UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership)

Analisis serikat pekerja plural dan kaitannya dengan sistem hubungan industrial di indonesia : Studi kasus di wilyah jabotabek

Nomor Panggil T-pdf
Pengarang
Pengarang lain/Kontributor
Subjek
Penerbitan 2001
Program Studi
Kata Kunci
 Info Lainnya
Pengarang
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text
Tipe Media computer
Tipe Carrier online resource
Deskripsi Fisik viii, 136 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Catatan Bibliografi page 116-119
Naskah Ringkas
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, lantai 3
  • Ketersediaan
  • File Digital: 1 (Membership)
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
T-pdf 15-20-662385014 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20503884
ABSTRAK
Meskipun usia serikat pekerja di Indonesia sudah hampir 100 tahun namun
sampai saat mi masih lemah clan beluni menjadi kekuatan yang handal dalam
memperjuangkan aspirasi clan kesejahteraan pekerja Diratifikasinya Konvensi
ILO No 87 Tahun 1948 pada tahun 1998 telah membawa perubahan mendasar
clan menimbulkan paradigma baru dalam hubungan industrial di tanah air Hal mm
ditandai dengan berdirinya 37 federasm serikat pekerja 56 serikat pekerja BUMN
clan ratusan serikat pekerja perusahaan swasta nasional (data sampam akhir
tahun 2000) Namun secara substantif sampam saat mi belum memberikan
perubahan berarti terhadap kehidupan buruh.

Penelitian mm dilakukan dengan memakai data sekunder dan primer Data
sekunder clan BPS clan Depnaker dengan metode analisa kuantitatif
menggunakan teknik statistik sederhana Data primer mengambml kasus di
JABOTABEK dengan 60 responden yang bersifat trmpartit yaitu pekerja/serikat
pekerja pengusaha clan pemermntah dengan memakai analisa kualitatif Sampel
yang dipilih untuk pekerja/buruh clan pengusaha adalsh perusahaan yang sudah
ada serikat pekerja/buruhnya ada KKB dan bersifat padat karya sedangkan
untuk pejabat yaitu yang terkait dengan ketenagakerjaan Sebagam data
pendukung dilakukan pula diskusi kelonipok secara mendalam dengan 80
pekerja/buruh clan berbagai perusahaan di empat lokasi di JABOTABEK.

Dan analisis yang dilakukan baik yang didasarkan atas tulisan atau
lmteratur maupun temuan di lapangan menunjukkan bahwa lemahnya gerakan
serikat pekerja di Indonesia secara umum di pengaruhi antara lain kondisi
ketenagakerjaan yang tidak seimbang yaitu besarnya jumlah angkatan kerja
tmnggmnya angka pengangguran tingkat SMTA kebawah clan kondisi ekonomi
makro yang menurun Faktor lain perjuangan serikat pekerja cenderung bersifat
partial kurang terkoordinasi clan komprehensif serta Iebih banyak melakukan
aktivitas politik clan pada kegiatan pokoknya Sebab latnnya serikat pekerja di
satukan dalam wadah tunggal.

Temuan di lapangan menunjukkan meskipun pada beberapa perusahaan
dampak positif serikat pekerja plural telah dirasakan pekerja namun masalah
yang dihadapi pekerja juga masih banyak Dampak positif serikat pekerja plural
antara lain meningkatnya keinginan para pekerja/buruh untuk mendirikan serikat
pekerja mendorong serikat pekerja yang ada lebih aktif melakukan kegiatan
serta mendorong kenaikan upah clan kesejahteraan pekerja/buruh pelaksanaan
KKB clan produktivitas serta mendorong tumbuhnya demokrasi industrial clan
fungsi lembaga bipartit Masalah yang dihadapi ialah tekananhintimidasi kepada
pekerja/buruh agar tidak mendirikan serikat pekerja tekanan agar tidak
melakukan aksi-aksi massal sistem kerja kontrak clan sub kontrak yang banyak
dilakukan perusahaan menjadikan UMR sebagai upah standar clan pembayaran
upah di bawah UMR serta disiplin clan eksploitasi tenaga buruh secara
berlebihan.