Pelayanan kefarmasian dirumah sakit menjadi salah satu pelayanan kesehatan. Pelayanan farmasi klinik berupa pelayanan secara langsung oleh seorang apoteker dalam rangka meningkatkan outcome terapi dan meminimalkan terjadinya efek samping karena suatu obat. Salah satu dari kegiatan farmasi klinik yang sering dilakukan diantaranya pemantauan terapi obat. Kegiatan pemantauan terapi obat harus dilakukan secara berkesinambungan dengan tujuan keberhasilan maupun kegagalan terapi dapat diketahui. Strikture uretra berupa penyempitan uretra karena adanya luka atau jaringan parut yang mempengaruhi pengeluaran air kecil (obstruktif voiding dyfungcions) dengan konsekuensi yang akan berpotensi serius pada kandung kemih. Makalah ini akan membahas pemantauan terapi obat pada pasien strikture uretra dengan komplikasi penyakit lainnya di rumah sakit daerah tarakan. Data dianalisis berdasarkan rekam medis, instruksi harian pasien berupa catatan perkembangan pasien, catatan pemberian obat pasien, hasil pemeriksaan laboratorium dan radiology. Hasil dari pemantauan terapi obat pasien menunjukkan bahwa obat yang diterima telah sesuai dengan penyakit pasien tetapi terdapat masalah terkait obat diantara nya kontraindikasi, interaksi minor, dan tidak tepatnya dosis dengan literatur yang diperoleh.
Pharmaceutical services in hospitals are one of the health services. Clinical pharmacy services are in the form of direct services by a pharmacist in order to improve therapeutic outcomes and minimize the occurrence of side effects due to a drug. One of the clinical pharmacy activities that is often carried out includes monitoring drug therapy. Drug therapy monitoring activities must be carried out continuously with the aim of success or failure of therapy can be known. Urethral stricture is a narrowing of the urethra due to injury or scarring that affects urinary output (obstructive voiding dyfungcions) with potentially serious consequences for the bladder. This paper will discuss the monitoring of drug therapy in patients with urethral stricture with complications of other diseases in the Tarakan Regional Hospital. Data were analyzed based on medical records, daily patient instructions in the form of patient progress notes, patient drug administration records, laboratory and radiology examination results. The results of monitoring the patient's drug therapy showed that the drugs received were in accordance with the patient's disease but there were drug-related problems including contraindications, minor interactions, and inappropriate doses with the literature obtained.