UI - Skripsi Membership :: Kembali

UI - Skripsi Membership :: Kembali

Analisis manajemen pengetahuan di Jakarta Smart City berdasarkan Model SECI = Analysis of knowledge management in Jakarta Smart City based on SECI Model

Rizky Indrayanto; Muhamad Yopan, supervisor; Wahyu Mahendra, examiner; Lina Miftahul Jannah, examiner (Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2025)

 Abstrak

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membentuk Jakarta Smart City (JSC) pada tahun 2014 sebagai unit pengelola yang bertanggung jawab dalam mewujudkan tata kelola perkotaan berbasis teknologi dan data. JSC tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknologi, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekosistem kota pintar 4.0 yang kolaboratif dan partisipatif. Di tengah peran strategis tersebut, pengelolaan pengetahuan menjadi elemen krusial bagi efektivitas dan keberlanjutan JSC dalam merespons permasalahan kota secara dinamis. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 164 Tahun 2017 tentang Manajemen Pengetahuan sebagai landasan normatif bagi SKPD, termasuk JSC, untuk melaksanakan pengelolaan pengetahuan secara sistematis. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dokumentasi, tingginya tingkat perputaran tenaga kerja kontrak, serta siklus kerja yang tidak terprediksi dan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses manajemen pengetahuan di Jakarta Smart City dengan menggunakan kerangka konseptual Model SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) yang dikembangkan oleh Nonaka dan Takeuchi (1995). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah post-positivist dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sembilan narasumber, serta didukung oleh studi literatur dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pengetahuan di Jakarta Smart City telah berlangsung dalam empat tahapan Model SECI. Pertukaran pengetahuan tacit dilakukan melalui interaksi lintas tim dan mitra eksternal, sementara dokumentasi formal menjadi sarana transformasi pengetahuan ke bentuk eksplisit. Pengetahuan eksplisit kemudian diintegrasikan dengan dukungan teknologi dan diinternalisasi melalui pelatihan, evaluasi, serta praktik kerja adaptif. Proses ini membentuk spiral pengetahuan yang mendorong inovasi digital, pengambilan keputusan berbasis data, dan peningkatan respons organisasi terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi eksternal turut memperkuat ekosistem pembelajaran dan kapasitas adaptif JSC sebagai institusi kota pintar.

In 2014, the Provincial Government of DKI Jakarta established Jakarta Smart City (JSC) as a management unit responsible for implementing technology- and data-based urban governance. JSC not only functions as a technology executor but also as an innovation hub and a connector between the government and the public in building a collaborative and participatory Smart City 4.0 ecosystem. Amid this strategic role, knowledge management has become a crucial element for JSC’s effectiveness and sustainability in responding to urban problems dynamically. The Provincial Government of DKI Jakarta has also enacted Governor Regulation Number 164 of 2017 on Knowledge Management as a normative basis for Regional Apparatus Work Units (SKPD), including JSC, to implement knowledge management systematically. However, implementation in practice still faces various challenges, such as documentation limitations, high turnover of contract-based employees, and unpredictable and dynamic work cycles. This study aims to analyze the knowledge management process in Jakarta Smart City using the conceptual framework of the SECI Model (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) developed by Nonaka and Takeuchi (1995). The research approach employed is post-positivist using qualitative methods. Data were collected through in-depth interviews with nine informants, supported by literature reviews and other relevant documents. The results of the study show that knowledge management in Jakarta Smart City has taken place in four stages of the SECI Model. The exchange of tacit knowledge is carried out through cross-team interactions and external partners, while formal documentation is a means of transforming knowledge into explicit forms. Explicit knowledge is then integrated with technological support and internalized through training, evaluation, and adaptive work practices. This process forms a knowledge spiral that drives digital innovation, data-based decision making, and increased organizational responsiveness to community needs. External collaboration also strengthens the learning ecosystem and adaptive capacity of JSC as a smart city institution.

 File Digital: 1

Shelf
 S-Rizky Indrayanto.pdf :: Unduh

LOGIN required

 Metadata

Jenis Koleksi : UI - Skripsi Membership
No. Panggil : S-pdf
Entri utama-Nama orang :
Entri tambahan-Nama orang :
Entri tambahan-Nama badan :
Program Studi :
Subjek :
Penerbitan : Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2025
Bahasa : ind
Sumber Pengatalogan : LibUI ind rda
Tipe Konten : text
Tipe Media : computer
Tipe Carrier : online resource
Deskripsi Fisik : xii, 152 pages : illustrations + appendix
Naskah Ringkas :
Lembaga Pemilik : Universitas Indonesia
Lokasi : Perpustakaan UI
  • Ketersediaan
  • Ulasan
  • Sampul
No. Panggil No. Barkod Ketersediaan
S-pdf 14-25-09591501 TERSEDIA
Ulasan:
Tidak ada ulasan pada koleksi ini: 9999920572744
Cover