Bagi seorang penulis, kegiatan membaca dan menulis adalah dua hal yang saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan. Seorang yang bisa membaca belum tentu seorang penulis, tetapi seorang penulis adalah seorang pembaca sejati yang tak pernah bosan dengan berbagai bahan bacaan. Keduanya merupakan suatu ciri intelektual. Dalam menulis dibutuhkan minat yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi kebiasaan. Minat maupun kebiasaan membaca diperoleh seseorang karena dipelajari, tidak tumbuh dengan sendirinya. Kemampuan menulis pun tidak tumbuh begitu saja, melainkan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan membaca dan kemudian diungkapkan kembali dengan cara menuliskan pemikiran yang sudah dikembangkan dan dipengaruhi oleh pemikiran si penulis itu sendiri. Dengan siklus itu, profesi pustakawan akan senantiasa berkembang karena selalu memperbaharui otaknya dengan pemikiran-pemikiran mutakhir, melalui proses membaca, mengkaji dan menyajikannya kembali dalam bentuk tulisan baru.