Spathoglottis plicata merupakan anggrek terestrial yang keberadaannya terancam oleh kondisi lingkungan yang kurang ideal, seperti pembalakan liar, pembakaran hutan, pembukaan lahan untuk perladangan, pengumpulan berlebihan, dan pengumpulan ilegal oleh penggemar anggrek. Oleh karena itu, dibutuhkan teknik budidaya yang sesuai, seperti pemberian pupuk, untuk mempertahankan kehidupannya. Pupuk hayati mikoriza bersifat ramah lingkungan dan dapat mengurangi dampak negatif pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk mikoriza terhadap pertumbuhan S. plicata. Penelitian dilakukan di Rumah Anggrek, Departemen Biologi FMIPA UI, menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat dosis pupuk mikoriza (0 g, 10 g, 20 g, dan 30 g) dan lima ulangan. Pupuk mikoriza diberikan satu kali saat penanaman dengan cara dicampurkan ke media di sekitar akar. Pengambilan data berupa data kuantitatif dan kualitatif dilakukan terhadap setiap tanaman. Data kuantitatif berupa pertumbuhan tanaman, kadar klorofil daun, dan parameter lingkungan, sedangkan data kualitatif berupa pengamatan keberadaan mikoriza dan peloton pada akar S. plicata. Peloton adalah struktur hifa melingkar dalam sel korteks akar. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif pemberian pupuk mikoriza terhadap pertumbuhan S. plicata, meskipun tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Dosis pupuk 5 g merupakan perlakuan optimal untuk meningkatkan jumlah daun. Dosis pupuk 10 g merupakan perlakuan optimal untuk meningkatkan panjang daun dan lebar daun, serta dosis pupuk 20 g optimal untuk meningkatkan tinggi tanaman. Dosis mikoriza berpengaruh terhadap persentase keberadaan peloton pada akar. Semakin tinggi dosis mikoriza, persentase keberadaan peloton pada akar semakin banyak.
Spathoglottis plicata is a terrestrial orchid whose existence is threatened by suboptimal environmental conditions, such as illegal logging, forest burning, land clearing for agriculture, overharvesting, and illegal collection by orchid enthusiasts. Therefore, appropriate cultivation techniques, such as fertilization, are needed to sustain its survival. Mycorrhizal biofertilizer is environmentally friendly and can reduce the negative impacts of inorganic fertilizers. This study aims to examine the effect of mycorrhizal fertilizer on the growth of S. plicata. The research was conducted at the Orchid House, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Indonesia, using a completely randomized design with four mycorrhizal fertilizer doses (0 g, 10 g, 20 g, and 30 g) and five replicates. Mycorrhizal fertilizer was applied once at planting by mixing it into the growing medium around the roots. Data collection included both quantitative and qualitative data for each plant. Quantitative data included plant growth, leaf chlorophyll content, and environmental parameters, while qualitative data included observation of mycorrhiza and peloton presence in the roots of S. plicata. Pelotons are coiled hyphal structures inside root cortex cells. Data were analyzed using one-way ANOVA at a 5% significance level. The results showed a positive effect of mycorrhizal fertilizer on the growth of S. plicata, although it was not statistically significant (p > 0.05). The 5 g dose was optimal for increasing the number of leaves. The 10 g dose was optimal for increasing leaf length and width, and the 20 g dose was optimal for increasing plant height. The percentage of peloton presence in the roots increases with higher doses of mycorrhiza.