UI - Skripsi Membership :: Kembali

UI - Skripsi Membership :: Kembali

Rekonstruksi Lingkungan Purba Daerah Sambungmacan, Kabupaten Sragen Menggunakan Metode Ekomorfologi Fosil Vertebrata = Reconstruction of the Ancient Environment Sambungmacan Area, Sragen Regency Using Vertebrate Fossil Ecomorphology Method

Zul Fiqri; Rezky Aditiyo, supervisor; Sukiato Khurniawan, supervisor; Aldo Febriansyah Putra, examiner; Mustoto, examiner (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024)

 Abstrak

Sambungmacan memiliki banyak temuan fosil organisme, seperti manusia purba (Homo erectus) dan fauna vertebrata. Fosil – fosil ini banyak ditemukan di tepi Bengawan Solo yang termasuk dari Kabupaten Sragen. Fosil vertebrata tersebut dapat memberikan informasi lingkungan purbanya berdasarkan faunal assemblage dan ekomorfologinya. Ekomorfologi merupakan adaptasi yang terkait dengan parameter ekologi atau habitat tertentu yang mempengaruhi morfologi fungsional pada tulang organisme semasa mereka hidup, sehingga pendekatan ini dapat digunakan untuk merekonstruksi habitat mereka. Ekomorfologi pada hewan vertebrata menggunakan komponen tulang yang berhubungan dengan pergerakan, yaitu femur, metapodial, astragalus, dan phalanges (tulang jari). Sedangkan faunal assemblage merupakan kumpulan seluruh hewan atau fauna yang dulunya hidup pada lapisan atau formasi tersebut. Berdasarkan komposisi fauna yang terkandung pada sebuah lapisan/formasi, maka kumpulan organisme tersebut dapat merefleksikan kondisi dan komposisi lingkungan hidup pada zaman itu. Penelitian ini menunjukkan bahwa daerah Sambungmacan berumur Pleistosen Tengah ini dulunya merupakan lingkungan alam yang cenderung terbuka dengan perairan air tawar dan tutupan hutan di sebagian tempat.

Sambungmacan has many fossil findings of living creatures, such as early humans (Homo erectus) and vertebrate fauna. Many of these fossils are found on the banks of the Bengawan Solo, which belongs to Sragen Regency. These vertebrate fossils can provide information on their ancient environment based on ecomorphological principles and their faunal assemblages. Ecomorphology is an adaptation related to certain ecological or habitat parameters that affect the functional morphology of the bones of organisms while they are alive, so this approach can be used to reconstruct their habitat. Ecomorphology in vertebrate animals uses bone components related to movement, namely the femur, metapodial, astragalus, and phalanges. Meanwhile, the faunal assemblage is a collection of all animals or fauna that used to live in that layer or formation. This research shows that the Middle Pleistocene Sambungmacan area used to be a natural environment that tended to be open environment with freshwater waters and forest cover in some places.

 File Digital: 1

Shelf
 S-Zul Fiqri.pdf :: Unduh

LOGIN required

 Metadata

Jenis Koleksi : UI - Skripsi Membership
No. Panggil : S-pdf
Entri utama-Nama orang :
Entri tambahan-Nama orang :
Entri tambahan-Nama badan :
Program Studi :
Subjek :
Penerbitan : Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2024
Bahasa : ind
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : computer
Tipe Carrier : online resource
Deskripsi Fisik : xvii, 76 pages : illustration + appendix
Naskah Ringkas :
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
S-pdf 14-25-91606451 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 9999920565588
Cover