Naskah ini berisi teks Babad Tawangalun berbentuk tembang macapat (h.1-96; 12 pupuh) dan teks tentang wesi aji berbentuk prosa dan macapat (h.97-102; 1 pupuh). Teks Babad Tawangalun mengisahkan tentang kerajaan Kedawung, Banyunagara. Raden Tawangalun mendirikan kerajaan Macan Putih, dan berdirinya kerajaan Balambangan. Juga menceritakan hubungan kerajaan-kerajaan tersebut dengan Mataram, Bali (Klungkung, Mengwi, Karangasem, Buleleng). Dilanjutkan dengan kisah Raden Wiryahadikusuma menjadi bupati Banyuwangi dengan gelar Adipati Wiryadanuadiningrat dan patihnya bernama Raden Pringgakusuma. Babad Tawangalun ini disebutkan dalam Pigeaud 1970:408 dengan judul Tawang Alun of Blambangan; Girardet/21210; Juynboll 11:401 (Babad Blambangan); Brandes 1:133 (Babad Blambangan). Teks kedua berisi uraian tentang wesi aji. Menerangkan sifat-sifat dan kegunaan wesi aji dalam 5 hal, yaitu: untuk perang, bepergian, berdagang, bertani, atau disimpan di rumah. Diterangkan juga khasiat pamor atau cahaya wesi aji tersebut yang terbagi dalam beberapa warna, yaitu: hijau, kuning, merah, hitam, dan putih. Teks dilengkapi dengan gambar keris berikut nama-nama dari Mas Logo, Cirebon. Naskah diterima Pigeaud di Banyuwangi pada tahun 1927. Telah dibuatkan salinan ketik oleh Mandrasastra, yaitu pada FSUI/SJ.169.