UI - Laporan Penelitian :: Kembali

UI - Laporan Penelitian :: Kembali

Fluktuasi Suhu Harian Kota di Surabaya

Widyawati; Triarko Nurlambang; Sri Adiyanti (Universitas Indonesia, 1996)
 Abstrak
Aspek-aspek klimatologis di daerah perkotaan cenderung memiliki pola yang berbeda dengan pola yang terjadi bukan di daerah perkotaan. Aspek klimatologis yang terutama banyak dibicarakan adalah suhu. Di daerah perkotaan, ada kecenderungan kelebihan panas yang tidak merata dan disebut sebagai Kutub Panas Kota (Urban Heat Island).

Penelitian tentang kutub panas kota telah dilakukan oleh banyak ahli di negara-negara sub-tropis. Namun belum banyak penelitian sejenis yang dilakukan di negara tropis. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan kajian tentang kutub panas yang terjadi di kota Surabaya pada akhir tahun 1996. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan penjelasan yang sederhana tentang pengaruh penggunaan tanah mikro terhadap fluktuasi suhu harian dan kutub panas kota.

Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan bahwa:
1. Puncak suhu di Surabaya umumnya terjadi antara pukul 10.00-12.00;
2. Perbedaan suhu maksimum dan minimum yang besar terjadi pada daerah dengan tutupan pepohonan yang jarang atau bahkan tidak ada. Jenis tutupan lahan permukaan tanah, yakni tutupan lahan kedap air dan rerumputan, tidak memberikan perbedaan yang nyata terhadap fluktuasi suhu harian;
3. Kutub panas kota terjadi pada daerah dengan kerapatan bangunan yang tinggi dan tidak memiliki banyak pohon; Badan air menunjukkan kemampuannya dalam meredam panas. Pada lokasi pengamatan yang berada di sekitar badan air, fluktuasi suhu harian tidak tajam.


Urban area has different climatological aspects pattern than in rural area. Climatologial aspect which were mostly discussed is temperature. In urban area, some places tend to be over heat and produce urban heat island.

Most urban heat island studies take place in sub-tropical region. It is very difficult to find temprature studies in the tropical region. This study analysing urban heat island in Surabaya at the end of 1996. With this study, we have data of urban temperature and the influence of land use to the temperature.

The conclusion of the study are as follows:
1. Most area has its maximum temperatur at 10.00-12.00 P.M.;
2. The largest different between the maximum and the minimum temperature were at locations with minimum trees. The land coverage, grass or pavement area, does not give important influence to the temperature fluctuation;
3. Urban heat island tend to occur in areas with dense high rise building, and less or without trees.

Water bodies give big influence to stabilizing the temperature. Locations which are close to water bodies, are more stabilize than locations which are far from it.
 File Digital: 1
Shelf
 LP-Widyawati-Fluktuasi Suhu Harian Kota di Surabaya.pdf ::
 Metadata
No. Panggil : LP-pdf
Pengarang :
Pengarang/kontributor lain :
Subjek :
Penerbitan : Depok: Universitas Indonesia, 1996
Program Studi :
Sumber Pengatalogan LibUI ind rda
Tipe Konten text
Tipe Media computer
Tipe Carrier online resource
Deskripsi Fisik iii, 50 pages : illustration ; 28 cm + appendix
Lembaga Pemilik Universitas Indonesia
Lokasi Perpustakaan UI, Lantai 3
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
LP-pdf 09-19-014173768 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 76435