Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 43929 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ismet Komarudin
"Meningkatnya biaya, kompetisi dan tekanan dari konsumen untak menurunkan harga jual dari Iayanan yang ditawarkan telah membuat banyak perusahaan kontraktor EPC melakukan telaah kembali terhadap proses kerja internal mereka dan berusaha mencari potensi penghematan dari indirect spending.
Proses pengadaan barang dan jasa merupakan porsi biaya terbesar dari kegiatannya, yaitu antara 60 hingga 80 persen dari Iransaksi pembelian barangl material. Kegiatan pengadaan barang kebanyakan disibukkan dengan kegiatan paperwork yang bersifat non-value adding sehingga sangat menyita waktu dan tidak efisien.
Electronic Procurement dapat menjadi salah satu pilihan solusi dalam mengatasi permasaiahan yang dihadapi perusahaan dibidang pengadaan barang. Tujuan utama dari e-procurement adalah untuk mernbuat kegiatan procurement lebih ringkas sehingga perusahaan dapat lebih memfokuskan waktu manajemennya kepada bagaimana memperoleh pendapatan usaha dan meningkatkan Iayanan kepada pars konsumen.
Kegiatan perusahaan kontraktor EPC yang bersifat project based memberikan tantangan tersendiri dalam desain dan penerapan e -procurement dalam kegiatan pengadaan barang yang dilakukan perusahaan. Agar dapat dilaksanakan dalam bentuk e-procurement, maka bisnis proses procurement perusahaan hares terlebih dahulu dilakukan re-engineering. Penggunaan teknologi sangatlah panting dan mendasar guna memaksimalkan dampak yang dihasilkan dari business process reengineering tersebut.
Data dalam tulisan ini diperoleh dengan melakukan interview dan pencatatan yang ada di dalam perusahaan yang menjadi obyek penelitian maupun lingkungan sekitar perusahaan. Interview dilakukan di kalangan karyawan divisi procurement, PT. Rekayasa Industri guna mendapatkan data-data yang berhubungan dengan kegiatan procurement. Selanjutnya data tersebut diolah dengan metoda business process reengineering. Kemudian data tersebut dibuat dalarn bentuk usulan modul a -procurement, dan Label perbandingan waktu kerja antara pembelian secara manual dengan pembelian melalui e -procurement.
Berdasarkan pengolahan data diketahui bahwa penerapan work in progress (WIP) dengan cara autornasi dapat mempersingkat proses bisnis procurement dan proses bisnis procurement milik divisi procurement PT. Rekayasa Industri saat ini masih banyak terdapat proses kegiatan yang sebenarnya tidak memberikan nilai tam bah pada pekerjaan. Kegiatan ini berkontribusi sebesar 30 persen dari total waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengadaan barang.
Proses bisnis yang bersifat kebijakan perusahaan tersebut berimbas kepada pengadaan barang yang dilakukan dengan proses e -procurement. Hal ini ditunjukkan oleh perbandingan konsumsi waktu antara pekerjaan yang memberikan nilai tam bah yang hanya menghabiskan porsi 7,7 % dengan total waktu hanya 30 menit, dengan kegiatan inspeksi (review dan pemberian persetujuan) yang menghabiskan 35,8 persen dengan total waktu 140 menit.
Secara keseluruhan, penerapan e-procurement dapat memberikan penghematan waktu penyelesaian pekerjaan sebanyak 2.059 menit, atau sama dengan 34,32 jam, dan sama dengan 4,29 hari. Penghematan waktu ini sangat erat hubungannya dengan efektifitas, efisiensi dan kapasitas pengadaan barang proyek yang mampu dilakukan oleh divisi procurement.

The increase of production cost, competition and pressure from the customer to reduce the selling price of the service offered by EPC contractors has lead them to review their business process in order to seek a way of saving and cost reduction from indirect spending.
Procurement process has the biggest portion of production cost, ranging from 60 up to 80 percent, which derived from purchasing of raw material and other services. Most of the procurement process is comprises of non-value-adding papenvork, in which very time consuming and inefficient.
