan atau penyelesaian kredit untuk debitur debitur dengan kondisi dibawah ini a. Usaba debitur masih memlliki Prospek yang positif b. Debitur memilikl itikad positif c. Agunan kredit yang diserahkan negatif, adalah sebagai berikut 1. Sama dengan butirdiatas. 2. Peningkatan agunan baik dari jenis, nilai maupun pengikat an diatas .

sebagai syarat pemberian fasilitas

debitur debitur dengan kondisi dibawah ini k . Prospek yang positif a. usaha debitur masih memiliki b. Debitur memiliki itikad negatif c. Agunan kredit yang diserahkan positif adalah sebagai berikut t. Meminta debitur untuk menyerahkan usahanya kepada ketiga secara sukarela atau dengan prosedur hukum li hkan usaha tersebut kepada pihak ketiga yang Handal Capable. pihak mengadinilai 2 . meminta debitur untuk menjual agunannya secara sukarela atau melalui prosedur hukum sita dan lelang . IV . Formulasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk debitur debitur dengan kondisi dibawah ini a . Usaha debitur masih memiliki Prospek yang positif b . Debitur memiliki itikad negatif c. Agunan kredit yang diserahkan negatif adalah sebagai berikut 1 . Meminta debitur untuk menyerahkan usahanya kepada pihak ketiga secara sukarela atau dengan prosedure hukum mengalihkan usaha tersebut kepada pihak ketiga handal Capable. yang 2. Peningkatan agunan baik dari jenis, nilai maupun katan sebagai syarat pengalihan tersebut .

meminta debitur untuk mengupayakan dana untuk menyelesaikan kred i tnya dari sumber sumber lain . III.Populasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk debitur - debitur dengan kondisi dibawah ini a. Usaha debitur memiliki Prospek yang negatif b. Debitur memiliki itikad negatif c. Agunan kredit yang diserahkan negatif adalah sebagai berikut

Mengupayakan penyelesaian kredit melalui prosedur hukum melalui pengadilan. Selain pemberian fasilitas-fasilitas Rescheduling, Restructambahan kredit modal kerja ataupun tambahan kredit investasi bagi debitur yang kondisi usahanya masih memiliki prospek yang positif, hal yang terpenting adalah pembenahan masalah inti yang menyebabkan debitur mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya kepada Bank. Selanjutnya adalah penentuan strategi yanng tepat untuk penyimpangan tersebut sesuai masalahnya.

VI. penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk debitur debitur dengan kondisi dibawah ini a. Csaha debitur memiliki Prospek yang negatif b . Debitur memlliki itikad positif c . Agunan kredit yang diberikan positif adalah sebagai berikut Meminta debitur menjual asset perusahaannya serta anggaran lainnya yang di gunakan untuk menyelesaikan seluruh kewajiban kreditnya.

Formulasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk debitur - debitur dengan kondisi dibawah ini a. Usaha debitur memiliki Prospek yang negatif b . Debitur memiliki itikad negatif c. Agunan kredit yang diserahkan positif adalah sebagai berikut Meminta debitur untuk menjual agunannya secara sukarela atau melalui prosedur hukum sita dan lelang melalui pengadilan atau suatu badan yang berwenang dalam hal tersebut yaitu Badan Urusan dan Piutang Negara BUPLN

VII. Formulasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk debitur debitur dengan kondisi dibawah ini a. Usaha debitur memiliki Prospek yang negatif b. Debitur memiliki itikad positif c. Agunan kredit yang diserahkan negatif adalah sebagai berikut meminta debitur untuk mengupayakan dana untuk menyelesaikan kreditnya dari sumbersumber lain .

VIII. formulasi penyelamatan dan atau penyelesaian kredit untuk debitur debitur dengan kondisi dibawah ini a. Usaha debitur memiliki Prospek yang negatif b. Debitur memiliki itikad negatif c. Agunan kredit yang diserahkan negatif adalah sebagai berikut Mengupayakan penyelesaian kredit melalui prosedur hukum melalui pengadilan. Selain pemberian fasilitas fasilitas Rescheduling, Restructambahan kredit modal kerja ataupun tambahan kredit investasi bagi debitur yang kondisi usahanya masih memiliki prospek yang positif, hal yang terpenting adalah pembenahan masalah inti yang menyebabkan debitur mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya kepada Bank.

Selanjutnya adalah penentuan strategi yanng tepat untukpenyimpangan tersebut sesuai masalahnya.
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Deposit]
650Strategic
653Kredit; Credo
700Jan Hoesada, supervisor
710Universitas Indonesia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856
866
900
902
903[]