Deskripsi Lengkap :: Kembali

Artikel Jurnal :: Kembali

Artikel Jurnal

Penentuan Jaringan Sumur Pantau Primer dengan Metode Inverse Distance Weighting di Cekungan Air Tanah Jakarta / by Wulan Seizarwati, Derry Prasetya

Nomor Panggil 551 JSDA 15:2 (2019)
Pengarang
Subjek
Penerbitan Bandung : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 2019
Kata Kunci :  
 Info Lainnya
Sumber PengataloganLibUI ind rda (edit)
ISSN19070276
Majalah/JurnalJurnal Sumber Daya Air
VolumeVol. 15, No. 2 November 2019: Hal. 95-106
Tipe Konten text
Tipe Media unmediated
Tipe Carrier volume
Akses Elektronik
Institusi Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 4, R. Koleksi Jurnal
  • Ketersediaan
  • File Digital: 0
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
551 JSDA 15:2 (2019) 03-21-199533208 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20511784
ABSTRAK
Kebutuhan air baku di wilayah DKI Jakarta yang terus meningkat telah menyebabkan pengambilan air tanah yang berlebihan. Hal ini berdampak pada turunnya Muka Air Tanah (MAT) hingga level tertentu dan memunculkan kerucut penurunan MAT di sejumlah wilayah. Pengelolaan air tanah sebagai upaya memulihkan level MAT membutuhkan suatu sistem pemantauan air tanah yang terpadu. Pada saat ini
terdapat sekitar 161 sumur pantau air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta. Sumur-sumur tersebut pada umumnya dikategorikan sebagai jaringan sekunder, karena ditentukan berdasarkan aktivitas pengambilan air tanah. Sementara itu, jaringan primer yang representatif untuk memantau kondisi alamiah air tanah di tiap lapisan akuifer belum tersedia secara lengkap. Metode estimasi spasial Inverse Distance Weighting (IDW) diterapkan untuk menentukan jumlah dan distribusi sumur pantau primer berdasarkan geometri akuifer menggunakan perangkat lunak Groundwater Modeling System (GMS). Berdasarkan geometri akuifer yang dihasilkan dapat disusun zona-zona pemantauan dan jumlah sumur pantau di tiap zona. Terdapat 9 zona pemantauan di CAT Jakarta yang terdiri dari 1 zona dengan 1 sumur pantau, 2 zona dengan 2 sumur pantau, 3 zona dengan 3 sumur pantau, dan 3 zona dengan 4 sumur pantau, sehingga total sumur pantau primer untuk memantau kondisi alamiah air tanah CAT Jakarta adalah 26 sumur pantau. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemangku kepentingan untuk menentukan jaringan sumur
pantau yang representatif berdasarkan geometri akuifer dalam pengelolaan air tanah secara berkelanjutan.