Deskripsi Lengkap :: Kembali

Artikel Jurnal :: Kembali

Artikel Jurnal

Aspek Kelisanan dan Fungsi pada Mantra Bato Peter, Mitos Menstruasi, Mantra Prosesi Drojogan, dan Sastra Lisan Lawas / by Muhammad Fadli Muslimin

Nomor Panggil 400 JIKKT 7:2 (2019)
Pengarang
Subjek
Penerbitan Ambon: Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, 2019
Kata Kunci :  
 Info Lainnya
Kode Bahasa : Ind
ISBN : none
ISSN : 23391154
Edisi : none
Alamat Penerbit : none
Frekuensi Terbit : Dua kali setahun
Frekuensi Lama : none
Tgl. Terbit Awal : none
Catatan Seri : none
Catatan Umum : none
Catatan Jenis Karya : none
Catatan Bibliografi : none
Penyimpangan Penomoran : none
Catatan Suplemen : none
Program Studi/Jurusan : none
Catatan Reproduksi : none
Catatan Versi Asli : none
Sumber Koleksi : none
Volume, No, Tahun : none
Deskripsi Fisik : none
Jenis Kontent : teks
Jenis Media : unmediated
Jenis Wadah : volume (rdacarier)
Fail Dijital :
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI, Lantai 4 R. Koleksi Jurnal
  • Ketersediaan
  • File Digital: 0
  • Ulasan
  • Sampul
  • Abstrak
Nomor Panggil No. Barkod Ketersediaan
400 JIKKT 7:2 (2019) 03-21-361290728 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20511925
ABSTRAK
Penelitian ini mendiskusikan tentang aspek kelisanan dan fungsi yang terdapat pada 4 sastra lisan yang berwujud Mantra Bato Peter. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang aspek-aspek kelisanan dan fungsi sastra lisan tersebut. Metode yang digunakan ialahdeskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini meliputi, (1) Studi Kepustakaan dengan berfokus pada aspek kelisanan dan fungsi yang telah dikumpulkan dan dianalisis menggunakan teori dari Ruth Finneagan yang meliputi Composition, Transmission, Performance, dan Audience; dan teori fungsi dari Hutomo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa baik Mantra Bato Peter, mitos menstruasi, mantra prosesi Drojogan dan sastra lisan lawas memiliki komposisi yang terbentuk pada saat pertunjukan, pewarisan yang berkaitan dengan pemurnian pewarisan secara lisan, pertunjukan yang memuat kinerja lisan saat ditampilkan, dan audience yang melibatkan masyarakat lokal dalam proses pertunjukannya. Selain itu fungsi yang terdapat pada obyek material masing-masing sebagai hiburan masyarakat setempat, wadah pelarian dari himpitan hidup sehari-hari, pemaksa berlakunya norma-norma sosial, dan proyeksi peristiwa-peristiwa sosial.