001 Hak Akses (open/membership) | membership |
700 Entri Tambahan Nama Orang | Endang Saefudin, supervisor; Sandi Sufiandi, supervisor; Budiawan, examiner; Tuti Wukirsari, examiner |
336 Content Type | text (rdacontent) |
264b Nama Penerbit | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia |
710 Entri Tambahan Badan Korporasi | Universitas Indonesia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam |
049 No. Barkod | 15-25-44671847 |
504 Catatan Bibliografi | pages 44-53 |
852 Lokasi | Perpustakaan UI |
338 Carrier Type | online resource (rdacarrier) |
590 Cat. Sumber Pengadaan Koleksi | Deposit;Deposit;Deposit;Deposit |
903 Stock Opname | |
534 Catatan Versi Asli | |
Tahun Buka Akses | 2021 |
053 No. Induk | 15-25-44671847 |
653 Kata Kunci | film selulosa bakteri; sifat mekanik; ikatan hidrogen; polietilena glikol; asam sitrat |
040 Sumber Pengatalogan | LibUI ind rda |
245 Judul Utama | Elastisitas Selulosa Bakteri/Polietilena Glikol (PEG) dengan Pengikat Silang Asam Sitrat sebagai Bahan Bukan Tenunan = Elasticity of Bacterial Cellulose/Polyethylene Glycol (PEG) with Citric Acid Crosslinker as Nonwoven Material |
264c Tahun Terbit | 2021 |
650 Subyek Topik | Bacterial cellulose; Polyethylene glycol; Citric acid; Nonwoven fabrics; Biopolymers |
850 Lembaga Pemilik | Universitas Indonesia |
520 Ringkasan/Abstrak/Intisari | Proses produksi cepat untuk garmen medis pelindung diri merupakan salah satu kegiatan di sektor pasar tekstil yang sedang berkembang pesat di saat pandemi COVID-19 (Coronavirus Disease-2019). Selulosa bakteri adalah material alami dan dapat menjadi sumber bahan bukan tenunan. Selulosa bakteri menjadi biomaterial yang menarik untuk aplikasi biomedis karena karakteristiknya seperti tingginya kemurnian, kristalinitas, dan sifat mekanik. Proses dehidrasi selulosa bakteri menyebabkan struktur selulosa bakteri runtuh sehingga menghasilkan film selulosa bakteri dengan karakteristik kaku, rapuh, dan tidak elastis. Dalam penelitian ini, film selulosa bakteri dimodifikasi secara ex-situ dengan perendaman dalam larutan PEG?CA dengan berbagai konsentrasi massa sebagai hasil reaksi esterifikasi polietilena glikol (PEG) dengan asam sitrat (CA). Film selulosa bakteri/PEG?CA memiliki permukaan yang berminyak dan kerapatan optik keabuan yang semakin tinggi ketika komposisi PEG:CA adalah 20:30. Hasil uji tarik mekanik menunjukkan bahwa film selulosa bakteri yang direndam dalam larutan PEG?CA dengan konsentrasi PEG (b/b) sebanyak 5% dan 10% memberikan peningkatan kekuatan tarik dan modulus tarik, tetapi sebaliknya ketika konsentrasi PEG sebanyak 20%. Secara keseluruhan, komposisi PEG dan CA optimum untuk larutan PEG?CA dipilih pada rentang konsentrasi PEG sebanyak 5?10 % (b/b) dan CA hingga 30% (b/b berat PEG).
......The fast production process for personal protective medical garments is one of the activities in the textile market sector which is rapidly growing during the COVID-19 (Coronavirus Disease-2019) pandemic. Bacterial cellulose is a naturally occurring material and can be used as a source of nonwoven material. Bacterial cellulose has become an attractive biomaterial for biomedical applications due to its characteristics such as high purity, crystallinity and mechanical properties. The dehydration process of bacterial cellulose causes the structure of bacterial cellulose to collapse, resulting in a bacterial cellulose film with rigid, brittle, and inelastic characteristics. In this study, the bacterial cellulose films were ex-situ modified by immersion in PEG?CA solutions with various mass concentrations as a result of the esterification reaction of polyethylene glycol (PEG) with citric acid (CA). The bacterial cellulose/PEG?CA film has an oily surface and a higher grayscale optical density when the PEG?CA composition was 20:30. The results of the mechanical tensile test showed that the bacterial cellulose film immersed in PEG?CA solutions with PEG concentrations (w/w) of 5% and 10% gave an increase in tensile strength and tensile modulus, but on the contrary, when the concentration was 20%. Overall, the optimum PEG and CA compositions for PEG?CA solutions were selected in the PEG concentration range of 5?10 % (w/w) and CA up to 30% (w/w by weight of PEG). |
904b Pemeriksa Lembar Kerja | |
090 No. Panggil Setempat | T-pdf |
d-Entri Utama Nama Orang | |
500 Catatan Umum | Tidak dapat diakses di UIANA, karena: data yang digunakan untuk penulisan berasal dari instansi tertentu yang bersifat konfidensial. |
d-Entri Tambahan Nama Orang | |
337 Media Type | computer (rdamedia) |
526 Catatan Informasi Program Studi | Kimia |
100 Entri Utama Nama Orang | Rachmad Ade Pratama, author |
264a Kota Terbit | Depok |
300 Deskripsi Fisik | xiii, 53 pages : illustration + appendix |
904a Pengisi Lembar Kerja | tanti-Agustus2025 |
Akses Naskah Ringkas | |
856 Akses dan Lokasi Elektronik | |
502 Catatan Jenis Karya | Tesis |
041 Kode Bahasa | ind |