001 Hak Akses (open/membership) | membership |
700 Entri Tambahan Nama Orang | Suma Riella Rusdiarti, supervisor; Diah Kartini Lasman, examiner; Damar Jinanto Danusastro, examiner |
336 Content Type | text (rdacontent) |
264b Nama Penerbit | Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia |
710 Entri Tambahan Badan Korporasi | Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya |
049 No. Barkod | 11-23-39773572 |
504 Catatan Bibliografi | pages 20-21 |
852 Lokasi | Perpustakaan UI |
338 Carrier Type | online resource (rdacarrier) |
590 Cat. Sumber Pengadaan Koleksi | ;Deposit |
Tahun Buka Akses | |
053 No. Induk | 11-23-39773572 |
653 Kata Kunci | androsentrisme; androcentrism; kajian film; film studies; ketidaksetaraan gender; gender inequality; gynosentris; gynocentrism; seksisme; sexism |
111 Entri Utama Nama Pertemuan | |
040 Sumber Pengatalogan | LibUI ind rda |
245 Judul Utama | Kritik terhadap Gender-sentris dalam Film Je ne suis pas un homme facile (2018) karya Eleonore Pourriat = Gender-centric Criticism in Je ne suis pas un homme facile (2018) by Eleonore Pourriat |
264c Tahun Terbit | 2022 |
650 Subyek Topik | Gender equality -- France |
850 Lembaga Pemilik | Universitas Indonesia |
520 Ringkasan/Abstrak/Intisari | Prancis adalah negara modern dengan beragam masalah sosial dan populasi yang kompleks. Beberapa masalah di antaranya terkait isu kesetaraan gender, yang meningkat seiring dengan munculnya berbagai gerakan seperti #MeToo atau #BalanceTonPorc. Salah satu sutradara Prancis, Éléonore Pourriat, telah membuat beberapa film yang secara tematis membahas berbagai masalah ketidakadilan gender, seperti pelecehan seksual. Sebagai media, film berperan penting dalam konstruksi persepsi dan kesan tentang kondisi sosial suatu masyarakat. Melalui salah satu filmnya berjudul Je ne suis pas un homme facile, Pourriat memperlihatkan gambaran jika laki-laki menjadi target diskriminasi dan pelecehan di dunia dalam matriarkal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan struktur dramatik Gustav Freytag, unsur sinematik Boggs dan Petrie untuk menganalisis strategi naratif dan sinematografis, dan konsep androsentrisme oleh Charlotte Perkins Gilman untuk menganalisis gugatan atas androsentrisme dan gynosentrisme yang dihadirkan dalam film Je ne suis pas un homme facile. Hasil analisis menunjukkan bahwa melalui inversi peran gender, film Je ne suis pas un homme facile menghadirkan berbagai norma dan perilaku seksis yang telah dinaturalisasi, menjadi penyebab kuatnya dominasi laki-laki dalam masyarakat. Berbagai skenario dalam dominasi perempuan yang menunjukkan minimnya perubahan, memunculkan pemikiran tentang pentingnya pencapaian tujuan kesetaraan.
......France is a modern country with a variety of social problems and a complex population. Some of the problems are related to the issue of gender equality, which has increased with the emergence of various movements such as #MeToo or #BalanceTonPorc. One of the French directors, léonore Pourriat, has made several films that thematically address issues of gender inequality, such as sexual harassment. As a medium, films play an important role in the construction of perceptions and impressions about the social conditions of a society. Through one of his films entitled Je ne suis pas un homme facile, Pourriat shows a picture that men are targets of discrimination and harassment in a matriarchal world. This research is a qualitative research using the dramatic structure of Gustav Freytag, the cinematic elements of Boggs and Petrie to analyze narrative and cinematographic strategies, and the concept of androcentrism by Charlotte Perkins Gilman to analyze the claims of androcentrism and gynocentrism presented in the film Je ne suis pas un homme facile. The results of the analysis show that through the inversion of gender roles, the film Je ne suis pas un homme facile presents various sexist norms and behaviors that have been naturalized, causing the strong male domination in society. Various scenarios in women's dominance that show the lack of change, raise ideas about the importance of achieving the goal of equality. |
904b Pemeriksa Lembar Kerja | Amiarsih Indah Purwiati-Februari 2023 |
090 No. Panggil Setempat | MK-pdf |
d-Entri Utama Nama Orang | |
500 Catatan Umum | |
d-Entri Tambahan Nama Orang | |
337 Media Type | computer (rdamedia) |
526 Catatan Informasi Program Studi | Sastra Perancis |
100 Entri Utama Nama Orang | Nadira Aria Ramadhani, author |
264a Kota Terbit | Depok |
300 Deskripsi Fisik | xii, 21 pages : illustration + appendix |
904a Pengisi Lembar Kerja | Amiarsih Indah Purwiati-Februari 2023 |
Akses Naskah Ringkas | |
856 Akses dan Lokasi Elektronik | |
502 Catatan Jenis Karya | Makalah Non-Seminar |
041 Kode Bahasa | ind |