UI - Skripsi (Open) :: Kembali

UI - Skripsi (Open) :: Kembali

Pertentangan keterangan ahli yang diajukan oleh penuntut umum dengan penasehat hukum dalam perkara tindak pidana pencemaran lingkungan (studi kasus pencemaran teluk Buyat oleh PT. Newmont Minahasa Raya)

([Universitas Indonesia, ], [2009, 2009])
 Abstrak
[Proses pembuktian di dalam persidangan merupakan suatu hal yang sangat
penting dalam proses beracara di dalam suatu peradilan. Pada perkara pencemaran
dan atau perusakan lingkungan hidup fungsi alat bukti keterangan ahli sebagai
salah satu alat bukti yang sah adalah sangat penting membantu majelis hakim
untuk memahami masalah-masalah teknis ilmiah. Oleh sebab itu pokok
permasalahan dalam penulisan skripsi ini adalah mengenai bagaimana pendapat
hakim dalam menilai kekuatan pembuktian alat bukti keterangan ahli yang
dihadirkan oleh para pihak, baik dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun dari
terdakwa atau penasihat hukum dalam perkara tindak pidana pencemaran
lingkungan hidup yang dilakukan oleh PT. Newmont Minahasa Raya di Teluk
Buyat. Skripsi ini juga membahas mengenai acuan atau dasar hukum apa yang
dapat dipakai dimasa yang akan datang untuk melakukan penelitian/pemeriksaan
dalam perkara tindak pidana pencemaran lingkungan hidup. Alat bukti keterangan
ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan terdakwa atau
penasihat hukum terdapat pertentangan yang sangat jauh berbeda satu sama lain.
Hal ini menjadi tugas majelis hakim dalam menilai kebenaran keterangan alat
bukti keterangan ahli dan dapat dilihat bagaimana majelis hakim menilai kekuatan
pembuktian keterangan ahli. Mengenai acuan atau dasar hukum yang dapat
dipakai untuk melakukan penelitian/pemeriksaan dalam perkara tindak pidana
pencemaran lingkungan hidup adalah dapat dipakai Undang-undang Nomor 23
Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup serta peraturan-peraturan
yang ada dibawahnya termasuk Keputusan Kepala Bapedal Nomor 113 Tahun
2000 tentang Pedoman Umum dan Pedoman Teknis Laboratorium Lingkungan., Substantiation process before court is a critical part in a proceeding. In
environment pollution or devastation lawsuit, professional opinion as one of legal
exhibits serves as an important part in supporting the court understanding of
scientific technical issues. The subject matter in this thesis, therefore, concerns
with the judge opinion in assessing the intensity of substantiation of professional
opinion proposed by the parties, both the general prosecutor (JPU) and the
defendant or legal counsel in the environment pollution crime alleged against PT.
Newmont Minahasa Raya in Buyat Gulf. This thesis also discusses about future
applicable reference or legal basis to carry out study/inquiry of environment
pollution crime. The professional opinion exhibits presented by either General
Prosecutor (JPU) and defendant or legal counsel contradict significantly against
each other. It is the duty of the court to evaluate the professional opinion exhibits
and it can be observed there from how the judges consider the intensity of the
professional opinion substantiation. With respect to the reference or legal basis
applicable in this study/inquiry of environment pollution crime, it can be used
Law Number 23 of 1997 on Environment Management and existing regulations
under it including Decision of the Chief Environment Impact Controlling Agency
Number 113 of 2000 on General Guide and Technical Guide for Environment
Laboratory.]
 File Digital: 1
Shelf
 S22592-Sumadi.pdf ::
 Metadata
No. Panggil : S22592
Subjek :
Penerbitan : [Place of publication not identified]: [Universitas Indonesia, ], [2009, 2009]
Program Studi :
Kode Bahasa : ind
Sumber Pengatalogan :
Tipe Konten : []
Tipe Media : []
Tipe Carrier : []
Deskripsi Fisik : xii, 279 hlm. ; 28 cm. + lamp.
Catatan Bibliografi :
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
S22592 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20323621