001 Hak Akses (open/membership)membership
700 Entri Tambahan Nama OrangTommy Christomy, supervisor; Sunu Wasono, examiner; Nazarudin, examiner
336 Content Typetext (rdacontent)
264b Nama PenerbitFakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia
710 Entri Tambahan Badan KorporasiUniversitas Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya
504 Catatan Bibliografipages 27-29
852 LokasiPerpustakaan Lantai 3
338 Carrier Typeonline resource (rdacarrier)
Tahun Buka Akses
653 Kata Kuncicerita hantu; masa lalu; konflik; Pengucilan
040 Sumber PengataloganLibUI ind rda
245 Judul UtamaNarasi Pengucilan dan Kehadiran Tokoh Hantu dalam Novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga Karya Erni Aladjai = The Narrative of Excommunication and the Presence of Ghost Character in the Novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga by Erni Aladjai
264c Tahun Terbit2021
650 Subyek TopikIndonesian literature; Ghost stories
850 Lembaga PemilikUniversitas Indonesia
520 Ringkasan/Abstrak/IntisariKesusastraan yang menggambarkan latar atau yang ditulis oleh pengarang dari Indonesia timur menjadi semakin penting seiring dengan kesadaran masyarakat mengenai kesenjangan di daerah tersebut. Tulisan ini memenuhi kebutuhan tersebut dengan membahas novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga karya Erni Aladjai. Novel tersebut menggambarkan masyarakat dalam lingkungan pertanian cengkih di Maluku yang hidup dalam toleransi dan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan narasi pengucilan dan pemilihan tokoh hantu dalam novel tersebut, termasuk perannya dalam mediasi konflik ketika terbatas dengan kehadirannya sendiri. Penelitian ini menggunakan teori pendekatan sosiologi sastra dan teori konflik yang dilakukan dengan metode kualitatif dan berbasis studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa tokoh hantu dalam novel tersebut digunakan untuk memberikan petunjuk terkait konflik, mendukung keefektifan cerita, memicu kesan emosional, dan menggambarkan sejarah penindasan pada masa kolonial. Meskipun dinilai sebagai pilihan yang abnormal, kehadiran hantu dalam narasi pengucilan membangun hubungan paralel untuk menyiratkan gagasan pengarang tentang kritik sosial atas sikap represif masyarakat dalam menyuarakan kebenaran dan terobsesi dengan mistikisme. ......Literature that describes the setting or written by authors from eastern Indonesia is becoming increasingly important as there is public awareness of the gaps in this region. This paper fulfills this need by discussing the novel Haniyah dan Ala di Rumah Teteruga by Erni Aladjai. The novel describes the people in the clove farming environment in Maluku who live in tolerance and openness. This study aims to describe the narrative of excommunication and selection of the ghost character in the novel, including its role in conflict mediation when limited by its presence. This research uses a sociological approach to literature and conflict theory which is carried out using qualitative methods and based on library studies. This study found that the ghost character in the novel used to provide clues regarding the conflict, deliver the story more effectively, trigger emotional impressions, and describe the history of oppression in the colonial period. Even as an abnormal choice, the presence of ghosts in the excommunication narrative builds a parallel relationship to implying the author's idea of social criticism about society's repressive attitude towards speaking the truth and obsessed with mysticism.
090 No. Panggil SetempatMK-pdf
d-Entri Utama Nama Orang
500 Catatan UmumDapat diakses di UIANA (lib.ui.ac.id) saja
d-Entri Tambahan Nama Orang
337 Media Typecomputer (rdamedia)
526 Catatan Informasi Program StudiSastra Indonesia
100 Entri Utama Nama OrangAhmad Sulton Ghozali, author
264a Kota TerbitDepok
300 Deskripsi Fisik29 pages : illustration
Akses Naskah Ringkas
856 Akses dan Lokasi Elektronik
502 Catatan Jenis KaryaMakalah
041 Kode Bahasaind