UI - Tugas Akhir :: Kembali

UI - Tugas Akhir :: Kembali

Paradoks dalam Relasi I-Thou: Objektifikasi sebagai transisi dari I-It menuju I-Thou melalui pemikiran Martin Buber dan kritik Walter Kaufmann = Paradox in the I-Thou Relation: Objectification as the transition of I-It to I-Thou through Martin Buber's thought and Walter Kaufmann's critique

Pandu Allen Reyhandityo; Naupal, supervisor; Fristian Hadinata, examiner; Mendrofa, James Farlow, examiner (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2025)

 Abstrak

Penelitian ini membahas mengenai paradoks yang terdapat dalam relasi I-Thou Martin Buber. Relasi I-Thou yang diusung Buber adalah suatu relasi yang murni tanpa adanya maksud atau tujuan terselubung, ataupun batasan-batasan yang dikenakan pada subjek the other. Penulis akan menggunakan teori eksistensialisme Martin Buber dan kritik Walter Kaufmann sebagai pisau bedah. Metode penelitian yang akan digunakan adalah analisis kritis. Penggunaan metode ini menunjukkan paradoks yang semestinya menghalangi aktualisasi dari relasi I-Thou, dikarenakan objektifikasi yang dilakukan pada subjek. Paradoks ada pada manusia dalam pengejaran otentisitas demi keluar dari alienasi atau ketidakutuhan being. Penekanan peranan objektifikasi mampu menegasikan paradoks tersebut, sekaligus menunjukkan relevansi I-Thou untuk konteks masa kini. Masalah ini dirumuskan melalui dua pertanyaan penelitian: 1) Bagaimana peranan objektifikasi memungkinkan relasi otentik I-Thou terjalin ketika dihadapkan pada paradoks subjek I?; 2) Bagaimana peranan objektifikasi dapat menjadikan I-Thou relevan di masa kini? Penulisan ini dimaksudkan mengangkat pandangan bahwa mode I-Thou yang murni hanyalah satu dari mode relasi I-Thou yang ada. Objektifikasi dapat menjadi basis dari relasi bermakna, dan memperluas jangkauan dari pemikiran I-Thou.

This study discusses the paradox contained in Martin Buber's I-Thou relationship. The I- Thou relationship proposed by Buber is a pure relationship without any hidden intentions or goals, or limitations imposed on the subject of the other. The author will use Martin Buber's existentialism theory and Walter Kaufmann's criticism as a scalpel. The research method that will be used is critical analysis. The use of this method shows the paradox that should hinder the actualization of the I-Thou relationship, due to the objectification carried out on the subject. Paradoxes exist in humans in the pursuit of authenticity in order to escape alienation or the incompleteness of being. The emphasis on the role of objectification is able to negate the paradox, while at the same time showing the relevance of I-Thou for the current context. This problem is formulated through two research questions: 1) How does the role of objectification enable the authentic I-Thou relationship to be established when faced with the paradox of the subject I?; 2) How can the role of objectification make I-Thou relevant today? This writing is intended to raise the view that the pure I-Thou mode is only one of the existing I-Thou relation modes. Objectification can be the basis of meaningful relations, and expand the scope of I-Thou thinking.

 File Digital: 1

Shelf
 TA-Pandu Allen Reyhandityo.pdf :: Unduh

LOGIN required

 Metadata

Jenis Koleksi : UI - Tugas Akhir
No. Panggil : TA-pdf
Entri utama-Nama orang :
Entri tambahan-Nama orang :
Entri tambahan-Nama badan :
Program Studi :
Subjek :
Penerbitan : Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2025
Bahasa : ind
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : unmediated ; computer
Tipe Carrier : volume ; online resource
Deskripsi Fisik : viii, 27 pages
Naskah Ringkas :
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
TA-pdf 16-25-33821722 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 9999920566925
Cover