Deskripsi Lengkap :: Kembali

UI - Skripsi (Membership) :: Kembali

UI - Skripsi (Membership)

Coping dan dukungan sosial dalam menghadapi perceraian orang tua pada remaja

Nomor Panggil S-pdf
Pengarang
Pengarang/kontributor lain
Penerbitan [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2008
Program Studi
Kata Kunci :  
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text (rdacontent)
Tipe Media computer (rdamedia)
Tipe Carrier online resource (rdacarrier)
Deskripsi Fisik x, 108 pages ; 28 cm + appendix
Catatan Bibliografi pages 106-108
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Membership)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
S-pdf 14-19-490381841 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20496968
ABSTRAK
Perceraian orang tua merupakan salah satu peristiwa yang dapat menimbulkan stres bagi remaja dalam keluarga tersebut Untuk menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkan oleh perceraian orang tua, remaja akan melakukan coping. Salah satu sumber daya yang penting dalam coping adalah dukungan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini ingin melihat coping yang dilakukan oleh remaja dari keluarga bercerai serta dukungan sosial yang diterimanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan (fora yang digunakan adalah wawancara mendalam. Partisipan penelitian ini adalah anak dari keluarga bercerai yang berusia 11 hingga 23 tahun. Orang tua mendapat hak asuh juga belum menikah lagi. Jumlah partisipan penelitian ini adalah 2 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. Dari analisis yang dilakukan terhadap hasil wawancara, disimpulkan bahwa: 1) dampak perceraian yang terjadi sebelum orang tua bercerai bersumber dari konflik antara kedua orang tua; 2) setelah orang tua bercerai, semua partisipan menghadapi permasalahan yang berbeda, tapi berhubungan dengan hilangnya salah satu figur orang tua dari rumah; 3) setelah periode krisis, sebagian besar partisipan sudah mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pasca perceraian; 4) jenis coping yang banyak digunakan adalah emolion-focused coping; 3) sumber dukungan sosial yang paling berperan adalah dari keluarga; 6) bentuk dukungan sosial yang penting bagi partisipan adalah dukungan emosional.


ABSTRACT
Parental divorce can be a very stressful event for adolescent children of the family. In dealing with divorce and its effects, adolescent will cope with it One important resource for coping is social support. So, this research is aim to see how does adolescent cope with parental divorce and the social support they get. This research applied qualitative method with in-depth interview for data collecting. Participants of this research are 11 to 23 years old children of divorce. Custodial parent of participant should not be remarried. The amount of participant is two women and a man. The following are the research results: 1) divorce effects before the actual divorce occurs are caused by parental conflict; 2) after parents are legally divorce, participants face different problems but most of them are come from parental loss; 3) after crisis period most of participant has adjusted to divorce effects; 4) emotion-focused coping is the most common used coping; S) family is the most important source of social support; 6) emotional support is the most important form of support.