Makin bertambahnya dan meningkatnya pertambahan penduduk dan diikuti dengan kemajuan dibidang teknologi dan industri, secara tidak langsung polusi lingkunganpun meningkat. Gas dari asap kendaraan, polusi pabrik-pabrik industri dan terutama pola hidup yang tidak sehat, merokok di sembarang tempat semakin menambah tingkat polusi yang mengancam kesehatan, terutama penyakit-penyakit saluran napas, baik saluran npas atas ataupun saluran napas bawah, seperti TBC, pharingitis, pneumothorax, empisema, asma, bronchitis dan penyakil paru lainnya.
Penyakit paru sangat herbahaya dan mengancam kehidupan apabila tidak segera ditangani. Salah satu penyakil paru yang sering terjadi adalah pneumothorax , yaitu bila udara masuk ke area pleural antara pleural viseral dan parietal, bila terjadi tegangan pneumothorax, sobekan pada bronkhus paru alau dinding dada bekerja sebagai katup yang memungkinkan udara masuk ke area pleural pada inspirasi. Bila ini tidak diketahui dengan cepat dan diterapi, atelektasis dapat terjadi juga dapat menyebabkan kematian.
Pengaturan posisi pada pasien yang terpasang selang dada, membantu meningkatkan drainase dan juga mencegah deformitas dan komraktur.
Ketepatan posisi membantu pemapassan dan meningkatkan sirkulasi napas. Penanganan nyeri diperlukan untuk kenyamanan dan menarik napas dalam (Brunner & Suddart’s, 1996 hal.570). Posisi ideal untuk pasien yang terpasang selang dada (WSD) adalah posisi semi Fowler (Hudak’s & Gallo, 1997). Dari hasil penelitan ini memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara pengaturan posisi semi fowler terhadap penunman rasa nyeri pada klien yang terpasang selang dada (WSD). Hal ini sesuai dengan teori dari Brunner dan Suddarth yang mengatakan bahwa ketepatan pengaturan posisi diperlukan untuk kenyamanan, pengurangan rasa nyeri dan menarik napas dalam.