Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 220206 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bambang Setiawan
"Tesis ini dilatarbelakangi oleh perkembangan usaha dan kinerja perbankan nasional periocle sesudah krisis yakni sejak pertengahan tahun 1997 hingga saat ini, yang masih menyisakan beberapa persoalan yang belum dapat diselesaikan sepenuhnya. Salah satu persoalan tersebut adalah perkembangan kegiatan intermediasi perbankan sebagaimana terlihat dari kinelja Loan ra Deposit Rufio (LDR) yang belum dapat mencapai tingkat yang optimal dibandingkan dengan periods sebelum krisis. Dalam tesis ini, akan diteliti mengenai variabel-variabel yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kinelja LDR bank. Variabel bebas fersebut adalah pola placement yang dilakukan bank., indikator kineljaf kesehatan bank, serta variabel ekstemal. Analisis terhadap variabel-variabel tersebut akan dibandingkan antara periode sebelum dan sesudah krisis. Sedangkan populasi yang akan diteliti dalam tesis ini hanya dibatasi terhadap Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) Devisa, dengan pertimbangan BUSN Devisa memiliki share aset yang cukup besar dalam sistem perbankan nasional, orientasi bisnisnya yang lebih fokus untuk memaksimalkan wealth pemiliknya, Serta intensitas kegiatan usahanya dalam valuta asing maupun transaksi intemasional.
Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk dapat memberikan jawaban mengenai : bagaimana pengaruh variabel-variabel bebas dimaksud terhadap kinerja LDR; variabel bebas mana yang paling dominan mempengarnhi LDR; Serta kecendemngan pola placement BUSN Devisa. Selanjumya tesis ini diharapkan dapat memberikan manfaat, yaitu : menghasilkan gambaran mengenai peran dan kontribusi BUSN Devisa dalam melakukan kegiatan intennediasi dalam rangka mendorong pertumbuhan selctor riil di Indonesia; serta dapat menjadi masukan bagi otoritas pengaturan dan pengawasan bank dalam rangka menetapkan kebij akan untuk mendorong kegiatan intermediasi perbankan. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda (Multqvle Regression). Model analisis ini dipilih karena penelitian ini dirancang untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat (dependent) dengan variabel-variabel bebas (independent) dan menguji hubungan tersebut apakah signiiikan atau tidak. Hal ini dilakukan dengan mendapatkan persamaan regresi linear berganda diantara variabel-variabel dimaksud dan menguji hubungannya dengan uji-t dan uji-F statistik. Dari pengolahan data setelah dilakukan upaya untuk mcngatasi kasus multikolinieritas, hasil yang diperoleh diketahui terdapat perbedaan kecenderungan variabel-variabel bebas yang merniliki pengaruh terhadap kinenja LDR antara periode sebelum krisis dan sesudah krisis, kecuali variabel surat-surat berharga (SSB) yang senantiasa konsisten mempengaruhi perkembangan kinerja LDR baik pada periode sebelum krisis maupun sesudah krisis. Terhadap variabel-variabel bebas yang memiliki pengamh terhadap LDR tersebut, diperoleh nilai koefisien detemlinasi berganda (R2) dan koetisien korelasi (f) yang menunjukkan kecenderung semakin membesarlmenguat pada periode sesudah krisis apabila dibandingkan dari periode sebelum krisis.

The influence of Bank's Investment, its external factors and its performance as intermediation roles to promote Indonesia's real sector (Case of Indonesia Foreign Exchange National Private Bank). This research has been encouraged by the growth of national banking industry after the economicfmonetary crisis during the mid year of 1997, which still left some unresolved problems. One of those problems is the unsatisfied growth financial intemiediary activity, as indicated by the low Loan to Deposit Ratio (LDR), compare to the ratio in previous period before the crisis. This research would conduct an analysis of independent variables which have significant contribution to the Bank's LDR's perfomiance. Those independent variables are bank?s investment strategy, bank's performance indicator and bank's extemal variables. Time period of this purpose would be classified into two categories which are ex ante and ex post of the monetary crisis. The sample would be derived only from foreign exchange national private banks, considering that these banks have significant portion of asset in national banking industry, have main objective of maximizing owner's wealth and have numerous transaction in foreign exchange transaction and intemational transaction.