Electronic Procurement could be one of the solutions to deal with these procurement problems. The main objective of e -procurement is to make a streamline procurement process, so that the management could focus their time in gaining more revenues and increasing the level of sen'ice to the customer.
The activities of EPC Contractor Company, which is project based, raise a challenge of its own during the design and implementation of e -procurement. Procurement business process must go through reengineering steps before it could be transform into e-procurement. Technology is a crucial and essential factor in order to maximize the effect of business process reengineering.
The data within this paper is obtained by interviewing several person in-charges that works in the procurement division of PT. Rekayasa Industri. The purpose of the interview is to gather data as close as possible with the real procurement execution of the company. Then, the data is processed using business process reengineering method. The result is then transformed into a suggestion of e -procurement module, and a table to compare a simulation of work time consumed between manual procurement process and the one using e-procurement.
Based on data processing we found out that implementation of work in progress (WIP) by means of automation could make the procurement business process more stream line. Furthermore, we also find that the current procurement business process of PT. Rekayasa Industry?s procurement division still contains a lot of non-value adding work steps. This non value adding work steps contributes 30 percents of total time spend during in manual procurement process.
The corporate policy on those business processes also affects the procurement lead time using e -procurement. This effect can be seen by comparing time consumed between value added work steps, which counts 7.7 percent of the total lime and take only 30 minutes, and with inspection steps (review and approval) that took 35.8 percent of total time and consuming a total of 140 minutes.
Overall the implementation of e-procurement could save around 2,059 minutes of procurement lead time, or equal to 34.32 hours, or 4.29 days. Time saving has a lot of correlation with affectivity, efficiency, and procurement capacity that can be handled by the procurement division."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
T19709
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andria Muharami Fitra
"Perkembangan teknologi informasi berbasis web saat ini telah menyentuh hampir setiap sendi kehidupan. Kehadiran teknologi ini ditujukan sebagai penunjang dalam memudahkan aktifitas manusia. Salah satu aktifitas bisnis yang sekarang mulai memanfaatkan teknologi ini adalah sistem pengadaan. Electronic procurement merupakan sistem pengadaan yang terotomatisasi dengan menggunakan fasilitas internet. Sistem ini memberikan keuntungan dengan meningkatkan efisiensi dalam mengurangi waktu siklus proses pengadaan.
Skripsi ini bertujuan untuk mempelajari manfaat dan hambatan dalam penerapan electronic procurement pada PT. Rekayasa Industri. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan konstruksi yang cukup besar di Indonesia dan memiliki intensitas yang tinggi pada aktifitas pengadaannya sejalan dengan banyaknya proyek yang ditanganinya. Untuk mendukung aktifitas pengadaannya guna meningkatkan daya saing, perusahaan ini menggunakan sistem pengadaan barang yang berbasis web yang disebut Electronic Procurement Rekayasa Online (EPRO).
Manfaat yang didapat dari penerapan EPRO adalah meningkatkan efisiensi pelaksanaan proses pengadaan di PT. Rekayasa Industri, termasuk dalam hal meminimalkan waktu pelaksanaan, mengurangi biaya operasional dan peningkatan manajemen informasi ke seluruh area pembelian. Sedangkan hambatan paling utama dalam penerapan EPRO adalah sangat bergantungnya sistem EPRO kepada jaringan infrastruktur teknologi informasi yang dapat mengakibatkan kinerja karyawan akan terganggu apabila sistem down.

Information technology has changed many aspects of human life. It?s role is addressed to support human activities and making their life become easy. One of business activity has been using information technology to support procurement. Eprocurement system is an automatic procurement using internet technology. This system gives benefit to improve efficiency by reducing cycle time in procurement process.
This final assignment's objective is to study the benefits and resistance in applying electronic procurement at PT. Rekayasa Industri. As a big construction company in Indonesia, PT. Rekayasa Industri has deep intensity in procurement activity due to projects that they handle. For supporting their procurement activity and increasing competitive ability, this company use web-based procurement system called Electronic Procurement Rekayasa Online (EPRO).
