Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi tiga macam obat cacing terhadap jumlah telur dan jenis cacing pada anak babi. Sejumlah 24 ekor anak babi yang terinfeksi cacong parasit secara alami dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan derajat infeksi cacing dan bobot badan. Kelompok 1 tidak mendapat obat cacing; kelompok 2 mendapat febantel 10% dosis tunggal 50mg per bobot badan; kelompok 3 mendapat albendazol 20% dosis tunggal 25mg/kg bobot badan; dan kelompok 4 mendapat oksibendazol dosis tunggal 10mg/kg bb. Sampel tinja diambil 3 hari pertama setelah pengobatan. Setelah itu penimbangan dan pengambilan sampel tinja dilakukan setiap 10 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai hari ke-60, kelompok yang mendapat albendazol tidak memperlihatkan telur cacing Ascaris, sedangkan cacing Trichuris sp. walaupun berkurang, tapi masih ditemukan telurnya. Untuk cacing tipe strongyle dan Strongyloides sp., hasil ini terlihat setelah hari ketiga pemberian antelmintik.