The purpose of the research are ; to define the influence of related independent variables to bank's LDR perfonnance, to identify the dominant independent variable in influencing the bank's LDR perfonnance, and to identity banks' investment strategy. Furthermore, this research would describe the bank's role and contribution as a financial intermediation to boost the growth of lndonesia's real sector, and give recommendation for banking regulatory and supervisory authority in detennining policy for pushing bank's intermediary activity. This research used multiple linier regressions. This type of analytical methodology was chosen because the research is designed to identity relationship between dependent and independent variables, and to test the significance of that relationship. After processing data with any efforts to reduce the multicolinearity problems, The conclusion is bank's independent variables influencing LDR performance significantly different in those two classified period of the time, except bond variables as one of bank's investment strategy which consistently influence in both period of time. The most dominant variables which have significant influence to LDR performance is coeiiicient of double determination (R2) and coefiicient of correlation (r), which have been increased during the period before economic crisis and continued until the period after economic crisis.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
T15817
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siregar, Ade Irmayani
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh aktivitas off-balance sheet (OBS) yang dicerminkan oleh share of non-interest income (snonin) terhadap profitabilitas BUSN Devisa di Indonesia periode 2004-2010. Penelitian ini menggunakan loan loss provision (LLP) sebagai variabel kontrol dan krisis keuangan global sebagai variabel dummy. Variabel-variabel yang digunakan untuk mewakili profitabilitas bank adalah ROA dan ROE. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan keuangan bulanan bank yang dipublikasikan di Bank Indonesia dengan sampel 30 BUSN Devisa. Metode regresi linier berganda pada data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model dan Generalized Least Square adalah model terbaik pada setiap model regresi. Hasil regresi menunjukkan bahwa snonin berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA, sedangkan LLP dan krisis keuangan global berpengaruh negatif signifikan. Pada ROE, semua variabel independen yakni snonin, LLP, dan krisis keuangan global berpengaruh negatif signifikan.

This study aims to determine how the impact of off-balance sheet (OBS) activities as measured by share of non-interest income (snonin) on return of Foreign Exchange Commercial Bank in Indonesia during 2004-2010. This study uses loan loss provision (LLP) as a control variable and the global financial crisis as a dummy variable. The variables used to present bank prifitability are ROA and ROE. The data used in this study were obtained from the bank?s monthly financial report which published in Bank Indonesia official website with sample of 30 Foreign Exchange Commercial Banks. Method of multiple linear regressions on panel data approach using Fixed Effect Model and The Generalized Least Square are the best model in each regression. Regression results show that snonin has nonsignificant negative effect on ROA, while LLP and global financial crisis negatively affected significantly. In ROE, all independent variables negatively affected significantly."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lestari Budhi Astuti
"Berbeda dengan studi yang pernah dilakukan sebelumnya, penelitian ini melakukan analisis menyeluruh terhadap efisiensi industri perbankan di Indonesia baik dari sisi operasional perusahaan, fungsi intermediasi maupun dalam perencanaan aset perbankan. Apakah pengembangan struktur industri perbankan yang telah ditempuh pemerintah sejak tahun 1983 diikuti dengan perbaikan kinerja perbankan yang diukur dari sisi efisiensi? Apakah krisis, struktur kepemilikan dan skala usaha berpengaruh terhadap efisiensi bank-bank umum di Indonesia? Pertanyaan-pertanyaan ini sangat panting untuk dikaji lebih lanjut mengingat dominasi industri perbankan dalam sektor keuangan dan peran pentingnya bagi perekonomian Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data Envelopment Analysis (DEA) dengan data tahunan bank tahun 1994-2003 kecuali 1997-1998. Adapun untuk melihat hubungan antara krisis, struktur kepemilikan serta skala usaha terhadap efisiensi bank-bank umum di Indonesia digunakan korelasi hubungan Spearman's.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan struktur industri perbankan selama ini tidak diikuti dengan perbaikan kinerja perbankan yang tampak dari rendahnya efisiensi operasional, intermediasi maupun aset. Program restrukturisasi perbankan yang ditempuh oleh pemerintah dalam masa krisis, juga belum mampu memperbaiki efisiensi perbankan. Lebih dari itu, temuan empiris dari penelitian ini juga membuktikan ketidakbenaran pandangan umum bahwa bank asing dan bank dengan skala usaha (volume aset) besar meupakan kelompok bank yang paling efisien di Indonesia.