Benefits from applying EPRO is increasing efficiency in procurement process in PT. Rekayasa Industri, include minimizing cycle time, reducing operational cost and improving information management to all purchasing area. Resistance from applying EPRO is that EPRO depends entirely to information technology infrastructure that may interrupt the productivity of user if the system down.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S35147
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
R. Tri Hasmoro
"Kajian investasi adalah kegiatan analisis untuk menilai manfaat dan biaya dari suatu investasi, dan dapat dijadikan justifikasi investasi. Penilaian investasi yang tradisional menggunakan pendekatan finansial dimana manfaat dan biaya yang ada dikuantifikasi dalam sejumlah nilai uang dan kemudian dibandingkan besar nilainya. Hal inilah yang dilakukan pada metode penilaian investasi dengan NPV dan ROI. ROV (Real Option Valuation) adalah sebuah alternatif penilaian investasi secara finansial. Berangkat dari filosofi yang sama dengan Financial Option, ROV memiliki keunggulan dalam menangani fleksibilitas, resiko, dan volatilitas yang mungkin terjadi dari sebuah investasi. Dengan demikian ROV dinilai lebih mampu menghargai sebuah investasi yang memiliki karakteristik tersebut. Penilaian investasi dengan ROV lebih mampu mengapresiasi investasi dibanding metode finansial tradisional, seperti yang ditunjukkan hasil NPV ROV pada kasus investasi Push E-mail yang lebih besar daripada NPV biasa. Hal ini disebabkan ROV mampu menghargai fleksibilitas dalam investasi yang memiliki pilihan-pilihan rencana investasi di masa depan."
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2008
AJ-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Enny Roossary
"[ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi keinginan karyawan untuk tetap
tinggal di perusahaan menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior.
Penelitian ini mengambil sampel di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang
Engineering, Procurement, dan Construction, yaitu PT. Rekayasa Industri
(Rekind) dan melibatkan 273 responden (karyawan Rekind) yang masa kerjanya
di bawah 5 tahun dan mayoritas merupakan karyawan dengan usia di generasi Y.
Berdasarkan Theory of Planned Behavior, keinginan karyawan untuk tetap tinggal
di perusahaan dipengaruhi oleh sikap (attitude), norma subyektif (subjective
Norm), dan kontrol perilaku individu (Perceived Behavioral Control). Penulis
menambahkan satu variabel yang mempengaruhi keinginan karyawan untuk tetap
tiggal di perusahaan, yaitu kontrol praktik perusahaan (perceived organizational
work practices) yang terbagi menjadi dua praktik, diihat dari sisi financial dan
non financial. Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan dengan analisis regresi
berganda. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sikap, norma subyektif, kontrol
perilaku individu, dan kontrol praktik perusahaan sisi finansial berpengaruh
positif dan nyata terhadap keinginan karyawan untuk tetap tinggal di perusahaan.
Sedangkan kontrol praktik perusahaan sisi non finansial berpengaruh negatif dan
nyata terhadap keinginan karyawan untuk tetap tinggal di perusahaan.

ABSTRACT
The study aims to predict employee?s intention to stay in the company by using
Theory of Planned Behavior Perspective. The sample for this study is 273 from
one of Engineering, Procurement and Construction Company, called PT
Rekayasa Industri (Rekind). The sample are under 5 years of service employees in
rekind which majority consist of Y Generation. Based on Theory of Planned
Behavior, attitude, subjective norm, and perceived behavioral control are affected
intention to stay. Perceived organizational work practices was included as one of
independent variable which is in previous study affected intention to stay. the
hypothesis testing was using Multiple Regression Analysis. The research conclude
that attitudes, subjective norms, perceived behavioral control and perceived
organizational work practices (financial) are positive affected intention to stay.
