Novel Gadis Pantai mempunyai latar belakang cerita mengenai perbedaan kedudukan antara pribumi dan priyayi. Kehidupan sosial masyarakat dalam novel Gadis Pantai sangat kental dengan pengaruh budaya Jawa. Aspek sosial dan budaya Jawa merupakan unsur ekstrinsik yang dibahas dalam perspektif sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui kajian pustaka. Kajian dilakukan dengan menganalisis aspek sosial dan budaya Jawa yang tercermin dalam novel Gadis Pantai yang merupakan unsur ekstrinsik dari novel Gadis Pantai. Makalah ini menjelaskan kontras atau perbedaan-perbedaan kehidupan priyayi dan rakyat pesisir Jawa dilihat dari aspek sosial dan budaya. Penulis berkesimpulan bahwa terdapat kontras yang sangat tajam antara kehidupan priyayi dan rakyat pesisir Jawa serta keberpihakan Pramoedya Ananta Toer sebagai pengarang pada rakyat pesisir Jawa. Hal tersebut terlihat dengan jelas dalam pelukisan Gadis Pantai sebagai rakyat kecil dan perilaku kesewenang-wenangan yang ditunjukkan oleh kaum priyayi dalam novel Gadis Pantai.
Gadis Pantai novel has background story about the difference level between the native and the aristocracy. The social life of people in Gadis Pantai novel is heavily influenced by Javanese cultural. Social and Javanese cultural aspects are extrinsic elements discussed from sociology literature perspective. The method that used in this study is qualitative method through literary view. This analysis is conducted by analyzing social and Javanese cultural aspects reftected in Gadis Pantai novel which part of extrisic elements in Gadis Pantai novel. This paper explains contrast or differences between aristocracy‟s life and people in Java coastal from the view of social and cultural aspects. The author of this paper concludes that there is a very noticeable contrast between the lives of aristocracy and people in the Java coastal and Pramoedya Ananta Toer‟s bias towards people in the Java coastal. That is proved clearly through Gadis Pantai as poor people and arbitrariness shown by the aristocracy.