Di samping merupakan studi empiris menyeluruh yang pertama untuk kasus Indonesia, temuan empiris dalam penelitian ini mempunyai sejumlah implikasi penting bagi kebijakan pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Bank Indonesia. Pertama, kebijakan perbankan lebih ditekankan pada pengukuran kinerja, khususnya dari sisi efisiensi di samping pengembangan struktur industri yang terus ditempuh. Kedua, ukuran efisiensi hendaknya disempurnakan tidak hanya efisiensi operasional, tetapi mencakup juga efisiensi fungsi intermediasi dan penanaman aset yang sesuai dengan kekhususan fungsi dari pasar perbankan. Ketiga, pengembangan struktur industri perbankan hendaknya lebih ditekankan pada peningkatan kinerja perbankan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T18872
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Alim Bahri
"Bank di Indonesia dari segi kepemilikannya dikelompokkan menjadi Bank Pemerintah dan Bank Swasta. Kepemilikan tersebut dapat dilihat dari akte pendirian dan penguasaan saham yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan.
Dalam tesis ini ingin dibuktikan apakah perbedaan kepemilikan bank di Indonesia, yaitu antara Bank Pemerintah Persero dan Bank Umum Swasta Nasional Devisa juga dapat membedakan Kinerjanya, dengan ukuran teknik analisis CAMEL (Capital/Permodalan, Asset Quality/Kualitas Aktiva Produktif, Earnings/Rentabilitas, dan Liquidity/Likuiditas) tanpa memasukkan aspek Manajemen, Mengingat faktor manajemen terkait dengan penilaian kualitatif terhadap kinerja personalia, dan tidak dapat diukur semata-mata dengan rasio keuangan.
Penelitian ini menggunakan sampel dari populasi Perbankan Umum Nasional, dimana dipakai kriteria asset bank Iebih dari 10 Trilyun. Untuk Bank Pemerintah Persero diambil sebanyak 4 bank dari total populasi yang berjumlah 5 bank. Sedangkan untuk Bank Umum Swasta Nasional Devisa diambil 10 bank dari total populasi yang berjumlah 38 bank. Data yang digunakan merupakan data Rasio CAR, BDR, CAD, ROA, BOPO dan LDR Berta total CAMEL Bank secara keseluruhan dari Bank Sampel yang didapat dari Laporan Publikasi Bank Umum kepada Bank Indonesia, dengan periode tahun 2000-2004.
Data diolah dengan dua tahap, yaitu: Pengujian distribusi data dan Pengujian Hipotesis. Adapun hasil yang didapat dari pengujian masing-masing aspek CAMEL, bahwa aspek Permodalan dengan rasio CAR, aspek Rentabilitas dengan rasio ROA dan BOPO dan aspek Likuiditas dengan rasio LDR menunjukkan bahwa tidak terdapatnya perbedaan secara signifikan antara kinerja Bank Pemerintah Persero dan Bank Umum Swasta Nasional Devisa pada periode penelitian tahun 2000-2004. Sedangkan aspek Kualitas Aktiva Produktif dengan rasio BDR dan CAD menunjukkan terdapatnya perbedaan yang signifikan, yaitu pada rasio BDR tahun 2003 dan rasio CAD pada tahun 2000, 2001 dan 2004.
Pengujian Total CAMEL versi Bank Indonesia didapatkan hasil bahwa tidak terdapatnya perbedaan secara signifikan antara kinerja Bank Pemerintah Persero dan Bank Umum Swasta Nasionai Devisa pada periode penelitian tahun 2000-2004.