Perceived organizational work practices (non financial) is negative affected
intention to stay;The study aims to predict employee?s intention to stay in the company by using
Theory of Planned Behavior Perspective. The sample for this study is 273 from
one of Engineering, Procurement and Construction Company, called PT
Rekayasa Industri (Rekind). The sample are under 5 years of service employees in
rekind which majority consist of Y Generation. Based on Theory of Planned
Behavior, attitude, subjective norm, and perceived behavioral control are affected
intention to stay. Perceived organizational work practices was included as one of
independent variable which is in previous study affected intention to stay. the
hypothesis testing was using Multiple Regression Analysis. The research conclude
that attitudes, subjective norms, perceived behavioral control and perceived
organizational work practices (financial) are positive affected intention to stay.
Perceived organizational work practices (non financial) is negative affected
intention to stay;The study aims to predict employee?s intention to stay in the company by using
Theory of Planned Behavior Perspective. The sample for this study is 273 from
one of Engineering, Procurement and Construction Company, called PT
Rekayasa Industri (Rekind). The sample are under 5 years of service employees in
rekind which majority consist of Y Generation. Based on Theory of Planned
Behavior, attitude, subjective norm, and perceived behavioral control are affected
intention to stay. Perceived organizational work practices was included as one of
independent variable which is in previous study affected intention to stay. the
hypothesis testing was using Multiple Regression Analysis. The research conclude
that attitudes, subjective norms, perceived behavioral control and perceived
organizational work practices (financial) are positive affected intention to stay.
Perceived organizational work practices (non financial) is negative affected
intention to stay, The study aims to predict employee’s intention to stay in the company by using
Theory of Planned Behavior Perspective. The sample for this study is 273 from
one of Engineering, Procurement and Construction Company, called PT
Rekayasa Industri (Rekind). The sample are under 5 years of service employees in
rekind which majority consist of Y Generation. Based on Theory of Planned
Behavior, attitude, subjective norm, and perceived behavioral control are affected
intention to stay. Perceived organizational work practices was included as one of
independent variable which is in previous study affected intention to stay. the
hypothesis testing was using Multiple Regression Analysis. The research conclude
that attitudes, subjective norms, perceived behavioral control and perceived
organizational work practices (financial) are positive affected intention to stay.
Perceived organizational work practices (non financial) is negative affected
intention to stay]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rd. Anto Nurkristiana
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2004
T40469
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Frisly Karenina
"ABSTRAK
Sistem pengadaan publik secara elektronik (SPSE) memliki peran penting untuk menunjang ketersediaan barang/jasa dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan. Penggunaan SPSE pada belanja negara masih berada di bawah target prioritas nasional dengan efisiensi di bawah 10%. Praktik korupsi di sektor pengadaan menjadi tantangan tersendiri di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi saat ini, merancang perbaikan proses bisnis, dan perbaikan sistem informasi SPSE yang dapat meminimalkan korupsi dan meningkatkan efisiensi pada proses pengadaan. Metode Business Process Re-engineering (BPR) dan Structured System Development (SSD) digunakan dalam penelitian ini. BPR dilakukan melalui pemodelan dan simulasi proses saat ini (As-Is) dan proses perbaikan (To-Be) menggunakan perangkat lunak iGrafx. SSD dilakukan dalam empat tahap, yaitu pembuatan entity relationship diagram (ERD), tabel relasional, use case diagram, dan data flow diagram (DFD). Penelitian ini menghasilkan tiga pilihan skenario perbaikan SPSE yang mampu memenuhi variabel voice of customer (VOC) yang berbeda, karena perbedaan solusi untuk meminimalkan korupsi. Simulasi model ketiga skenario juga menghasilkan waktu layanan yang berbeda untuk setiap skenario. Kombinasi skenario BPR best practice dan sistem informasi merupakan skenario terbaik dengan tingkat penurunan waktu sebesar 40% dari 17 hari menjadi 10 hari dan memenuhi keseluruhan variabel VOC, yaitu efisiensi dan efektivitas proses, kelengkapan, akurasi, dan timeliness data, integrasi, transparansi dan akuntabillitas dalam proses pengadaan publik. Model sistem informasi dengan metode SSD dirancang untuk mendukung proses bisnis perbaikan dengan mengadopsi model To-Be skenario ketiga yang merupakan skenario terbaik dari hasil penelitian.

