UI - Tugas Akhir :: Kembali

UI - Tugas Akhir :: Kembali

Situs Karangkamulyan Ciamis dan hubungannya dengan Galuh Kuna = The Karangamulyan Site, Ciamis and its relationship with Ancient Galuh

Nabilla Putri Irianti; Agus Aris Munandar, supervisor; Maman Lesmana, examiner; Agi Ginanjar, examiner (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024)

 Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Situs Karangkamulyan, Ciamis dengan Galuh Kuna, baik berdasarkan tinggalan arkeologis maupun cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Metode deskriptif-analitis digunakan untuk mengumpulkan, mendeskripsikan, dan menginterpretasi data arkeologis dari Situs Karangkamulyan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Situs Karangkamulyan memiliki korelasi kuat dengan sejarah Galuh Kuna. Tinggalan arkeologis seperti Situs Pangcalikan, Sang Hyang Bedil, dan Panyandaan, mengindikasikan fungsi situs sebagai pusat aktivitas dan kemungkinan bekas istana Galuh Kuna. Dugaan ini diperkuat oleh cerita rakyat setempat Ciung Wanara yang dikaitkan dengan situs ini. Meskipun demikian, terdapat perbedaan antara cerita rakyat dengan catatan sejarah dalam manuskrip Carita Parahiyangan. Hal ini menyimpulkan bahwa Situs Karangkamulyan memiliki peran penting dalam sejarah Galuh Kuna, baik sebagai pusat aktivitas masyarakat, lokasi istana kerajaan, maupun lahan suci waprakeswara yang tercermin dari orientasi situs-situsnya menghadap gunung-gunung di sekitarnya sebagai simbol kesucian.

This study aims to analyze the relationship between the Karangkamulyan Site, Ciamis and Ancient Galuh, based on both archaeological remains and folklore. A descriptive-analytical method was employed to collect, describe, and interpret archaeological data from the site. The findings indicate a strong correlation between the Karangkamulyan Site and the history of Ancient Galuh. Notably, archaeological remains—such as Pangcalikan (the king's seat), Sang Hyang Bedil, and Panyandaan—suggest that this site served as a center of activity and possibly as the former palace of Ancient Galuh. Moreover, local folklore, specifically stories about Ciung Wanara, reinforces this interpretation. However, there are discrepancies between folklore and historical records, particularly in the Carita Parahiyangan manuscript. This concludes that the Karangkamulyan Site has an important role in the history of Ancient Galuh, both as a center of community activities, the location of the royal palace, and the sacred land of the waprakeswara which is reflected in the orientation of the sites facing the surrounding mountains as a symbol of holiness.

 File Digital: 1

Shelf
 TA-Nabilla Putri Irianti.pdf :: Unduh

LOGIN required

 Metadata

Jenis Koleksi : UI - Tugas Akhir
No. Panggil : TA-pdf
Entri utama-Nama orang :
Entri tambahan-Nama orang :
Entri tambahan-Nama badan :
Program Studi :
Subjek :
Penerbitan : Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2024
Bahasa : ind
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : unmediated ; computer
Tipe Carrier : volume ; online resource
Deskripsi Fisik : viii, 91 pages : illustrations
Naskah Ringkas :
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
TA-pdf 16-25-05242147 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 9999920566291
Cover