Akan tetapi mengingat adanya sensitifitas terhadap pembobotan CAMEL versi Bank Indonesia yang juga merupakan indikasi kelemahan pada tekniknya tersebut, maka penulis melakukan uji sensitivitas dengan melakukan simulasi pembobotan CAMEL, yaitu: versi Penulis #1 dan versi Penulis #2. Dan perhitungan Total Nilai Pembobotan kedua model modifikasi tersebut diperoleh hasil yang menguatkan bukti bahwa besar-kecilnya nilai CAMEL sangat tergantung dengan persentase bobot masing-masing aspeknya.
Jadi, dalam tesis ini disimpulkan bahwa adanya sensitivitas pembobotan yang mempengaruhi Kriteria Penilaian Tingkat Kesehatan Bank dan adanya Perbedaan kepemilikan suatu bank tidak selalu menyebabkan perbedaan pada kinerjanya.
Daftar Bacaan 18 (1999 - 2005)"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
T15318
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dadan Rahadian
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat intermediasi bank, khususnya bank umum konvensional di Indonesia. Ukuran tingkat intermediasi bank dalam penelitian ini menggunakan loan to deposit ratio LDR . Data yang digunakan adalah data perbankan antara tahun 1995-2008 dengan menggunakan sampel 58 bank. Model ekonometrik data panel dinamis yang dikembangkan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan model bank risk taking behaviour dari Mitchell 1986 , simple theory of banking dari Kam dan Smithin 2011 dan simple model of bank intermediation dari Moore 1989 .Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat intermediasi bank adalah i tingkat suku bunga simpanan, ii spread intermediasi bank, iii pendapatan selain dari aktivitas kredit, dan iv struktur dana bank. Pengaruh faktor-faktor tersebut berdasarkan hasil estimasi menggunakan panel least squares, least squares dummy variables dan estimator generalized method of moments dari Arellano dan Bond 1991 menunjukan pengaruh yang signifikan dan konsisten. Tingkat suku bunga simpanan dan pendapatan selain dari aktivitas kredit berpengaruh positif, sementara spread intermediasi bank dan struktur dana bank berpengaruh negatif terhadap tingkat intermediasi bank.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada perbedaan rata-rata tingkat intermediasi bank LDR diantara jenis bank yang ada di Indonesia. Bank BUMN, BUSN Devisa, BUSN Non Devisa dan Bank Asing memiliki rata-rata tingkat intermediasi yang tidak jauh berbeda. Baik BPD dan Bank Campuran memiliki rata-rata tingkat intermediasi yang berbeda dibandingkan dengan bank-bank lainnya. Hasil analisis kovarian juga menunjukkan bahwa krisis ekonomi dapat mempengaruhi rata-rata tingkat intermediasi bank LDR.

The research is purposed to analyse the factors that influence a bank intermediation level, particularly conventional Bank in Indonesia. The dimension of bank intermediation level in the research use a loan to deposit ratio LDR . The usage data is the Banking data that is occurred in year of 1995 2008 with 58 banks for sampling. Econometric model of dynamic panel data that is developed in this research using a bank rsquo s model of risk taking behaviour approach introduced by Mitchell 1986 , simple theory of banking introduced by Kam and Smithin 2011 and simple model of intermediation bank introduced by Moore 1989 . The outcome of the research shows the factors that influence Bank Intermediation level comprising of i deposit rate, ii bank intermediation spread, iii income except from lending activities, iv bank deposit structure. The impacted factors are based on estimation result using least squared panel, least squares dummy variables, and estimator generalized method of moments introduced by Arellano and Bond 1991 prove a significant and consistent impact. A deposit rate and income except from lending activities has a positive impact, on the other hand the bank intermediation spread and bank deposit structure have a negative impact against bank intermediation level.The outcome of the research also shows differences of the mean of bank intermediation level LDR among bank types in Indonesia. Bank intermediation level of State Owned Bank, BUSN Bank, Bank BUSN Non Devisa and Foreign Bank have no much significant differences for the mean of bank intermediation level comparing to both BPD and mixed bank. The outcome of covariant analysis also demonstrates that economy crisis has implication to the mean of intermediation level LDR."