ABSTRACT
Electronic government procurement system (E-GP) has an important role to support the availability of goods and services in government activities. The use of E-GP is still below the national target with efficiency less than 10%. Corruption practices in procurement sector has become a challenge in the midst of government efforts to improve the procurement process efficiency. This study aims to analyze the E-GP current conditions, design business process improvements, and E-GP information systems improvements that is able to minimize corruption and improve efficiency in the procurement process. Business Process Re-engineering (BPR) and Structured System Development (SSD) methods are used in this study. BPR is performed by modeling and simulating current and proposed processes using iGrafx software. SSD in this study consists of four stages; the creation of entity relationship diagram (ERD), relational tables, use case diagram, and data flow diagram (DFD). This study provides three choices of E-GP improvement scenarios that are able to fulfill different VOC variables, due to different solutions to minimize corruption. The simulation of the three scenario models also produce different cycle times for each scenario. The combination of BPR best practice and information system is the best scenario with cycle time reduction of 40% from 17 days to 10 days and fulfills the VOC variables of process efficiency, effectiveness, data completeness, accuracy, and data timeliness, integration, transparency and accountability in the public procurement process. The information system model using SSD method is designed to support business process improvement by adopting the third scenario model which is the best scenario from the research results."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
R. Tri Hasmoro
"Kajian investasi adalah kegiatan analisa untuk menilai manfaat dan biaya dari suatu investasi, dan dapat dijadikan justifikasi investasi. Penilaian investasi yang tradisional menggunakan pendekatan finansial dimana manfaat dan biaya yang ada dikuantifikasi dalam sejumlah nilai uang dan kemudian dibandingkan besar nilainya. Hal inilah yang dilakukan pada metode penilaian investasi dengan NPV, dan ROI. ROV (Real Option Valuation) adalah sebuah alternatif penilaian investasi secara finansial. Berangkat dari filosofi yang sama dengan financial option, ROV memiliki keunggulan dalam menangani fleksibilitas, resiko dan volatilitas yang mungkin terjadi dari sebuah investasi. Dengan demikian ROV dinilai lebih mampu menghargai sebuah investasi yang memiliki karakteristik tersebut. Pada proyek akhir ini ROV diterapkan untuk menilai investasi push e-mail di PT. Rekind (Rekayasa Industri ).
Hasil yang diperoleh dalam proyek akhir ini menunjukkan bukti dari klaim tersebut di atas. Penghitungan NPV dengan ROV menghasilkan nilai lebih besar daripada NPV biasa, yaitu Rp.169.782.000,- melawan Rp.161.350.000,-. Selisih dari kedua angka tersebut diperoleh dari kemampuan ROV dalam menangani resiko dan fleksibilitas.

Investment study is an analytical activity for assessing benefits and expenses of an investment and can be justification for it. The traditional method of investment study uses financial valuation approach where benefits and expenses are quantified into currency value and then compared. This thing is done in investment valuation using NPV and ROI. ROV (Real Option Valuation) is an alternative financial approach in investment valuation. Coming from the same phylosophy of financial option, ROV has an advantage in managing flexibility, risk, and volatility that probably occur in an investment. Thus, ROV might capture more value from investments that have those characteristics rather than traditional method. In this final project, ROV applied to valuate push e-mail investment in PT. Rekind (Rekayasa Industri).
The result obtained in this final project has shown the proof of the claim mentioned above. The NPV calculation with ROV yielded bigger value than of the traditional NPV, which is Rp.169.782.000,- against Rp.161.350.000,-. The margin of the two figures came up from the ability of ROV in managing the risk and flexibility.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2006
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Theresia
"Sektor industri retail, tennasuk hypermarket, di Indonesia memiliki persaingan ketat namun cukup menjanjikan. PT Makro Indonesia sebagai salah satu pemain dalam sektor hypermarket hams menghadapi kornpetisi yang berat- Procuremeni, yaitu alctivitas pemesanan, penerimaan barang, dan proses penagihan invoice, adalah salah satu kegiatan yang berfrekucnsi tinggi dalam hypermarket, termasuk PT Malcro Indonesia. Mengingat vitalnya sistern procurement maka agar penxsahaan tetap kornpetitif, pemsahaan harus memperbaiki dan meningkatkan pmses bisnis sistem procurement.
