UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership)

Kemampuan anak-anak pada tahap controlled scribble dan tahap schematic dalam menggambar bentuk-bentuk geometris.

Nomor Panggil S2809
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Penerbitan 2002
Program Studi
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media unmediated (rdamedia); computer (rdamedia)
Tipe Carrier volume (rdacarrier); online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik xi, 103 pages ; 28 cm + appendix
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
  • Tampilan MARC
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S2809 14-19-715734154 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20485461
ABSTRAK
Anak-anak usia 3 hingga 6 tahun mengalami kemajuan yang sangat pesat
dalam keterampilan-keterampilan motoiik, balk motorik kasar maupun motorik
halus. Beberapa orang ahli mengajukan pendapatnya tentang tahap-tahap
perkembangan menggambar pada anak-anak usia tersebut, antara lain Verna
Hildebrand (1975) menggolongkan anak usia 3 tahun dalam tahap controlled
scribble dan pada umumnya mereka sudah dapat menghasilkan lingkaran,
sedangkan anak usia 5 tahun pada tahap schematic di mana mereka sudah dapat
membuat gambar orang secara lengkap (dalam Mardijanti, 1982). Menurut Spodek (1972), kesiapan untuk membaca pada seorang anak
dipengaruhi antara lain oleh keterampilan dalam melakukan diskriminasi auditori
dan diskriminasi visual. Diskriminasi visual maupun koordinasi motorik halus
terlibat dalam m&ag-copy bentuk-bentuk geometris, pola-pola garis yang tidak
teratur, titik atau lingkaran, dan huruf-huruf alfabet. Dengan demikian, untuk
mengetahui kemampuan diskriminasi visual maupun koordinasi motorik halus
pada anak-anak usia 3 tahun maupun 5 tahun, mereka diberi tugas va&n^-copy
bentuk-bentuk geometris sederhana yang diperlihatkan kepada mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode transversal atau metode
cross-sectional karena menggunakan subyek penelitian dari tahap usia yang
berbeda yaitu tahap controlled scribble dan tahap schematic. Subyek penelitian
kelompok anak yang berada pada tahap controlled scribble usia 3-0 hingga 3-11
tahun diainbil dari anak-anak yang ada dalam Kelompok Bermain dan subyek
penelitian kelompok anak-anak yang berada pada tahap schematic usia 5-0 hingga 5-11 tahun menggunakan anak Taman Kanak-Kanak di Bekasi. Alat ukur
yang digunakan adalah The Developmental Test of Visual-Motor Integration
(VMl) yang lerdiri dari 24 bentuk geometris yang harus (W-copy dcngan
menggunakan kertas dan pensil untuk mengukur tingkat persepsi visual dan
perilaku motorik yang terintegrasi pada anak-anak, khususnya untuk anak
prasekolah dan tingkat awal masa sekolah (Beery, 1967). Mengingat usia anak maka dalam penelitian ini dilakukan administrasi
individual oleh 2 orang psikolog yang sekaiigus akan memberikan penilaian
terhadap hasil tes VMI tersebut secara bergantian agar dapat dilakukan
perhitungan "Kappa" (Howell, 1997) untuk menguji reliabilitas antar penilai
(interrater reliability). Pengolahan dengan menggunakan uji-t antara mean standard score untuk
kelompok anak dalam tahap controlled scribble usia 3-0 hingga 3-11 tahun dan
kelompok anak dalam tahap schematic usia 5-0 hingga 5-11 tahun terbukti ada
perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok tersebut dalam
kemampuannya untuk menggambar bentuk-bentuk geometris (Guilford &
Fruchter, 1978). Berdasarkan hasil penelitian ini tentunya akan dapat dilakukan penelitian
lebih lanjut agar dapat diketahui gambaran kemampuan rata-rata subyek
berdasarkan kondisi demografisnya, misalkan kelompok subyek yang berada
pada tahap schematic dan tinggal di kota-kota besar dengan kelompok subyek
yang berada pada tahap yang sama naihun tinggal di daerah pedesaan, antara
kelompok subyek yang berada pada tahap controlled scribble dan telah mengikuti
kegiatan di dalam Kelompok Bermain dengan kelompok subyek yang berada
pada tahap yang sama tetapi sama sekali tidak pemah masuk dalam Kelompok
Bermain, atau antara sampel yang berasal dari Taman Kanak-kanak yang
menggunakan aplikasi metode Montessori dengan sampel dari Taman Kanakkanak
yang tidak menggunakan aplikasi metode Montessori. Perlunya penelitian lebih lanjut menggunakan jumlah sampel lebih besar
dan rentang usia lebih panjang untuk dapat menentukan urutan bentuk-bentuk
geometris sesuai dengan derajat kesulitarmya. Khusus untuk para pendidik,
hendaknya memberikan atau mengenalkan konsep-konsep tentang bentuk-bentuk
geometris dasar (misalkan lingkaran, segi tiga, bujur sangkar) terlebih dahulu
sebelum mengajarkan bentuk-bentuk huruf kepada anak didiknya agar mereka
lebih terbiasa dengan nama dan bentuk-bentuk geometris tersebut maupun nama
dan bentuk-bentuk huruf.