Depok: Universitas Indonesia, 2015
D2372
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yogi Nidaha
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur industri pada kelompok Bank Pemerintah (BP) dan Bank Umum Swasta Nasional Devisa (BUSND) sesudah krisis ekonomi 1997; menganalisa pengaruh sturktur industri terhadap kinerja BP dan BUSND sesudah krisis ekonomi 1997; dan mengkaji posisi persaingan BP terhadap BUSND sesudah krisis ekonomi 1997.
Untuk mengkaji tujuan pertama dari penelitian ini, digunakan data antar ruang (cross section) dari semua BP (5 bank) dan BUSND (34 bank) yang ada dalam industri perbankan pada periode terakhir tahun 2004. Untuk menganalisa tujuan penelitian kedua, data yang digunakan adalah data runtut waktu (time series) bulanan, dengan rentang waktu penelitian berkisar antara Januari 2002 - Desember 2004. Adapun untuk tujuan ketiga dari peneiitian ini, diambil sampel dari keseluruhan populasi BP yang ada, yaitu 5 bank. Sedangkan untuk BUSND diambil 1 bank yang memiliki nilai kapitalisasi terbesar saat yaitu BCA (BI - Data Perbankan Indonesia Tabun 2004).
Adapun analisa yang dilakukan adalah (1) menganalisa tingkat konsentrasi industri perbankan sesudah krisis ekonomi 1997, dengan menggunakan Herfindahl Index; (2) persamaan regresi dua variabel untuk menganalisa hubungan antara pangsa pasar dengan kinerja kedua kelompok bank (BP dan BUSND); (3) menggunakan BCG (Boston Consulting Group) growth-share matrix untuk mengkaji posisi persaingan BP dan BUSND pasta krisis ekonomi 1997.
Dengan menggunakan perhitungan HI berdasarkan variabel asset, DPK, dan kredit, dapat disimpulkan bahwa struktur industri dalam Kelompok BP Iebih terkonsentrasi dari Kelompok BUSND. Sedangkan analisa regresi terhadap model mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan antara pangsa pasar dengan kinerja solvabilitas, rentabilitas, dan likuiditas perbankan (BP dan BUSND), yang menunjukkan bahwa semakin besar pangsa pasar perbankan (BP dan BUSNO), maka semakin tinggi pula kinerja solvabilitas, rentabilitas, dan likuiditas yang akan dimiliki oleh bank tersebut.
Terakhir, dari hasil pemetaan dengan plot ECG Matrix, terlihat bahwa hingga kini BP masih memiliki posisi persaingan kuat terhadap BUSND. Bahkan terdapat 1 BP yang merupakan market leader dalam industri perbankan nasional saat Tni, yaitu BRI."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2005
T20156
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Achmad Shauki
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1983
S16919
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amiranti Marsya Agustine
"ABSTRAK
Kontribusi sektor UMKM dalam perkenonomian dapat dilihat dari Product Domestic Bruto di dalam suatu Negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel internal (CAR, DPK, ROA dan NPL UMKM) dan eksternal (SBI) perbankan terhadap penawaran kredit UMKM. Terutama setelah diberlakukannya UU Nomor 23 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 3 Tahun 2004, dimana kebijakan Bank Indonesia dalam membantu pengembangan UMKM mengalami perubahan yang cukup besar. Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS).
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa setiap variab el memiliki kontribusi yang berbeda-beda pada bank-bank umum. Hasil penelitian menyarankan bahwa perlu adanya penambahan jangka waktu dan penambahan variabel -variabel lain untuk mendapatkan hasil yang lebih signifikan.

ABSTRACT
The contribution of SMEs sec tor in the economy can be seen from the Gross Domestic Product in a country. This study aims to analyze the influence of internal variables (CAR, DPK, ROA and SMEs NPL) and external (SBI) of the banks to SMEs credit offering. Especially after masqueraded t he Act No.23 of 1999 which was modified by Law No.3 of 2004, where the policy of Bank Indonesia is to assist in the development of SMEs changes large enough. Analysis method used was Ordinary Least Square (OLS).
The results obtained that each of variables has a different contribution on the commercial banks. Results of research suggest that there is need to increase the time period and the addition of other variables in order to get the results mo significant.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2009
S9759
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muchtar Mandala
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1985
S17437
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>