Latar Belakang: Stunting merupakan bentuk malnutrisi kronis yang memengaruhi berbagai aspek kesehatan anak, termasuk kesehatan rongga mulut. Penurunan kualitas saliva dan imunitas lokal pada anak stunting dapat memudahkan kolonisasi bakteri patogen seperti P. gingivalis, yang dikenal sebagai salah satu bakteri utama penyebab penyakit periodontal. Salah satu faktor virulensi penting bakteri ini adalah fimbriae tipe panjang yang dikodekan oleh gen fimA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah bakteri dan ekspresi gen fimA dari P. gingivalis pada dua habitat oral yang berbeda, yaitu saliva dan plak supragingiva pada anak usia 9–12 tahun dengan status gizi stunting dan normal. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif cross-sectional dengan total 40 sampel biologis yang dikumpulkan dari siswa sekolah dasar di Kabupaten Bogor. Jumlah bakteri dianalisis menggunakan metode real-time PCR dengan kuantifikasi absolut, sedangkan ekspresi gen dinilai dengan kuantifikasi relatif. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa jumlah P. gingivalis secara signifikan lebih tinggi pada saliva dibandingkan plak supragingiva (p = 0,029), sementara ekspresi gen fimA lebih tinggi pada plak supragingiva (p = 0,010). Selain itu, tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam jumlah bakteri maupun ekspresi gen P. gingivalis antara kelompok anak stunting dan normal. Temuan ini juga menunjukkan bahwa ekspresi gen virulensi mikroba dipengaruhi oleh habitat dalam rongga mulut serta pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak. Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan strategi preventif berbasis molekuler untuk meningkatkan kesehatan rongga mulut pada anak-anak dengan masalah gizi kronis, khususnya stunting.
Background: Stunting is a form of chronic malnutrition that affects various aspects of child health, including oral health. Reduced salivary quality and weakened local immunity in stunted children can promote colonization by pathogenic bacteria such as P. gingivalis, a major pathogen in periodontal disease. One of its key virulence factors is the long-type fimbriae encoded by the fimA gene. Objective: This study aims to analyze the bacterial count and fimA gene expression of P. gingivalis in two distinct oral habitats, namely saliva and supragingival plaque, in children aged 9–12 years with stunted and normal nutritional status. Method: The study employed a descriptive cross-sectional design with a total of 40 biological samples collected from elementary school students in Bogor Regency. Bacterial counts were measured using real-time PCR with absolute quantification, while gene expression was assessed using relative quantification. Results: The results showed that the number of P. gingivalis was significantly higher in saliva than in supragingival plaque (p = 0.029), while fimA gene expression was higher in supragingival plaque (p = 0.010). Additionally, no significant differences were found in the number of bacteria or P. gingivalis gene expression between the stunted and normal groups. These findings also show that microbial virulence gene expression is influenced by the oral cavity habitat and oral health maintenance in children. Conclusion: This study is expected to serve as a basis for developing molecular-based preventive strategies to improve oral health in children with chronic nutritional issues, particularly stunting.