001 Hak Akses (open/membership)membership
700 Entri Tambahan Nama OrangSeptelia Inawati Wanandi, supervisor; Puspita Eka Wuyung, supervisor; Syarifah Dewi, examiner; Melva Louisa, examiner; Erwin Daniel Yulian, examiner
336 Content Typetext (rdacontent)
264b Nama PenerbitFakultas Kedokteran Universitas Indonesia
710 Entri Tambahan Badan KorporasiUniversitas Indonesia. Fakultas Kedokteran
049 No. Barkod15-25-13983717
504 Catatan Bibliografipages 53-64
852 LokasiPerpustakaan UI
338 Carrier Typeonline resource (rdacarrier)
590 Cat. Sumber Pengadaan KoleksiDeposit;Deposit;Deposit;Deposit;Deposit
903 Stock Opname
534 Catatan Versi Asli
Tahun Buka Akses2021
053 No. Induk15-25-13983717
653 Kata Kuncikanker payudara; andrografolida; doksorubisin; terapi kombinasi; histopatologi; cleaved caspase-3
040 Sumber PengataloganLibUI ind rda
245 Judul UtamaAktivitas Andrografolida dalam Kombinasi dengan Doksorubisin untuk Menghambat Progresivitas Kanker Payudara Tikus yang Diinduksi DMBA = Suppressive effect of andrographolide in combination with doxorubicin on the progressivity of DMBA-induced rat mammary cancer
264c Tahun Terbit2021
650 Subyek TopikMammary neoplasms--Chemotherapy; Breast--Cancer--Chemotherapy; Andrographolide--Therapeutic use; Antineoplastic agents
850 Lembaga PemilikUniversitas Indonesia
520 Ringkasan/Abstrak/IntisariLatar belakang: Kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak dan mematikan di dunia. Di antara terapi yang ada, kemoterapi menggunakan doksorubisin menjadi salah satu terapi yang digunakan pada kasus kanker payudara. Doksorubisin memiliki sifat antikanker, yakni dapat memicu apoptosis pada sel kanker. Namun doksorubisin memiliki sifat toksisitas yang tinggi, yakni mengganggu sistem metabolisme tubuh hingga kardiotoksisitas. Di sisi lain, andrografolida yang merupakan salah satu bahan alam, memiliki sifat antikanker pula dengan menekan proliferasi dan memicu apoptosis sel kanker. Pada penelitian ini dilakukan kombinasi andrografolida dan doksorubisin untuk mengamati peran kombinasi ini dalam menurunkan progrsifitas kanker payudara yang ada pada tikus yang diinduksi 7,12-dimetilbenz(a)antrasen (DMBA). Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan tikus Spargue-Dawley yang diinduksi DMBA untuk menginduksi kanker pada payudara tikus. Setelah terbentuk nodul tumor sebesar ~5 cm3, dilakukan terapi dengan andrografolida, doksorubisin, atau kombinasi keduanya. Terapi dilakukan selama 28 hari atau sampai volume tumor mencapai ~2 cm3. Selama terapi, tikus ditimbang berat badannya dan volume tumornya diukur dengan jangka sorong. Setelah mencapai akhir terapi, tikus dinekropsi dan tumor diambil. Tumor kemudian dianalisis histopatologinya dan kadar ekspresi cleaved caspase-3 dengan uji western blot. Hasil: Berat badan tikus meningkat ketika tikus diterapi dengan kombinasi andrografolida dan doksorubisin (p < 0,5). Volume tumor ditemukan menurun pada semua kelompok terapi (p < 0,01). Kombinasi derajat histopatologi ditemukan menurun pada kelompok kombinasi. Jumlah sel mast dan ekspresi cleaved caspase-3 meningkat pada semua kelompok terapi. Kesimpulan: Kombinasi andrografolida dan doksorubisin berhasil menekan progresivitas kanker payudara tikus ......Introduction: Breast cancer is the most common and deadly type of cancer in the world. Among the existing therapies, chemotherapy using doxorubicin is one of the therapies used in cases of breast cancer. Doxorubicin has anticancer properties, which can trigger apoptosis in cancer cells. However, doxorubicin has high toxicity, from disrupt metabolisms and cardiotoxicity. On the other hand, andrographolide, which is a natural ingredient, also has anticancer properties by suppressing proliferation and triggering apoptosis of cancer cells. In this study, a combination of andrographolide and doxorubicin was carried out to observe the role of this combination in reducing the progression of mammary cancer in 7,12-dimethylbenz(a)anthracene (DMBA) induced rats. Methods: This experimental study used Spargue-Dawley rats which given DMBA to induce mammary cancer in rat. After the formation of a tumor nodule of ~5 cm3, treatment was carried out with andrographolide, doxorubicin, or a combination of both. Therapy was carried out for 28 days or until the tumor volume reached ~2 cm3. During therapy, the rats were weighed and the tumor volume was measured with a caliper. After reaching the end of therapy, rat were necropsied and tumors removed. Tumors were then analyzed histopathologically and levels of cleaved caspase-3 expression was measured by western blot test. Results: Rats' body weight increased when rats were treated with the combination of andrographolide and doxorubicin (p < 0.05). Tumor volume was found to be decreased in all treatment groups (p < 0.01). The combination of histopatological grades was found to be decreased in the combination group. Mast cell count and cleaved caspase-3 expression increased in all treatment groups. Conclusion: The combination of andrographolide and doxorubicin succeeded in suppressing the progression of rat breast cancer
904b Pemeriksa Lembar Kerja
090 No. Panggil SetempatT-pdf
d-Entri Utama Nama Orang
500 Catatan UmumTidak dapat diakses di UIANA, karena: akan ditulis dalam bahasa Inggris untuk dipersiapkan terbit pada Jurnal Internasional yaitu International Journal of Molecular Sciences yang diprediksi akan dipublikasikan pada bulan September tahun 2021
d-Entri Tambahan Nama Orang
337 Media Typecomputer (rdamedia)
526 Catatan Informasi Program StudiIlmu Biomedik
100 Entri Utama Nama OrangWilly Kristianto, author
264a Kota TerbitJakarta
300 Deskripsi Fisikxii, 64 pages : illustration + appendix
904a Pengisi Lembar Kerjatanti-Agustus2025
Akses Naskah Ringkas
856 Akses dan Lokasi Elektronik
502 Catatan Jenis KaryaTesis
041 Kode Bahasaind