UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

Pahlawan nasional dan negosiasi kekuasaan = National hero and negotiating power

Emmi Destiatmi; Achmad Fedyani Saifuddin, supervisor (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013)

 Abstrak

ABSTRAK
Setiap masyarakat mempunyai figur atau sosok yang menjadi teladan dalam kehidupan. Pahlawan merupakan figur yang diimajinasikan sebagai seorang yang mempunyai kemampuan lebih dan jasa yang luar biasa sehingga masih tetap dikenang dan dijadikan teladan bagi generasi berikutnya. Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak Pahlawan Nasional. Penganugerahan gelar pahlawan melibatkan beberapa pihak, salah satunya adalah Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Tim tersebut meneliti dan mengkaji calon pahlawan yang diusulkan melalui Kementerian Sosial. Sebagai tim independen, maka setiap anggota tim berhak menyampaikan penilaian maupun argumen pada saat sidang pembahasan calon Pahlawan Nasional. Penilaian terhadap calon pahlawan lahir dari sebuah proses negosiasi dan kekuasaan. Pahlawan Nasional menjadi simbol identitas bangsa. Pahlawan Nasional juga menjadi memori kolektif bangsa. Keberadaan Pahlawan tidak bisa lepas dari sejarah, nasionalisme, negosiasi, dan kekuasaan. Sering dikatakan bahwa negara yang menentukan pahlawan. Negara tidak seharusnya dipahami sebagai bentuk kekuasaan yang kaku sehingga bisa menentukan apa saja. Sekelompok orang yang dianggap ahli dibidangnya turut mempengaruhi keputusan gelar Pahlawan Nasional.

ABSTRACT
Every society has a figure or personage as a model in life. Hero is a figure that is imagined as someone who has more capabilities and extraordinary merit that is still remembered and used as a model for the next generation. Indonesia is a country that has many National Heroes. Comferment of the title hero involves multiple sides, one of which is the Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). The team is researching and reviewing the proposed of the candidate of hero through the Ministry of Social. As an independent team, each member of the team can give an assessment and argument at debate of the candidates of National Hero. Assessment of the hero born from a process of negotiation and power. National Hero become a symbol of national identity. National Hero also become the nation?s collective memory. The existence of a National Hero can not be sparated from history, nationalism, negotiating, and power. State is often understood as a determinant of national hero. The state should not be understood as a form of power that rigid so that it can determine anything. A group of people who are considered experts in their fields also influence decisions of National Hero.

 File Digital: 1

Shelf
 T35547-Emmi Destiatmi.pdf :: Unduh

LOGIN required

 Metadata

Jenis Koleksi: UI - Tesis (Membership)
No. Panggil : T35547
Entri utama-Nama orang :
Entri tambahan-Nama orang :
Entri tambahan-Nama badan :
Subjek :
Penerbitan : Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
Program Studi :
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : unmediated ; computer
Tipe Carrier : volume ; online resource
Deskripsi Fisik : xiii, 123 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Catatan Bibliografi : pages 118-123
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
T35547 15-19-863714718 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20349725