001 Hak Akses (open/membership)membership
700 Entri Tambahan Nama OrangAgus Sardjono, supervisor
336 Content Typetext (rdacontent)
264b Nama PenerbitFakultas Hukum Universitas Indonesia
710 Entri Tambahan Badan KorporasiUniversitas Indonesia. Fakultas Hukum
504 Catatan Bibliografipages 76-81
852 LokasiPerpustakaan UI
338 Carrier Typeonline resource (rdacarrier)
590 Cat. Sumber Pengadaan KoleksiDeposit
534 Catatan Versi Asli
Tahun Buka Akses2021
653 Kata Kuncipemeriksaan substantif; daya pembeda; persamaan pada pokoknya atau keseluruhan
040 Sumber PengataloganLibUI ind rda
245 Judul UtamaInkonsistensi Pemeriksa Merek: Studi Kasus Geprek Bensu = Inconsistency of Trademark Examiner: A Case Study of Geprek Bensu
264c Tahun Terbit2021
650 Subyek TopikTrademark licenses
850 Lembaga PemilikUniversitas Indonesia
520 Ringkasan/Abstrak/IntisariPrinsip yang dianut oleh hukum merek adalah first to file principle atau sistem pendaftaran, dimana prinsip perlindungan merek untuk pemohon yang pertama kali mengajukan pendaftaran merek akan dianggap sebagai pihak yang berhak sampai dapat dibuktikan sebaliknya. Prinsip tersebut mengakibatkan setiap permohonan merek akan melalui tahapan pemeriksaan substantif, suatu pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa untuk membandingkan permohonan merek dengan merek yang telah dimohonkan lebih dahulu atau merek terdaftar. Permohonan merek yang akan diberikan perlindungan merek apabila memiliki daya pembeda. Apabila permohonan merek dianggap tidak memiliki daya pembeda maka pemeriksa akan memberikan penolakan sesuai dengan ketentuan Pasal 20 dan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Kriteria penentuan merek memiliki persamaan pada pokoknya yaitu persamaan secara konseptual, fonetik atau bunyi ucapan, dan visual atau tampilan yang ditampilkan pada permohonan merek (overall impression) dengan merek yang dimohonkan lebih dahulu atau terdaftar. Sedangkan, penentuan merek memiliki persamaan secara keseluruhan yaitu identik, tidak ada perbedaan diantara merek yang dibandingkan. Apabila permohonan yang diajukan dianggap memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhan, pemohon dapat dianggap memiliki iktikad tidak baik karena berniat untuk meniru, mengecoh konsumen suatu produk untuk mendapatkan keuntungan. ......The first to file principle is adopted in trademark law, which means the protection has applied to an applicant who first applies for trademark registration until it can be proven otherwise. The principle cause every trademark application will be examined in substantive examination, a process to compare the application with the registered mark or senior mark. The trademark protection will be given to a trademark that has distinctive marks. If the examiner found the trademark has an element of similarities in principle and/or identical with the registered or senior mark, the application would be given rejection as stipulated in Article 20 and 21 of Law Number 20 the Year 2016 Regarding Trademark and Geographical Indications. The criteria of the trademark have similarities in principle are similarities on conceptual, phonetic, and visual or impression from a trademark (overall impression) with the registered mark or senior mark. The criteria of the trademark have similarities in whole is identical. If an application has been filed with similarities, the applicant may be deemed to have bad faith because the applicant intends to imitate, give misleading to consumers of their product to obtain a profit.
090 No. Panggil SetempatT-pdf
d-Entri Utama Nama Orang
500 Catatan UmumDapat diakses di UIANA (lib.ui.ac.id) saja.
337 Media Typecomputer (rdamedia)
d-Entri Tambahan Nama Orang
526 Catatan Informasi Program StudiIlmu Hukum
100 Entri Utama Nama OrangSafira Destianti, author
264a Kota TerbitDepok
300 Deskripsi Fisikxviii, 81 pages : illustration + appendix
Akses Naskah Ringkas
856 Akses dan Lokasi Elektronik
502 Catatan Jenis KaryaTesis
041 Kode Bahasaind