700 Entri Tambahan Nama OrangGuritnaningsih, promotor; Lucia R.M. Royanto, co-promotor; Elizabeth Kristi Poerwandari, examiner; Siregar, Juke Roosjati, examiner; Fahrurrozi, examiner; Rose Mini Agoes Salim, examiner; Dewi Maulina, examiner
001 Hak Akses (open/membership)membership
336 Content Typetext (rdacontent)
710 Entri Tambahan Badan KorporasiUniversitas Indonesia. Fakultas Psikologi
264b Nama PenerbitFakultas Psikologi Universitas Indonesia
504 Catatan Bibliografipages 108-123
852 LokasiPerpustakaan UI
049 No. Barkod07-23-84039907
338 Carrier Typeonline resource (rdacarrier)
590 Cat. Sumber Pengadaan Koleksi;;
903 Stock Opname
Tahun Buka Akses2023
053 No. Induk07-23-84039907
653 Kata Kuncisilence; academic cheating awareness; seriousness of academic cheating; peer reporting judgment; perspektif pengambilan keputusan etis
040 Sumber PengataloganLibUI ind rda
245 Judul UtamaMekanisme Pelemahan Silence Mahasiswa Saksi Kecurangan Akademik Melalui Peran Mediasi Seriousness of Academic Cheating Dalam Perspektif Pengambilan Keputusan Etis = The mechanism of Weakening Silence of Student Witnesses of Academic Cheating Through the Mediation Role of Seriousness of Academic Cheating in the Perspective of Ethical Decision Making
650 Subyek TopikCheating (Education); College students -- Conduct of life.
264c Tahun Terbit2023
850 Lembaga PemilikUniversitas Indonesia
520 Ringkasan/Abstrak/IntisariFenomena kecurangan akademik masih terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Sebagian besar mahasiswa yang menyaksikan terjadinya kecurangan memilih diam saja dan tidak melaporkannya kepada pihak dosen pengajar atau pihak yang berwenang mengatasinya. Padahal pelaporan kecurangan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa yang menyaksikannya akan dapat mencegah atau mengurangi terjadinya peristiwa kecurangan. Disertasi ini bertujuan untuk mengeksplorasi motif yang melatarbelakangi diamnya (silence) mahasiswa yang mengetahui atau menyaksikan kecurangan akademik sekaligus menjelaskan mekanisme pelemahan silence berdasarkan perspektif pengambilan keputusan etis. Disertasi ini terdiri atas 2 studi: studi pertama menggunakan pendekatan exploratory sequential mixed method untuk mengeksplorasi motif-motif silence, dan studi kedua menggunakan pendekatan kuantitatif model persamaan struktural untuk menjelaskan mekanisme pelemahan silence dalam beragam motif yang ditemukan pada studi pertama. Partisipan pada studi 1 kualitatif berjumlah 13 mahasiswa, partisipan pada studi 1 kuantitatif berjumlah 564 mahasiswa, dan partisipan pada studi 2 berjumlah 295 mahasiswa. Temuan pada disertasi ini menunjukkan kebaruan dalam beberapa hal: pertama, penelitian ini berhasil mengidentifikasi dan mengkonfirmasi motif-motif utama silence mahasiswa saksi kecurangan akademik sama dengan motif-motif silence yang selama ini dijelaskan di dalam literatur silence di dunia kerja, yaitu: acquiescent, prososial, oportunistik, dan defensif. Motif prososial dan defensif merupakan motif yang lebih dominan dibandingkan motif acquiescent dan oportunistik. Selain itu, terdapat dua motif silence lain yang belum ada dalam literatur yang ditemukan dari partisipan penelitian, yaitu: a) karena tidak mengetahui cara melaporkan kecurangan; b) karena pernah menjadi pelaku kecurangan. Dua motif ini masih memerlukan pembuktian lebih lanjut dengan melibatkan partisipan yang lebih banyak. Kedua, terujinya ketepatan penggunaan perspektif pengambilan keputusan etis dalam menjelaskan mekanisme pelemahan silence dalam empat motif mahasiswa yang menyaksikan kecurangan akademik. Silence dalam empat motifnya dapat dilemahkan melalui peran academic cheating awareness dengan dimediasi secara serial oleh seriousness of academic cheating dan peer reporting judgment. Pelibatan faktor seriousness of academic cheating sebagai mediator ke dalam model pengambilan keputusan etis memperkaya penjelasan teoretis terkait mekanisme pelemahan silence, khususnya pada mahasiswa saksi kecurangan akademik. ......The phenomenon of academic cheating still occurs in the college environment. Most of the students who witnessed the occurrence of cheating chose to remain silent and did not report it to the teaching staff or the authorities. Even though the reporting of academic cheating committed by students who witness it will be able to prevent or reduce the occurrence of fraud events. This dissertation aims to explore the motives behind the silence of students who know or witness academic cheating and to explain the mechanism of weakening silence based on an ethical decision-making perspective. This dissertation consists of 2 studies: the first study used an exploratory sequential mixed method approach to explore silence motives, and the second study used a quantitative approach to structural equation models to explain the mechanism of silence attenuation in the various motives found in the first study. There were 13 students in the first qualitative study, 564 students in the first quantitative study, and 295 students in the second study. The findings of this dissertation indicate novelty in several respects: first, this study succeeded in identifying and confirming the main motives for silence in students who witness academic fraud are the same as the motives for silence that have been described in the literature on silence in the world of work, namely: acquiescent, prosocial , opportunistic, and defensive. Prosocial and defensive motives are more dominant than acquiescent and opportunistic motives. Apart from that, there are two other motives for silence that do not yet exist in the literature which were found among research participants, namely: a) because they did not know how to report academic cheating; b) having been a perpetrator of academic cheating. These two motives still require further proof by involving more participants. Second, the accuracy of the use of an ethical decision-making perspective has been tested in explaining the mechanism of weakening silence in the four motives of students who witnessed academic cheating. Silence in its four motives can be weakened through the role of academic cheating awareness serially mediated by the seriousness of academic cheating and peer reporting judgment. Involving the seriousness of academic cheating as a mediator into the ethical decision-making model enriches the theoretical explanation regarding the mechanism of weakening silence, especially for students who witness academic cheating.
904b Pemeriksa Lembar Kerja
090 No. Panggil SetempatD-pdf
d-Entri Utama Nama Orang
500 Catatan UmumTidak dapat diakses di UIANA, karena: akan ditulis dalam bahasa Inggris untuk dipersiapkan terbit pada Jurnal Internasional yaitu journal of academic ethics yang diprediksi akan dipublikasikan pada bulan 12 tahun 2023
337 Media Typecomputer (rdamedia)
d-Entri Tambahan Nama Orang
526 Catatan Informasi Program StudiPsikologi
100 Entri Utama Nama OrangRangkuti, Anna Armeini, author
264a Kota TerbitDepok
300 Deskripsi Fisikxvi, 123 pages : illustrations + appendix
904a Pengisi Lembar KerjaTanti-April2023
Akses Naskah Ringkas
856 Akses dan Lokasi Elektronik
502 Catatan Jenis KaryaDisertasi
041 Kode Bahasaind;ind;ind