UI - Tugas Akhir :: Back

UI - Tugas Akhir :: Back

The representations of south asian people in bicycle bride (2010) and the big sick (2017) = Representasi masyarakat asia selatan di film bicycle bride (2010) dan the big sick (2017)

Niken Dyah Widyowati; Herlin Putri Indah Destari, supervisor; Junaidi, examiner; Marti Fauziah Ariastuti, examiner (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019 )

 Abstract

Orientalisme adalah sebuah evaluasi terhadap teks-teks Barat yang selalu menggambarkan budaya ketimuran sebagai inferior dan menggambarkan Timur secara klise dan dalam stereotip tertentu. Penelitian ini mengamati representasi Orientalisme yang digambarkan dalam film Bicycle Bride (2010) dan film The Big Sick (2017). Analisis ini menggunakan kerangka teoretis Orientalisme yang dikemukakan oleh Edward Said (1978) dengan meneliti representasi orang Asia Selatan dan Kaukasia dalam dua film ini. Pendekatan teoritis dari penelitian ini berkonsentrasi pada analisis tekstual yang berfokus pada karakter dan narasi verbal. Selain itu, makalah ini juga mempertimbangkan aspek non-narasi, seperti visual dan audio, terutama bagaimana mereka menggambarkan diskriminasi perempuan Asia Selatan. Temuan pada makalah ini menunjukkan bahwa dalam dua film ini, masyarakat Timur digambarkan sebagai kuno, tidak rasional, kurang memiliki rasa individualitas, dan tidak mau belajar dan tumbuh melalui adaptasi bahasa lokal. Sementara itu, orang-orang Barat digambarkan sebagai orang yang baik hati, dan penyelamat dengan menghadirkan orang-orang Asia Selatan sebagai orang yang mempunyai budaya dan sosial yang kurang dan tidak memiliki agensi untuk mengatasi situasi mereka yang terpinggirkan.

Orientalism is an evaluation of Western texts that have always represented the East as an inferior other and constructs the East by giving stereotypical images and clichés. This paper observes the representation of Orientalism depicted in Bicycle Bride (2010) and The Big Sick (2017). The analysis is done within the theoretical framework of Orientalism proposed by Edward Said (1978) by examining the representations of South Asians and Caucasians in these two movies. The theoretical approach of this study concentrates on textual analysis focusing on the characters and verbal narratives. Moreover, this paper also takes into account the non-narrative aspects, such as visual and audio, especially how they portray the discrimination of South Asian women. The findings suggest that in these two movies, the orients are being portrayed as old fashioned, irrational, lacking all sense of individuality, and not willing to learn and grow through adaptation of the local language. Meanwhile, the Westerns are portrayed as good-natured, and saviors by presenting South Asians as cultural and socially deficient and lacking the agency to overcome their marginalized situations.

 Digital Files: 1

Shelf

 Metadata

Collection Type : UI - Tugas Akhir
Call Number : TA-pdf
Main entry-Personal name :
Additional entry-Personal name :
Additional entry-Corporate name :
Study Program :
Subject :
Publishing : Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
Record of Work Tugas Akhir
Cataloguing Source LibUI ind rda
Content Type text
Media Type computer
Carrier Type online resource
Physical Description 22 pages : Illustration ; 28 cm
Concise Text
Holding Institution Universitas Indonesia
Location Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Availability
  • Review
  • Cover
Call Number Barcode Number Availability
TA-pdf 16-20-569291607 TERSEDIA
Review:
No review available for this collection: 20493681
Cover