UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

Penandatanganan akta perjanjian kredit tanpa persetujuan pasangan nikah debitur terkait utang bersama : studi kasus akta perjanjian kredit antara bank X dan debitur Y = Signing of loan agreement without the approval of the debtor's spouse regarding joint debt : case study on credit agreement between bank X and debtor Y / Aurelia Soesanto

Aurelia Soesanto; Arikanti Natakusumah, supervisor; Widodo Suryandono, examiner; Winanto Wiryomartani, examiner ([Publisher not identified] , 2013)

 Abstrak

ABSTRAK
Dalam menjalankan suatu kegiatan usaha, para pelaku usaha baik badan usaha
maupun perorangan memerlukan sejumlah dana yang cukup besar untuk
mengembangkan usahanya. Dana tersebut di samping dari modal sendiri, juga
dapat diperoleh dari jasa perbankan dengan fasilitas kredit. Kredit perbankan
merupakan salah satu pendukung dunia usaha yang berperan pula untuk
memajukan perekonomian dan pembangunan Indonesia. Sebagai bukti adanya
kredit antara kreditur dan debitur, dibuatlah akta perjanjian kredit. Dalam
pembuatan akta perjanjian kredit harus memenuhi ketentuan peraturan perundangundangan,
antara lain ditentukan bahwa untuk penandatanganan perjanjian kredit
yang debiturnya telah terikat dalam perkawinan tanpa perjanjian kawin harus
mendapat persetujuan dari pasangan nikahnya baik dengan cara ikut
menandatangani akta perjanjian kredit tersebut atau dengan memberikan surat
persetujuan. Dalam kasus yang dibahas penulis, kreditur dalam hal ini adalah
bank X membuat peraturan internal yang bertentangan dengan ketentuan tersebut,
di mana ditentukan bahwa untuk perjanjian kredit tidak diperlukan persetujuan
dari pasangan nikah debitur, dengan alasan persetujuan tersebut cukup diberikan
dalam perjanjian pengikatan jaminannya, dan peraturan internal tersebut dipatuhi
oleh notaris yang membuat aktanya. Menurut penulis, akta perjanjian kredit yang
dibuat tanpa persetujuan pasangan nikah debitur yang terikat perkawinan tanpa
perjanjian kawin akibatnya menjadi batal demi hukum, dengan kata lain akta
tersebut dianggap tidak pernah ada, serta mengingat sifat perjanjian pengikatan
jaminan yang keberadaannya selalu mengikuti perjanjian pokoknya, yaitu
perjanjian kredit, perjanjian pengikatan jaminan tersebut walaupun mendapat
persetujuan dari pasangan nikah debitur tetap batal demi hukum juga.

ABSTRACT
In running a business, entrepreneurs, both business entities and individuals,
require a substantial amount of funds to expand its business. The funds can be
obtained not only from their own capital, but also from the bank services such as
credit facility. Bank credit is one of the endorsers of the business world and also
its role is to improve the economy and the development of Indonesia. As the proof
of credit between the lender and the debtor, the deed of the loan agreement is
made. The making of the deed of loan agreement shall comply with laws and
regulations, such as it is determined by the regulations, that for the signing of the
loan agreement whose debtor has been bound in a marriage without prenuptial
agreement, it must obtain the approval from his/ her spouse, either by co-signing
the loan agreement or by providing a letter of approval. In the case discussed by
the writer, the lender, in this case bank X, made an internal regulation that is
contrary to the law and regulations, where the bank's internal regulation
determined that the approval of the debtor's spouse is not necessary for the loan
agreement, the reason is that the approval given in the collateral agreement is
sufficient, and moreover that internal regulation is to be complied by the notary
who made the deed of loan agreement. According to the writer, the loan
agreement, that was made without the consent of the debtor's spouse which
married without the prenuptial agreement, shall become null and void as a result,
in other words, the deed shall be considered as never exist, also considering the
nature of the collateral agreement whose existence always follow its main
agreement, which is the loan credit, the collateral agreement, although is approved
by the debtor's spouse, will remains null and void as well.

 File Digital: 1

Shelf
 T35706-Aurelia Soesanto.pdf ::

 Metadata

No. Panggil : T35706
Entri utama-Nama orang :
Entri tambahan-Nama orang :
Entri tambahan-Nama badan :
Subjek :
Penerbitan : [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2013
Program Studi :
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : unmediated ; computer
Tipe Carrier : volume ; online resource
Deskripsi Fisik : xi, 128 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Catatan Bibliografi : pages 125-128
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
T35706 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20348714