UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

Pendanaan proyek: studi kasus pt x perusahaan jas konstruksi telekomunikasi

Puji Hadi Cahyono; Firman Djunasien, supervisor ([Publisher not identified] , 2004)
 Abstrak
ABSTRAK
Industri telekomunikasi seluler di Indonesia terbagi menjadi dua bagian penting, yaitu penjualan peralatan dan perangkat lunak telekomunikasi, seperti Base Transceiver Station (BTS), Transmission Equipment, Network Management System, dan lain-lain. Sedangkan bagian lainnya adalah jasa pemasangan peralatan dan perangkat lunak tersebut.


Pembeli peralatan, perangkat lunak dan jasa pemasangannya adalah operator telepon seluler yang di Indonesia ini dikuasai oleh beberapa pemain besar seperti Telkomsel, Indosat ' (Satelindo, IM3), Excelcom, dan para pemain teknologi CDMA, seperti Telkom Flexi, dan lain-lainnya.


Investasi pada industri ini membutuhkan dana yang banyak dan dapat dilihat asumsi umum yang digunakan yaitu kebutuhan dana untuk pembangunan 1 BTS membutuhkan sekitar 50.000 dollar Amerika. Jika untuk melayani wilayah inner Jakarta Telkomsel membutuhkan sekitar 700 BTS, maka bisa dibayangkan besamya dana yang dibutukan untuk investasi jika wilayah yang harus dilayani adalah seluruh Indonesia.


Ada beberapa pilihan yang dapat digunakan oleh para operator untuk melakukan investasi dengan menggunakan dana yang relatif murah. Salah satunya adalah dengan pendanaan yang diberikan oleh para vendor. Vendor adalah perusahaan yang memasok peralatan dan jasa yang disebut diatas. Pendanaan ini bisa berupa penundaan pembayaran dalam waktu yang relatif lama, mulai dari bilangan bulan hingga tahun. Disisi lain, pendanaan ini merupakan tambahan biaya atas peningkatan penjualan dan pangsa pasar di Indonesia.


Penggunaan modal sendiri merupakan altematif penggunaan sumber dana yang paling mudah dan murah, tetapi sangat berisiko. Sedangkan pinjaman kepada lembaga keuangan, baik dengan meminjam diawal berjalannya proyek maupun dengan penjualan piutang, adalah pilihan yang paling tidak berisiko tetapi menjadi altematifyang paling mahal. Yang terakhir bisa menjadi pilihan adalah dengan pemberian insentif kepada operator atas pembayaran yang dipercepat. Cara ini bisa menjadi cara yang paling murah dan yang pasti sangat tidak berisiko.
 File Digital: 1
Shelf
 T13511-Puji Hadi Cahyono.pdf ::

Catatan : Menu Anggota

 Metadata
No. Panggil : T-Pdf
Nama orang :
Nama orang tambahan :
Nama badan tambahan :
Subjek :
Penerbitan : [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 2004
Program Studi :
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : computer
Tipe Carrier : online resource
Deskripsi Fisik : x, 63 pages : illustration ; appendix
Catatan Bibliografi : page 63
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
T-Pdf TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20453647