004
020
022
040LibUI ind rda
041ind
049[14-19-715734154]
053[14-19-715734154]
082
090S2809
100Uttytya Dewi Tjandrasari, author
110
111
240
245|a Kemampuan anak-anak pada tahap controlled scribble dan tahap schematic dalam menggambar bentuk-bentuk geometris. |c
246
250
260
260|a |b |c 2002
270
300xi, 103 pages ; 28 cm + appendix
310
321
336text (rdacontent)
337unmediated (rdamedia); computer (rdamedia)
338volume (rdacarrier); online resource (rdacarrier)
340
362
490
500
502Skripsi
504pages 102-103
515
520ABSTRAK
Anak-anak usia 3 hingga 6 tahun mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam keterampilan-keterampilan motoiik, balk motorik kasar maupun motorik halus. Beberapa orang ahli mengajukan pendapatnya tentang tahap-tahap perkembangan menggambar pada anak-anak usia tersebut, antara lain Verna Hildebrand (1975) menggolongkan anak usia 3 tahun dalam tahap controlled scribble dan pada umumnya mereka sudah dapat menghasilkan lingkaran, sedangkan anak usia 5 tahun pada tahap schematic di mana mereka sudah dapat membuat gambar orang secara lengkap (dalam Mardijanti, 1982). Menurut Spodek (1972), kesiapan untuk membaca pada seorang anak dipengaruhi antara lain oleh keterampilan dalam melakukan diskriminasi auditori dan diskriminasi visual. Diskriminasi visual maupun koordinasi motorik halus terlibat dalam m&ag-copy bentuk-bentuk geometris, pola-pola garis yang tidak teratur, titik atau lingkaran, dan huruf-huruf alfabet. Dengan demikian, untuk mengetahui kemampuan diskriminasi visual maupun koordinasi motorik halus pada anak-anak usia 3 tahun maupun 5 tahun, mereka diberi tugas va&n^-copy bentuk-bentuk geometris sederhana yang diperlihatkan kepada mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode transversal atau metode cross-sectional karena menggunakan subyek penelitian dari tahap usia yang berbeda yaitu tahap controlled scribble dan tahap schematic. Subyek penelitian kelompok anak yang berada pada tahap controlled scribble usia 3-0 hingga 3-11 tahun diainbil dari anak-anak yang ada dalam Kelompok Bermain dan subyek penelitian kelompok anak-anak yang berada pada tahap schematic usia 5-0 hingga 5-11 tahun menggunakan anak Taman Kanak-Kanak di Bekasi. Alat ukur yang digunakan adalah The Developmental Test of Visual-Motor Integration (VMl) yang lerdiri dari 24 bentuk geometris yang harus (W-copy dcngan menggunakan kertas dan pensil untuk mengukur tingkat persepsi visual dan perilaku motorik yang terintegrasi pada anak-anak, khususnya untuk anak prasekolah dan tingkat awal masa sekolah (Beery, 1967). Mengingat usia anak maka dalam penelitian ini dilakukan administrasi individual oleh 2 orang psikolog yang sekaiigus akan memberikan penilaian terhadap hasil tes VMI tersebut secara bergantian agar dapat dilakukan perhitungan "Kappa" (Howell, 1997) untuk menguji reliabilitas antar penilai (interrater reliability). Pengolahan dengan menggunakan uji-t antara mean standard score untuk kelompok anak dalam tahap controlled scribble usia 3-0 hingga 3-11 tahun dan kelompok anak dalam tahap schematic usia 5-0 hingga 5-11 tahun terbukti ada perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok tersebut dalam kemampuannya untuk menggambar bentuk-bentuk geometris (Guilford & Fruchter, 1978). Berdasarkan hasil penelitian ini tentunya akan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut agar dapat diketahui gambaran kemampuan rata-rata subyek berdasarkan kondisi demografisnya, misalkan kelompok subyek yang berada pada tahap schematic dan tinggal di kota-kota besar dengan kelompok subyek yang berada pada tahap yang sama naihun tinggal di daerah pedesaan, antara kelompok subyek yang berada pada tahap controlled scribble dan telah mengikuti kegiatan di dalam Kelompok Bermain dengan kelompok subyek yang berada pada tahap yang sama tetapi sama sekali tidak pemah masuk dalam Kelompok Bermain, atau antara sampel yang berasal dari Taman Kanak-kanak yang menggunakan aplikasi metode Montessori dengan sampel dari Taman Kanakkanak yang tidak menggunakan aplikasi metode Montessori. Perlunya penelitian lebih lanjut menggunakan jumlah sampel lebih besar dan rentang usia lebih panjang untuk dapat menentukan urutan bentuk-bentuk geometris sesuai dengan derajat kesulitarmya. Khusus untuk para pendidik, hendaknya memberikan atau mengenalkan konsep-konsep tentang bentuk-bentuk geometris dasar (misalkan lingkaran, segi tiga, bujur sangkar) terlebih dahulu sebelum mengajarkan bentuk-bentuk huruf kepada anak didiknya agar mereka lebih terbiasa dengan nama dan bentuk-bentuk geometris tersebut maupun nama dan bentuk-bentuk huruf.
533
534
536
546Bahasa Indonesia
590[Deposit]
650
653
700Ediasri T. Atmodiwirjo, supervisor
710Universitas Indonesia. Fakultas Psikologi
711
850Universitas Indonesia
852Perpustakaan UI, Lantai 3
856
866
900
902
903[]