001 Hak Akses (open/membership) | membership |
700 Entri Tambahan Nama Orang | Budiawan, supervisor; Elza Ibrahim, supervisor |
336 Content Type | text (rdacontent) |
264b Nama Penerbit | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia |
710 Entri Tambahan Badan Korporasi | Universitas Indonesia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam |
049 No. Barkod | 15-25-25484563 |
504 Catatan Bibliografi | pages 46-52 |
852 Lokasi | Perpustakaan UI |
338 Carrier Type | online resource (rdacarrier) |
590 Cat. Sumber Pengadaan Koleksi | Deposit; |
903 Stock Opname | |
534 Catatan Versi Asli | |
Tahun Buka Akses | 2022 |
053 No. Induk | 15-25-25484563 |
653 Kata Kunci | 8-OHdG; nikel; tembaga (I); tembaga (II); behel; HPLC; LC-MS/MS; 2?-deoxyguanosin |
040 Sumber Pengatalogan | LibUI ind rda |
245 Judul Utama | Studi Pembentukan 8-OHdG Terhadap Pengaruh Logam Nikel, Tembaga (I), dan Tembaga (II) secara In-Vitro dan Monitoring dalam Urin Pasien Gigi Pengguna Behel = Study of 8-OHdG Formation on the Effect of Nickel (II), Copper (I), and Copper (II) Metals In-Vitro and Monitoring in Urine of Dental Patients Using Braces |
264c Tahun Terbit | 2021 |
650 Subyek Topik | DNA--Analysis |
850 Lembaga Pemilik | Universitas Indonesia |
520 Ringkasan/Abstrak/Intisari | Kerusakan DNA dalam tubuh seseorang dapat kita lihat dari kandungan 8-OHdG dalam urin sebagai biomarker utama. Kerusakan DNA bisa terjadi karena berbagia faktor, diantaranya karena paparan zat adiktif logam berat, rokok, dlsb. Behel saat ini merupakan alat orthodontik yang paling banyak digunakan dengan tujuan untuk merapihkan struktur gigi yang tidak beraturan dan masalah pada gigi lainnya, dengan kompisisi berupa campuran logam. Pemakaian behel yang cukup lama dan adanya gesekan akibat mengunyah makanan maupun kondisi yang tidak stabil, menyebabkan beberapa jenis logam akan larut ke dalam saliva dan masuk ke dalam tubuh akibat faktor kegiatan mengunyah makanan maupun kondisi yang tidak stabil. Penelitian ini telah berhasil membentuk 8-OHdG secara in vitro dengan mereaksikan DNA murni dan berbagai variasi logam seperti logam nikel (II), tembaga (I), dan tembaga (II) serta penambahan H2O2 dalam variasi pH dan inkubasi 37oC selama 24 jam. Secara in vivo penelitian ini juga telah dapat melakukan uji 8-OHdG dalam urin pengguna behel. Analisis dilakukan dengan menggunakan instrument HPLC dan LC-MS/MS. Senyawa 8-OHdG lebih mudah terbentuk dengan adanya penambahan H2O2, dan dengan merekasikan lebih dari satu logam memberikan efek sinergis terhadap pembentukan 8-OHdG. Pembentukan 8-OHdG secara maksimum terbentuk dalam pH 8,4 ini terjadi karena dekomposisi H2O2 optimal dalam suasana basa. Pada penelitian secara in vivo, konsentrasi 8-OHdG pengguna behel terdeteksi lebih tinggi 1,7 kali dibandingkan dengan sampel urin kontrol, ini menandakan adanya logam dalam behel yang larut dan turut berkontribusi dalam pembentukan 8-OHdG. Lama penggunaan behel turut serta berpengaruh terhadap pembentukan 8-OHdG, semakin lama penggunaan behel semakin banyak logam yang larut menyebabkan pembentukan 8-OHdG semakin banyak. Pada penelitian ini penggunaan behel selama 5-7 tahun menunjukan konsentrasi 8-OHdG lebih tinggi jika dibandingkan dengan penggunaan selama 0,25 tahun.
...... We can see DNA damage in a person?s body from the content of 8-OHdG in urine as the main biomarker. As a major biomarker of DNA damage 8-OHdG can be identified in a person's urine. DNA damage can occur due to various factors, including exposure to heavy metal addictive substances, cigarettes, etc. Braces are currently the most widely used orthodontic appliance with the aim of straightening irregular tooth structure and other dental problems, with mixed metal composition. The use of stirrups is quite long and there is friction due to chewing food or unstable conditions. This research has succeeded in forming 8-OHdG in vitro reacting pure DNA and various metal such as nickel (II), copper (I) and copper(II) as well as the addition of H2O2 in various pH and incubation 37oC for 24 hours. Analysis was carried out using HPLC and LC-MS/MS instruments. The 8-OHdG compound is more easily formed by the addition of H2O2, and by reacting more than one metal it gives a synergistic effect on the formation of 8-OHdG. The formation of 8-OHdG is maximally formed at pH 8.4 this occurs because the optimal decomposition of H2O2 is optimal in an alkaline environment. In an in vivo research, the concentration of 8-OHdG in braces was detected 1,7 times higher than in control urine samples, indicating the presence of dissolved metals in the braces and contributing to the formation of 8-OHdG. The long use of the braces also affects the formation of 8-OHdG, the longer the use of the braces the more dissolved metal causes the formation of more 8-OHdG. In this research, the use of braces for 5-7 years showed a higher concentration of 8-OHdG when compared to the use for 0.25 years.
|
904b Pemeriksa Lembar Kerja | AdhityaN-Agustus2025 |
090 No. Panggil Setempat | T-pdf |
d-Entri Utama Nama Orang | |
500 Catatan Umum | Tidak dapat diakses di UIANA, karena: akan ditulis dalam bahasa Inggris untuk dipersiapkan terbit pada Jurnal Internasional yaitu terindex Thomson/scoupus yang diprediksi akan dipublikasikan pada bulan April tahun 2022 |
337 Media Type | computer (rdamedia) |
d-Entri Tambahan Nama Orang | |
526 Catatan Informasi Program Studi | Ilmu Kimia |
100 Entri Utama Nama Orang | Vita Nuramanah, author |
264a Kota Terbit | Depok |
300 Deskripsi Fisik | xvi, 52 pages : illustration + appendix |
904a Pengisi Lembar Kerja | Amiarsih Indah Purwiati-Agustus 2025 |
Akses Naskah Ringkas | |
856 Akses dan Lokasi Elektronik | |
502 Catatan Jenis Karya | Tesis |
041 Kode Bahasa | ind |