Malnutrisi memiliki dampak pada pasien rawat inap di rumah sakit (RS), dan diperlukan skrining gizi yang dilakukan dalam 48 jam sejak admisi RS. Penilaian kekuatan genggam tangan (KGT) memiliki potensi sebagai alat skrining gizi pada pasien rawat inap dewasa, namun belum terdapat data titik potong dan nilai diagnostik KGT pada pasien rawat inap dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan titik potong dan nilai diagnostik KGT sebagai skrining gizi pasien rawat inap dewasa di RSCM. Penelitian menggunakan desain potong lintang pada subjek berusia 18-59 tahun yang dirawat inap di RSCM. Diperoleh 161 subjek penelitian dengan median usia 46 tahun (18-59), perempuan 56,5%. Proporsi subjek dengan status malnutrisi berdasarkan GLIM adalah 42,2%. Rerata KGT adalah 24,9±10,7 kgf. Titik potong KGT seluruh subjek adalah 23,4 kgf, dengan sensitivitas 58,82%, spesifisitas 60,22%, nilai duga positif 51,95%, nilai duga negatif 66,67%, rasio kemungkinan positif 1,48 dan rasio kemungkinan negatif 0,68. Nilai diagnostik KGT sebagai skrining gizi pasien rawat inap dewasa di RSCM dianggap kurang. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menentukan titik potong dan nilai diagnostik KGT sebagai skrining gizi pada masing masing jenis kelamin.
Malnutrition has a significant impact on hospitalized patients, and nutritional screening should be performed within 48 hours since patient admission. Handgrip strength (HGS) has a potential value as nutritional screening method in adult hospitalized patient, yet cut off and diagnostic value are not established. This study aimed to define average, cut off point and diagnostic value of HGS as nutrition screening method for adult hospitalized patient at RSCM. The study used a cross-sectional design on hospitalized patients, age 18-59 years old. One hundred and sixty one subjects were recruited, with median age 46 years old (18-59), 56,5% were female. Proportion of malnourished subjects based on GLIM criteria was 42,2%. Average HGS was 24,9±10,7 kgf. Cut off point of HGS was 23,4 kgf, with sensitivity 58,82%, specificity 60,22%, positive predictive value 51,95%, negative predictive value 66,67%, positive likelihood ratio 1,48 and negative likelihood ratio 0,68. Diagnostic value of HGS as nutritional screening method was considered poor. Further study is needed to determine sex based cut off point and diagnostic value of HGS.