001 Hak Akses (open/membership)membership
700 Entri Tambahan Nama OrangBudi Utomo, promotor; Sabarinah, co-promotor; Meiwita Paulina Budiharsana, examiner; Rita Damayanti, examiner; Tris Eryando, examiner; Wendy Hartanto, examiner; Sudibyo Alimoeso, examiner
336 Content Typetext (rdacontent)
264b Nama PenerbitFakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
710 Entri Tambahan Badan KorporasiUniversitas Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat
049 No. Barkod07-21-916830094
504 Catatan Bibliografipages 119-128
852 LokasiPerpustakaan UI
338 Carrier Typeonline resource (rdacarrier)
590 Cat. Sumber Pengadaan Koleksi
903 Stock Opname
053 No. Induk07-21-916830094
Tahun Buka Akses2020
653 Kata KunciKB; unmet need; data kalender; faktor sosiodemografik
040 Sumber PengataloganLibUI ind rda
245 Judul UtamaTingkat dan Determinan Sosiodemografik Unmet need Keluarga Berencana di Indonesia: Analisis Data Survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2017 = Level and Determinant of Sociodemographic Unmet Need for Family Planning: Data Analysis of Indonesias Demographic Health A Survey in 2017
650 Subyek TopikFamily planning -- Government policy -- Indonesia; Demographic and Health Surveys analytical reports
264c Tahun Terbit2020
850 Lembaga PemilikUniversitas Indonesia
904b Pemeriksa Lembar KerjaYulianti2021
520 Ringkasan/Abstrak/Intisari

Abstrak

 

Unmet need KB merupakan kondisi perempuan aktif seksual yang ingin menunda atau membatasi kehamilan tetapi tidak menggunakan kontrasepsi. Penelitian ini mengkaji determinan sosiodemografik unmet need di Indonesia. Pengukuran unmet need menggunakan data SDKI 2017 dengan cara non-kalender yang mendasarkan pada status penggunaan kontrasepsi saat survei (11,7%), sedangkan cara kalender mendasarkan status penggunaan kontrasepsi dalam kurun waktu 69 bulan jelang survei (14,7%). Perbedaan sekitar 3% ini menyangkut tambahan hampir 1,6 juta perempuan berisiko kehamilan tidak diinginkan. Indonesia dengan konteks angka putus pakai kontrasepsi relatif tinggi, pengukuran unmet need KB cara kalender lebih sesuai dibanding cara non-kalender. Penguatan konseling oleh tenaga kesehatan, penataan pola pelayanan KB yang lebih sesuai diperkotaan, pemerataan pelayanan KB di seluruh wilayah Indonesia dan menjangkau masyarakat miskin diharapkan dapat menurunkan unmet need KB.

 


Abstract

 

Unmet need for family planning is a condition of sexually active women who want to delay or limit pregnancy but do not use contraception. This study examines the unmet need for sociodemographic determinants in Indonesia. Unmet need measurement uses IDHS 2017 by the non-calendar method which is based on the contraceptive use status during the survey (11.7%), while the calendar method is based on the status of contraceptive use within 69 months prior to the survey (14.7%). This difference of around 3% concerns the addition of nearly 1.6 million women at risk of unwanted pregnancy. In Indonesia with relatively high contraceptive discontinuation rate, the unmet need for family planning in the calendar method is more appropriate than the non-calendar method. Strengthening counseling by health workers, structuring patern family planning services that are more appropriate in urban areas, equitable distribution of family planning services throughout Indonesia, and reaching the poor are expected to reduce unmet need for family planning. 

090 No. Panggil SetempatD-pdf
d-Entri Utama Nama Orang
500 Catatan UmumTidak dapat diakses di UIANA, karena: akan ditulis dalam bahasa Inggris untuk dipersiapkan terbit pada Jurnal Internasional yaitu yang diprediksi akan dipublikasikan pada bulan tahun
337 Media Typecomputer (rdamedia)
d-Entri Tambahan Nama Orang
526 Catatan Informasi Program StudiIlmu Kesehatan Masyarakat
100 Entri Utama Nama OrangHariyanti, author
264a Kota TerbitDepok
300 Deskripsi Fisikxiv, 128 pages : illustration ; 28 cm + appendix
904a Pengisi Lembar KerjaSutiman
Akses Naskah Ringkas
856 Akses dan Lokasi Elektronik
502 Catatan Jenis KaryaDisertasi
041 Kode Bahasaind