700 Entri Tambahan Nama OrangSonya Puspasari Suganda, supervisor; Julia Wulandari, examiner; Dias Rifanza, examiner
001 Hak Akses (open/membership)membership
336 Content Typetext (rdacontent)
264b Nama PenerbitFakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia
710 Entri Tambahan Badan KorporasiUniversitas Indonesia. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
049 No. Barkod11-22-44262268
504 Catatan Bibliografipages 34-36
852 LokasiPerpustakaan UI
338 Carrier Typeonline resource (rdacarrier)
590 Cat. Sumber Pengadaan Koleksi
053 No. Induk11-22-44262268
Tahun Buka Akses
653 Kata Kuncimedia sosial; social media; pragmatik; pragmatic; Querdenken-711 (Stuttgart); tindak tutur ilokusi; illocutionary speech act; twitter
040 Sumber PengataloganLibUI ind rda
111 Entri Utama Nama Pertemuan
245 Judul UtamaTindak Tutur Ilokusi dalam Propaganda Antikebijakan Covid-19 pada Akun Twitter @Querdenken711 = Illocutionary Speech Acts in Anti-COVID 19 Policy Propaganda on Twitter Account @Querdenken711
650 Subyek TopikSocial media--Communication
264c Tahun Terbit2022
850 Lembaga PemilikUniversitas Indonesia
904b Pemeriksa Lembar Kerja
520 Ringkasan/Abstrak/IntisariPandemi COVID-19 menyebabkan setiap individu terpaksa melakukan komunikasi secara daring sehingga media sosial menjadi sarana komunikasi yang sering digunakan. Selain sebagai alat komunikasi, media sosial juga memiliki fungsi sebagai alat pencarian informasi. Dewasa ini, propaganda lebih banyak ditemukan di dalam media sosial daripada di media cetak. Penelitian ini menganalisis unggahan-unggahan propaganda antikebijakan COVID-19 pada akun Twitter @querdenken711 pada bulan Desember 2021 hingga Februari 2022. Pada penelitian ini, penulis menggunakan teori tindak tutur dari John Rogers Searle (1969) dan hanya berfokus pada tindak tutur ilokusi serta fungsi tindak tutur ilokusi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan data primer yang digunakan berupa kata, klausa, dan kalimat yang pada akun Twitter @querdenken711. Selama bulan Desember 2021 ? Februari 2022 terdapat 14 unggahan yang ditulis langsung oleh gerakan Querdenken-711 (Stuttgart) dan mengandung tindak tutur ilokusi. Bentuk tindak tutur ilokusi yang muncul adalah asertif, ekspresif, dan direktif. Bentuk tindak tutur asertif muncul sebanyak delapan unggahan. Kemudian, sebanyak dua buah unggahan mengandung tindak tutur ilokusi bentuk ekspresif dan sebanyak empat buah unggahan yang mengandung tindak tutur direktif. Kemudian, penulis menemukan enam buah fungsi tindak tutur, yaitu mengklaim, menegaskan, menyangkal, memberi informasi, mengucapkan terima kasih, dan mengundang. ......The COVID-19 pandemic has forced every individual to communicate online, therefore social media has become the most frequently used means of communication. Besides as a communication device, social media also has a function as a tool for finding information. Today, propaganda is found more in social media than in printed media. This study analyzes uploads of Anti-COVID policy on the Twitter account @querdenken711 from December 2021 to February 2022. The author used the data from December 2021 to February 2022 due to the German government is intensively vaccinating COVID-19 and the infection of Omicron variant has increased drastically. The author conducted this research based on the speech act theory of John Rogers Searle (1969) and only focuses on illocutionary speech acts and the function of illocutionary speech acts. This research is qualitative research with descriptive method research and the primary data of this research are words, clauses, and sentences which are on the Twitter account @querdenken711. During December 2021 - February 2022, there were 14 uploads which were written by Queerdenken-711 (Stuttgart) and containing illocutionary speech acts. The illocutionary speech acts that appear are assertive, expressive, and directive. There were eight uploads that contain assertive speech acts. Then, two uploads contain illocutionary speech acts in expressive form and four uploads contain directive speech acts. In addition, the authors found six functions of speech acts, namely claiming, affirming, denying, giving information, thanking, inviting
090 No. Panggil SetempatMK-pdf
d-Entri Utama Nama Orang
500 Catatan Umum
337 Media Typecomputer (rdamedia)
d-Entri Tambahan Nama Orang
526 Catatan Informasi Program StudiSastra Jerman
100 Entri Utama Nama OrangAditya Rizky Afriliano, author
264a Kota TerbitDepok
300 Deskripsi Fisik36 pages : illustration
904a Pengisi Lembar KerjaAdhityaN-Okt2022
Akses Naskah Ringkashttps://lib.ui.ac.id/unggah/
856 Akses dan Lokasi Elektronikhttps://lib.ui.ac.id/unggah/system/files/node/2021/2/aditya.rizky81/aditya_rizky_afriliano-makalah_non-seminar-unknown-full_text-.pdf
502 Catatan Jenis KaryaMakalah Non-Seminar
041 Kode Bahasaind