UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

Kajian spread dan tick size pada saham teraktif di Bursa Efek Jakarta

Muhamad Z. Arifin; Sembel, Roy Hendra Michael, supervisor; Zulkieflimansyah, supervisor (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2002)
 Abstrak
Tick size atau di BEJ lebih dikenal dengan sebutan fraksi, dianggap membatasi para pedagang dalam meng-.quote saham. Oleh karenanya fraksi perlu diturunkan agar para pedagang lebih bergairah untuk bertransaksi. Penurunan tick size, pada umumnya diharapkan dapat meningkatkan likuiditas overall, yang ditandai dengan: (1) turunnya spread, (2) naiknya volume perdagangan, dan (3) naikrrya depth (volume yang di-quote pada harga terbaik).
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahrri pengaruh penurunan fraksi, yang berlaku efektif di BEJ tanggal 3 Juli 2000, terhadap spread (baik quoted spread effective spread maupun realized spread). Sebelum menganalisis perubahan fraksi, terlebih dahrrlu penulis perlu mengaji faktor faktor (attribute) yang mempengaruhi spread. Dengan menggunakan panel data, diketahui bahwa: harga, volatilitas (q), volume perdagangan, dan tidal kapitalisasi merupakan variable signikan yang mempengaruhi spread, sedangkan nilai perusahaan yang diwakili oleh market value of equity (MYE) tidak signifrkan. Oleh karenanya MVE didrop dalam analisis pengaruh perubahan fraksi.
Dart analisis perubahan fraksi diketahui, bahwa quoted spread (QS) dan realized spread (RS) relatif turun, sementara effective spread (ES) rekztif mengalcuni kenaikan. Atau dapat dikatakan, bahwa penurunan fraksi bare dinikmati oleh: (1) para profit taker yang mengambil uniting dengan kecilnya tick size (RS) untuk mencapai posisi terbaiknya, (2) relatif menurunkan biaya para penyedia likuiditas (liquidity supplier) maupun peminta likuiditas (liquidity demander) yang berdagang pada harga market order (QS). (3) Sementara pedagang publik yang bertransaksi pada harga atau jumlah di luar quotation, menderita kenaikan biaya (spread) [ES].
Naiknya ES disebabkan para pedagang berhati-hati terhadap front-runner dalam melakukan quotation, sehingga mereka menurunkan jumlah yang ditransaksikan. Karena tidak dipenuhi jumlah yang diminta, mengakibatkan pedagang lain melakukan transaksi di luar harga pasar (quotation), yang pada gilirannya mendapatkan harga yang lebih tinggi, atau effective spread relatif mengalami kenaikan (ES naik).
Volume perdagangan yang diharapkan mengalami kenaikan, baru dilakukan oleh para profit taker yang terinformasi dengan baik, dimana dengan satu tick yang lebih kecil (Rp 5,-) mereka bisa mendapatkan posisi terbaiknya (one-tick-better). Sedangkan pedagang lain untuk mendapatkan posisi yang aman, dengan hati-hati merrurunkcan jumlah yang ditransaksikan (yang merryiratkan turunnya depth). Kekhawatiran ini telah ditemukan oleh para peneliti sebelumnya seperti: Harris (1997, 1999), Ahrz, Cao, dan Choe (1996), Bacidore (1997), Porter dan Weaver (1997), Bollen dan Whaley (1998), dan Goldstein dan Kavajecz (2001). Bahwa penurunan tick size akan menurunkan depth.
Akhirnya dapat disimpulkan, bahwa penurunan tick size di BEJ belum sepenuhnya meningkatkan efisiensi, karena bagi pedagang professional secara relatif menikmati penurunan biaya perdagangan, sementara pedagang publik dirugikan karena tidak terinformasi dengan baik.
 Metadata
No. Panggil : T19438
Nama orang :
Nama orang tambahan :
Nama badan tambahan :
Subjek :
Penerbitan : Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2002
Program Studi :
Sumber Pengatalogan :
Tipe Konten :
Tipe Media :
Tipe Carrier :
Deskripsi Fisik :
Catatan Bibliografi :
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
T19438 15-19-959519172 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 109254