UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

Strategi korporasi PT NTR dalam mengadapi krisis ekonomi di Indonesia

Niti Sastro; Albert Widjaja, supervisor ([Publisher not identified] , 1998)

 Abstrak

RINGKASAN EKSEKUTIF
PT NTR merupakan perusahaan induk yang memiliki empat SBU dengan bisnis
inti produsen minuman serbuk dan produk diet. Krisis ekonomi mendorong PT NTR
untuk menemukan strategi korporasi yang memberikan nilai tambah bagi seluruh SBU. Dengan demikian PT NTR perlu melihat bagaimana keadaan masa depan, menemukan kompetensi inti yang perlu dibangun, dan mengambil posisi pada pelbagai industri.
Sebelum memilih strategi, PT NTR perlu memperhatikan indikator-indikator yang
mempengaruhi krisis ekonomi dan persaingan pada saat mi. Kemudian perusahaan
melakukan perkiraan terhadap skenario perubahan hingga akhir tahun 1999. Selain hal tersebut, perusahaan juga melakukan perkiraan terhadap perekonomian dan persaingan pada masa menda tang atau dalam jangka panjang. Berdasarkan perkiraan berbagai skenario dalam jangka pendek dan arah masa depan, perusahaan induk pesaing, dan kesesuaian strategi portofolio SBU dengan strategi perusahaan induk, maka PT NTR memilih strategi korporasi yang membangun nilai selunih SBU. Pada tingkat korporasi PT NTR membagi strateginya menjadi dua kelompok, yaitu strategi portofolio SBU dan strategi perusahaan induk.
PT NFl dan PT NXP merupakan SBU yang relatif lebih kuat, sedangkan PT BMS
dan PT NRC merupakan SBU yang relatif lebih lemah. Namun demikian, dalam
penetapan strategi korporasi di masa krisis, PT NTR tetap mengutamakan proses
membangun nilai secara keseluruhan dalam jangka panJang daripada tindakan yang
berorientasi keuangan dalam jangka pendek.
Dalam strategi portofolio SBU, PT NTR menemukan kesempatan membangun
nilai SBU dengan melakukan perampingan dengan tetap menjaga bisnis yang ada.
Restrukturisasi empat SBU menjadi tujuh SBU dilakukan agar dapat terjadi akselerasi
kapabilitas yang membangun kompetensi inti pada setiap SBU yang lebih ramping.
Kemudian PT NTR memilih strategi perusahaan induk yang mendukung strategi
portofolio SBU tersebut.
Agar dapat ยท memimpin industri masa depan, PT NFI perlu membangun
kompetensi inti menciptakan formula produk yang sangat disukai konsumen dalam
berbagai bentuk. Sedangkan dalam bisnis produk diet, PT NFI perlu mengembangkan
kompetensi inti mendominasi jaringan kerjasama antar industri makanan sehat dan
menciptakan produk yang dapat saling melengkapi.
Pada bisnis distribusi, PT NXP perlu mengembangkan kompetensi inti
pemanfaatan tehnologi informasi dan jaringan penjualan langsung. Pada bisnis jasa
pemasaran, PT BMS perlu mengembangkan kompetensi inti cepat mendapatkan berbagai
informasi pasar. Pada bisnis sistem dan sumber daya manusia, PT HRC perlu
mengembangkan kompetensi inti mengintegrasikan tehnologi informasi dengan sistem
perusahaan.
Pada tingkat SBU, setiap perusahaan mengambil posisi dengan strategi yang dapat
bertahan dalam menghadapi berbagai skenario dalam satu tahun yang diimbangi dengan
upaya pengembangan kompetensi inti. PT NFI memilih strategi fokus diferensiasi
dengan pertumbühan yang terkonsentrasi. PT NXP memilih strategi biaya rendah. PT
BMS dan PT HRC memilih strategi inovasi.
Pada tingkat fiangsional, perusahaan memilih strategi ftingsional yang merupakan
terjemahan dari strategi SBU yang dipilih melalui penetapan sasaran strategik dan
pengukuran strategik pada empat perspektif, yaitu keuangan, konsumen, internal, dan
pembelajaran serta pertumbuhan.
Dengan strategi bisnis fokus diferensiasi, beberapa strategi fungsional PT NFl
yang penting adalah mempertaj am konsumen sasaran clan meningkatkan nilai akhir yang diterima konsumen Strategi mi diukur keberhasilannya dengan indikator lag rasio kepuasan pelanggan yang disebabkan oleh indikator lead tingkat kesadaran merek, total nilai persepsi relatif, clan tingkat konsumsi. Keempat indikator mi merupakan ukuran yang diperoleh dari sasaran meningkatkan kepuasan konsumen sasaran, menjaga citra merek, pertambahan nilai produk, dan peningkatan konsumsi.
Struktur organisasi yang sesuai dengan strategi korporasi adalah stuktur organisasi
jejaring yang tidak memiliki batas organisasi dalam pelaksanaan proses penciptaan nilai. Hal ini perlu didukung dengan pembentukan budaya organisasi melalui penetapan clan komunikasi nilai perusahaan, adanya pola pikir sistem, dan pengembangan kapabilitas sumber daya yang unik pada setiap organisasi.
Pengendalian efektivitas strategi den-an menggunakan mekanisme sasaran
strategik dan pengukuran strategik memiliki keunggulan dalam hal mengevaluasi
efektivitas strategi pada setiap kegiatan dan dinamis dalam mengadaptasi setiap
perubahan yang terjadi.

 File Digital: 1

Shelf
 T8658-Niti Sastro.pdf :: Unduh

LOGIN required

 Metadata

Jenis Koleksi: UI - Tesis (Membership)
No. Panggil : T-Pdf
Entri utama-Nama orang :
Entri tambahan-Nama orang :
Entri tambahan-Nama badan :
Subjek :
Penerbitan : [Place of publication not identified]: [Publisher not identified], 1998
Program Studi :
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten : text (rdaconten)
Tipe Media : computer
Tipe Carrier : online resource
Deskripsi Fisik : x, 180 pages : illustration ; 30 cm
Catatan Bibliografi : pages 177-180
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
T-Pdf 15-18-093523505 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 20471226