Rekayasa ulang proses bisnis merupakan metode untuk mengatasi masalah tersebut. Rekasaya ulang proses bisnis mempakan pernikiran ulang fimdamental dan mendesain ulang proses bisnis secara radikal untuk mencapai pcningkatan performa Proses yang tidak mcmberikan nilai tambah perlu dihilangkan. Pada sistem procurement di PT Makro Indonesia dilakukan perpindahan informasi dan pencocokl-can dokumen yang berulang sehingga banyak waktu dan surnber daya perusahaan terbuang.
Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data dari perusahaan dengan mewawancarai bagian terkait, dolcumentasi pemsahaan, dan pengamatan secara langsung. Kcmudian dibuat label aktivitas dan peta proses bisnis sistem procurement dengan menggunakan diagram alir. Hasil pcngolahan data akan dianalisis menggunakan prinsip BPR sehingga dihasilkan usulan perbaikan yang dituangkan dalam usulan tabel aktivitas dan peta proses bisnis (diagram alir) yang bam. Selanjutnya dilakukan perbandingan antara proses bisnis sistem procurement saat ini dan usulan yang diberikan, yaitu pengurangan proses serta keuntungan usulan proses bisnis yang barn.

Industrial sector of retail, including hypermarket, in Indonesia has to face hard competition but quite promising, PT Makro Indonesia as one of the player in hypennarket sector must also face this hard competition. Procurement, which starts from an ordering, receiving goods, and invoice claim process, is one of the most high frequency activity in hyperrnarket, including PT Makro Indonesia. Retlecting on the vital of procurement system, in order to keep the company’s competitiveness, it must fix and improve procurement system business process.
Business process reengineering emerge as a method to handle the problem. Business process reengineering is a tixndamental rethinking and redesigning business process radically to achieve higher performance. Processes that don‘t give added value to the company should be eliminated. In the procurement system in PT Malcro Indonesia, information transfer and document matching occurs repeatedly, this caused waste of company’s resources and time.
The research starts with gathering data from the company by interviewing functions involved, company‘s documentation, and direct observation. Then, current activity table and system procurement business process map by using flowchart is generated. Data processing results are analyzed by using BPR principles that resulted improvement suggestions in the form of proposed activity table and business process map (flowchart). Next, is the comparation between current and proposed business process, which is process reducing and benefits of the new proposed business process.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2005
S50123
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Maryam Shahnaz Diena
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas mengenai siklus pendapatan yang dilakukan oleh PT SSM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengendalian internal pada siklus pendapatan PT SSM, mencari kelemahan yang ada dalam sistem tersebut dan memberikan alternatif solusi pada siklus pendapatan PT SSM. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan dalam mengikuti proses pelelangan elektronik (eprocurement) yang diadakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa PT SSM tidak memiliki sistem pengendalian internal yang baik, dan belum melakukan pencatatan akuntansi sesuai dengan standar yang berlaku. Penulis mengajukan Standard Operating Procedure (SOP) atas prosedur pengadaan barang/jasa untuk memperbaiki sistem pengendalian internal perusahaan.

ABSTRACT
This study examines the revenue cycle on goods/services procurement entities which is PT SSM. This study aims to evaluate the internal control on PT SSM's revenue cycle, point the existing shortcomings and provide the alternative solution to eliminate the shortcomings in the revenue cycle. This study was conducted by making direct observation of the business activities done by the enterprise in participating on the electronic tender process (e-procurement) held by the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries.
The results showed that PT SSM does not have a good internal control system and the accounting records are not done in accordance with the applicable standards. The author propose a Standard Operating Procedure (SOP) for the goods/services procurement procedures to improve the company’s internal control system."
2014
S53180
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>