UI - Tugas Akhir :: Kembali

UI - Tugas Akhir :: Kembali

Exploring political sisterhood in fiction: A Textual analysis of The Gilded Ones (2021) and The Merciless Ones (2022) = Menelaah persaudaraan perempuan dalam fiksi: Analisis tekstual The Gilded Ones (2021) dan The Merciless Ones (2022)

Fasya Arum Puspitasari; Asri Saraswati, supervisor; Dhita Hapsarani, examiner; Bayu Kristianto, examiner (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2025)

 Abstrak

Makalah ini mengkaji representasi persaudaraan perempuan sebagai mekanisme transformatif untuk menghilangkan seksisme yang terinternalisasi dan membangun solidaritas yang tulus dalam novel The Gilded Ones (2021) dan The Merciless Ones (2022) karya Namina Forna. Berlatar di dunia distopia yang didominasi dengan penindasan patriarki, novel-novel tersebut menceritakan tentang Alaki, sekelompok perempuan yang hidup hampir abadi. Alaki mengalami berbagai penindasan dan di saat yang bersamaan perlu menghadapi dampak terinternalisasi dari penindasan tersebut. Penelitian ini menganalisis bagaimana ikatan persaudaraan di antara Alaki digunakan untuk melawan sistem yang menindas mereka, dengan menggunakan kerangka teoritis dari bell hooks (1986) mengenai solidaritas feminis. Dengan menggunakan analisis tekstual, penelitian ini menelaah bagaimana persaudaraan di antara para Alaki menciptakan lingkungan yang mendukung dan merangkul keberagaman, memungkinkan mereka untuk melepaskan seksisme yang terinternalisasi dan mebangun solidaritas yang melebihi perjuangan individual. Hasil analisis makalah ini menunjukkan bahwa persaudaraan menjadi sumber untuk bertahan hidup dan katalisator untuk transformasi kolektif bagi Alaki. The Gilded Ones (2021) dan The Merciless Ones (2022) pada akhirnya merepresentasikan upaya berkelanjutan yang dibutuhkan untuk membangun persaudaraan yang inklusif dan menguatkan.

This paper examines the representation of sisterhood as a transformative mechanism for unlearning internalized sexism and fostering genuine solidarity in Namina Forna’s The Gilded Ones (2021) and The Merciless Ones (2022). Set in a dystopian world characterized by patriarchal oppression, the novels center on the Alaki, a group of near-immortal women who undergo layers of oppression while simultaneously grappling with the internalized effects of this oppression. This research analyzes how the bonds of sisterhood among the Alaki challenge the oppressive system, drawing on bell hooks’ (1986) framework of feminist solidarity. Using textual analysis, this study explores how the sisterhood between the Alakis fosters a supportive environment that embraces diversity, enabling them to unlearn internalized sexism and form a solidarity that transcends individual struggles. The findings suggest that sisterhood in these novels is not merely a source of survival but also a catalyst for collective transformation. The Gilded Ones (2021) and The Merciless Ones (2022) ultimately represent the ongoing effort required to build inclusive and empowering sisterhoods.

 File Digital: 1

Shelf
 TA-Fasya Arum Puspitasari.pdf :: Unduh

LOGIN required

 Metadata

Jenis Koleksi : UI - Tugas Akhir
No. Panggil : TA-pdf
Entri utama-Nama orang :
Entri tambahan-Nama orang :
Entri tambahan-Nama badan :
Program Studi :
Subjek :
Penerbitan : Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2025
Bahasa : eng
Sumber Pengatalogan : LibUI eng rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : unmediated ; computer
Tipe Carrier : volume ; online resource
Deskripsi Fisik : ix, 21 pages
Naskah Ringkas :
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
TA-pdf 16-25-97000147 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 9999920566802
Cover