700 Entri Tambahan Nama OrangLubis, Akhyar Yusuf, promotor; Robertus Robet, co-promotor; Albertus Harsawibawa, co-promotor; Sarumpaet, Riris Kusumawati, examiner; Haryatmoko, examiner; Donny Gahral Adian, examiner; Budiarto Danujaya, examiner; Eko Wijayanto, examiner
001 Hak Akses (open/membership)membership
336 Content Typetext (rdacontent)
710 Entri Tambahan Badan KorporasiUniversitas Indonesia. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
264b Nama PenerbitFakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia
852 LokasiPerpustakaan UI
504 Catatan Bibliografipages 292-301
049 No. Barkod07-23-18655979
338 Carrier Typevolume (rdacarrier); online resource (rdacarrier)
590 Cat. Sumber Pengadaan Koleksi
903 Stock Opname
534 Catatan Versi Asli
Tahun Buka Akses2022
053 No. Induk07-23-18655979
653 Kata Kunciyang-politis; diskursus; hegemoni; populisme; pasca-fondasionalisme
040 Sumber PengataloganLibUI ind rda
245 Judul UtamaYang-Politis Sebagai Ontologi Primer: Pemikiran Pasca-Fondasionalisme Ernesto Laclau = The Political as the Ontological Primacy: On Ernesto Laclau's Post-Foundational Thought
650 Subyek TopikOntology; Populism; Socialism -- Philosophy
264c Tahun Terbit2020
850 Lembaga PemilikUniversitas Indonesia
904b Pemeriksa Lembar Kerja
520 Ringkasan/Abstrak/IntisariErnesto Laclau membuka cakrawala baru dalam memahami yang-politis, saat politik dipahami semata-mata sebagai perkara administrasi, birokrasi dan teknokrasi. ?Politik? direduksi menjadi sekadar ?politik kepentingan?, artinya pencapaian kepentingan berbeda-beda yang ditentukan sebelumnya dan terpisah dari kemungkinan artikulasinya dalam diskursus-diskursus alternatif yang berkompetisi satu sama lain. Dengan cara berpikir demikian, maka konflik, antagonisme, relasi kekuasaan, bentuk-bentuk subordinasi, dan represi yang menjadi kekhasan wilayah politik menjadi hilang. Menurut Laclau, yang-politis hanya bisa dipahami di dalam logika populisme. Laclau memosisikan populisme justru sebagai jalan paling baik untuk memahami pembentukan ontologis dari yang-politik. Yang-politis hanya bisa dipahami dalam logika populisme. Laclau memahami populisme sebagai usaha unifikasi simbolik kelompok di seputar individu bagai suatu yang inheren untuk membentuk kesatuan ?orang-orang?.  ......Ernesto Laclau has opened up a new horizon in understanding the concept of the political in a system that understood politics merely as administrative, bureaucratic and technocratic issues. The term ?politics? has been reduced merely to ?political interest?, which means that achieving these interests is different and determined in advance and separated from its possible articulation among competing discourses. Therefore, according to this reasoning, the specific characteristics of the political arena, namely conflicts, antagonisms, power relations, forms of subordination and repression, disappear from the equation. According to Laclau, the political can be understood only through the logic of populism. Laclau viewed populism as the best way to understand the ontological formation of the political. For Laclau, the symbolic unification of the group around an individuality is inherent to the formation of a ?people?.
090 No. Panggil SetempatD2797
d-Entri Utama Nama Orang
500 Catatan UmumDapat di akses di UIANA
337 Media Typeunmediated (rdamedia); computer (rdamedia)
d-Entri Tambahan Nama Orang
526 Catatan Informasi Program StudiIlmu Filsafat
100 Entri Utama Nama OrangHutagalung, Daniel P., author
264a Kota TerbitDepok
300 Deskripsi Fisikxv, 301 pages : illustrations
904a Pengisi Lembar KerjaTanti-April2023
Akses Naskah Ringkas
856 Akses dan Lokasi Elektronik
502 Catatan Jenis KaryaDisertasi
041 Kode Bahasaind